Satwa Endemik Kalimantan Terancam Punah Akibat Karhutla Berulang

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:24 WIB
Satwa Endemik Kalimantan Terancam Punah Akibat Karhutla Berulang
Karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Timur. [Antara/Auliya Rahman/tom]
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan Kalimantan mengancam satwa spesifik gambut.
  • Kerusakan ekosistem gambut akibat kebakaran memicu risiko kepunahan lokal yang lebih tinggi bagi ikan endemik dan bekantan.
  • Karhutla berulang yang merusak konektivitas genetik satwa liar menyebabkan ekosistem kehilangan waktu pemulihan alami.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak hanya mengancam orang utan. Sejumlah satwa dengan ketergantungan tinggi terhadap ekosistem gambut dan memiliki sebaran sempit juga menghadapi risiko kepunahan lokal akibat rusaknya habitat.

Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus anggota Society for Wildlife Forensic Science (SWFS), Dwi Sendi Priyono, mengatakan satwa-satwa tersebut justru kerap luput dari perhatian ketika karhutla terjadi.

"Justru yang paling saya khawatirkan bukan cuma orang utan, yang justru rawan itu spesies dengan ketergantungan tinggi ke gambut dan sebaran sempit," kata Sendi kepada Suara.com, Kamis (27/8/2026).

Ia menyebut bekantan (Nasalis larvatus) sebagai salah satu satwa yang terdampak kerusakan ekosistem gambut dan kawasan riparian. Deforestasi serta kebakaran membuat habitat dan sebaran populasinya semakin terpecah.

Ancaman lebih serius juga mengintai sejumlah ikan endemik yang hanya dapat hidup di ekosistem air asam gambut.

Rusaknya gambut akibat kebakaran turut merusak struktur hidrologi dan berpotensi menghilangkan habitat satwa tersebut secara total.

"Yang lebih luput lagi, ikan blackwater gambut. Genus Parosphromenus, Betta, Encheloclarias, ini stenotopik, cuma bisa hidup di air asam gambut. Begitu gambut terbakar dan hidrologinya rusak, habitatnya hilang total, dan banyak dari spesies ini punya distribusi sangat sempit," paparnya.

Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)
Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Menurut Sendi, risiko kepunahan lokal terhadap satwa-satwa spesifik gambut tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan megafauna yang lebih populer.

Sebagian di antaranya telah berstatus Endangered dan Critically Endangered.

baca juga

"Jadi risiko kepunahan lokalnya jauh lebih tinggi daripada megafauna, tapi hampir enggak pernah masuk narasi karhutla," tegasnya.

Selain itu, karhutla juga mengancam satwa lain seperti kucing kepala datar (Prionailurus planiceps), musang air (Cynogale bennettii), hingga owa janggut putih.

Satwa-satwa tersebut memiliki populasi kecil dan habitat yang spesifik sehingga sulit berpindah ketika ruang hidupnya terbakar.

"Populasinya kecil, habitatnya spesifik, dan gak punya kapasitas dispersal buat pindah ke habitat lain," lugasnya.

Sendi menambahkan, dampak karhutla terhadap satwa liar tidak hanya berupa hilangnya vegetasi dan ruang hidup.

Kebakaran juga dapat memutus konektivitas antarpopulasi dan mengganggu struktur genetik satwa yang membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih.

"Kalau orang utan usia generasi sekitar 25 tahun, buat memulihkan aliran gen antarpopulasi yang terputus butuh puluhan generasi, artinya ratusan tahun, dan itupun dengan syarat konektivitasnya benar-benar pulih," paparnya.

Namun, frekuensi karhutla yang terjadi berulang membuat ekosistem tidak memiliki waktu cukup untuk melakukan pemulihan alami.

"Masalahnya interval karhutla sekarang jauh lebih pendek dari itu, hampir tiap tahun. Jadi sistemnya gak pernah punya semacam jendela pemulihan. Populasi terus-terusan direset ke kondisi kecil dan terisolasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla

Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:33 WIB

Terkini

Desak RUU Perampasan Aset Disahkan, Aliansi Masyarakat Pati Temui Pimpinan DPR

Desak RUU Perampasan Aset Disahkan, Aliansi Masyarakat Pati Temui Pimpinan DPR

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Pimpinan DPR Teken Komitmen RUU Perampasan Aset Sah 15 Desember, Ini Isinya

Pimpinan DPR Teken Komitmen RUU Perampasan Aset Sah 15 Desember, Ini Isinya

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Mitos Minyak Bersih: Menyingkap Ancaman Akrilamida di Balik Gorengan Rumahan

Mitos Minyak Bersih: Menyingkap Ancaman Akrilamida di Balik Gorengan Rumahan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Waspadai Pelajar Terseret Aksi Demo, Disdikpora DIY Perketat Pengawasan Sekolah

Waspadai Pelajar Terseret Aksi Demo, Disdikpora DIY Perketat Pengawasan Sekolah

Jogja | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:33 WIB

One Hundred Years of Solitude: Part 2, Akhir Tragis Generasi Kaum Buendia

One Hundred Years of Solitude: Part 2, Akhir Tragis Generasi Kaum Buendia

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Jutaan Mobil di China Kena Recall Gegara Masalah Handle Pintu

Jutaan Mobil di China Kena Recall Gegara Masalah Handle Pintu

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Beda Film 'Avengers Endgame: Encore' dan 'Endgame 2019', Apa Saja yang Berubah?

Beda Film 'Avengers Endgame: Encore' dan 'Endgame 2019', Apa Saja yang Berubah?

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Bambang Pamungkas Klaim Persija Sudah Kantongi Izin Jamu Persib di SUGBK

Bambang Pamungkas Klaim Persija Sudah Kantongi Izin Jamu Persib di SUGBK

Bola | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Satwa Endemik Kalimantan Terancam Punah Akibat Karhutla Berulang

Satwa Endemik Kalimantan Terancam Punah Akibat Karhutla Berulang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Jeritan Ibu Pecah di Tengah Kebakaran, 14 Bayi di ICU Rumah Sakit Pakistan Tewas

Jeritan Ibu Pecah di Tengah Kebakaran, 14 Bayi di ICU Rumah Sakit Pakistan Tewas

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:23 WIB

×