Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Pebriansyah Ariefana

Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim
Runtuhan gletser raksasa di kawasan perbatasan Tibet dan Nepal memicu banjir bandang lumpur yang menewaskan lebih dari 270 orang. Petaka mendadak tanpa curah hujan ini menimbun banyak wilayah permukiman serta memutus akses transportasi utama. (BBC)
baca 10 detik
  • Nepal menanggung dampak krisis iklim parah walau emisi gas rumah kacanya sangat rendah.
  • Kerugian banjir bandang Nepal diperkirakan mencapai miliaran dolar dan memicu bantuan internasional.
  • Kritikus mempertanyakan efektivitas penyaluran dana adaptasi iklim kepada masyarakat terdampak di Nepal.

Suara.com - Bencana banjir bandang yang melanda Nepal diperkirakan menelan kerugian hingga miliaran dolar di tengah minimnya kontribusi emisi negara tersebut. Kerusakan hebat ini memaksa komunitas internasional segera mengalirkan bantuan darurat untuk menyelamatkan para korban.

Menteri Luar Negeri Nepal mengonfirmasi besarnya estimasi kerusakan fisik serta infrastruktur akibat terjangan air bah. Meski demikian, pihak pemerintah mengaku masih enggan berspekulasi lebih jauh mengenai angka pasti kerugian pada tahap ini.

Kondisi ini memicu respons cepat dari negara-negara donor yang langsung mengomandani pengiriman dana dan tim penyelamat. Langkah cepat tersebut diambil guna menopang wilayah terdampak yang kini mengalami kelumpuhan total.

Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)

Dikutip dari BBC, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menjanjikan bantuan senilai 5 juta poundsterling untuk merespons bencana tersebut. Pihaknya menilai situasi yang terjadi di lapangan sangat menyusahkan dan merusak.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan bantuan kemanusiaan darurat sebesar 2 juta euro atau sekitar 1,7 juta poundsterling. Dana tersebut dialokasikan secara khusus guna menyalurkan bantuan penyelamatan jiwa bagi para warga terdampak.

Bagaimana Skala Dukungan Internasional Mengalir ke Nepal?

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand berkomitmen mengucurkan dana darurat sebesar 5 juta dolar Kanada atau setara 2,65 juta poundsterling. Penyaluran bantuan darurat ini dipercayakan melalui jaringan PBB, Palang Merah, serta organisasi non-pemerintah.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat siap menyalurkan dana bantuan darurat sebesar 500.000 dolar AS atau setara 369.000 poundsterling. Dukungan ini diprioritaskan untuk penyediaan tempat penampungan darurat, pasokan air bersih, fasilitas sanitasi, serta logistik pemulihan.

Menteri Luar Negeri India S Jaishankar mengonfirmasi penerbangan ketiga yang membawa bantuan kemanusiaan telah mendarat di Kathmandu pada Jumat. Pesawat tersebut mengangkut "10 ton bantuan kemanusiaan" beserta 11 personel tim medis dan penyelamat terowongan.

baca juga

Duta Besar China untuk Nepal menyatakan pihaknya juga telah mengoordinasikan pengiriman barang-barang kebutuhan darurat. Selain logistik, pemerintah China turut menyalurkan bantuan dalam bentuk dana tunai.

Berbagai dukungan internasional ini hadir saat Nepal berjuang mengatasi dampak buruk perubahan iklim yang saban tahun makin merusak. Negara di kawasan Himalaya ini terus menanggung akibat dari fenomena global yang tidak diciptakannya.

Mengapa Kesiapsiagaan Nepal Menghadapi Iklim Masih Dipertanyakan?

Nepal mencatatkan porsi emisi gas rumah kaca kurang dari 0,05 persen terhadap total emisi global menurut beberapa studi. Padahal, emisi gas rumah kaca merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global.

Hampir seluruh pasokan listrik Nepal bersumber dari pembangkit listrik tenaga air berkat limpahan aliran sungai yang bersumber dari gletser Himalaya. Pemerintah setempat juga terus meningkatkan instalasi energi bersih lain seperti tenaga surya dan angin.

Pemerintah Nepal telah melindungi lebih dari 46 persen wilayah daratannya sebagai kawasan hutan penyerap karbon. Kawasan hutan ini menjadi benteng utama dalam mendukung upaya dunia melawan krisis iklim.

Ketidakstabilan politik yang berlangsung bertahun-tahun menghambat Nepal dalam melakukan adaptasi maksimal terhadap dampak perubahan iklim. Akibatnya, upaya perlindungan wilayah dari potensi bencana alam tidak berjalan optimal.

Meski menerima dana iklim bernilai besar dari negara maju dan lembaga keuangan internasional, penyalurannya menuai kritik tajam. Para kritikus menilai dana adaptasi tersebut belum banyak terserap oleh masyarakat rentan di tingkat tapak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:39 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Terkini

Intip Lagi Souvenir VIP Konser Syahrini Tahun 2018, Dulu Harga Tiketnya Rp25 Juta

Intip Lagi Souvenir VIP Konser Syahrini Tahun 2018, Dulu Harga Tiketnya Rp25 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:53 WIB

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Tanda Tanya Kapolri Kompak Pindah Tiga Mantan Kapolresta Solo ke Lemdiklat

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:41 WIB

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

Prabowo Setuju Bantuan Asing Tangani Karhutla, BPNB: Kita Lihat Bantuan Apa Saja

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:40 WIB

×