Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Muhamad Yasir

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB
Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot
Massa membakar sampah di jalan saat mengelar aksi di depan kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc
baca 10 detik
  • Tim Advokasi untuk Demokrasi menyoroti dugaan pengerahan ormas dalam demonstrasi berujung kericuhan di Jakarta, pada 27 Agustus 2026.
  • GRIB Jaya mengakui ketua umumnya Hercules  berada di lokasi kerusuhan, namun membantah terlibat dalam tindakan kekerasan.
  • KontraS mendesak kepolisian agar mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan dan kematian warga Pejompongan secara transparan.

Suara.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah kelompok sipil atau organisasi masyarakat (ormas) dalam penanganan demonstrasi yang berujung kericuhan pada 27 Agustus 2026.

Mereka menilai, jika pengerahan kelompok sipil tersebut benar terjadi, hal itu berpotensi menunjukkan negara melepas tanggung jawab menjaga keamanan dan justru membuka ruang konflik horizontal.

Anggota TAUD Gema Gita mengatakan, berdasarkan temuan timnya, terdapat sejumlah kelompok sipil yang diduga datang secara terorganisir ke sekitar lokasi demonstrasi. Salah satunya disebut memiliki ciri menggunakan ikat kepala putih.

"TAUD mengamati ada massa berikat kepala putih datang ke lokasi aksi melewati jalan tol eh tanpa melakukan pembayaran di gerbang tol, mereka beriring-iringan, kemudian juga mengangkut massa, maupun melenggang di dalam tol, serta di beberapa titik diiringi sejumlah aparat yang mengacungkan ibu jarinya ketika massa berikat kepala putih tersebut bernyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan," kata Gema dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, (31/8/2026).

Selain kelompok berikat kepala putih, TAUD menduga terdapat kelompok lain dengan ciri fisik berpostur tegap yang juga dikerahkan ke lokasi.

Gema mengatakan pihaknya masih mendalami latar belakang kelompok-kelompok tersebut, termasuk dugaan adanya perlakuan berbeda dari aparat ketika berhadapan dengan kelompok sipil tersebut dibandingkan dengan demonstran.

Menurut dia, dugaan pengerahan kelompok sipil juga perlu diperiksa karena muncul tudingan penggunaan kekerasan terhadap demonstran maupun warga di sekitar lokasi kericuhan.

"Belum dapat dipastikan mana di antara kelompok ini yang bertanggung jawab atas penganiayaan terhadap Bambang Setiawan, korban meninggal dunia seorang pedagang cermin yang kemudian kita ketahui bersama melalui pemberitaan," ujarnya.

Gema menilai dugaan pengerahan kelompok sipil, apabila terbukti, dapat memperuncing konflik horizontal di tengah masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus dinilai menunjukkan adanya persoalan dalam tanggung jawab negara menjaga keamanan warga.

baca juga

Usut Tanpa Pandang Bulu

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya juga mengecam dugaan pengerahan ormas dalam penanganan demonstrasi.

Dimas mengakui masyarakat sipil dapat mengambil peran dalam menjaga ketertiban. Namun, menurutnya, peran tersebut tidak boleh dilakukan dengan pendekatan kekerasan.

TAUD juga masih menyelidiki lebih lanjut identitas dan afiliasi kelompok yang diduga terlibat dalam pengerahan tersebut. Mereka meminta kepolisian mengusut dugaan kekerasan yang menewaskan pedagang cermin di Penjompongan, Bambang Setiawan secara transparan dan tidak diskriminatif.

"Apabila kelompok itu memang punya kemurnian untuk menjaga lingkungan dan ketertiban dan bukan disponsori oleh lembaga negara atau penyelenggara negara, harusnya polisi juga melakukan upaya-upaya penegakan hukum yang tidak pandang bulu atau tidak diskriminatif, dan berani untuk melakukan pengusutan terhadap terbunuhnya almarhum Pak Bambang Setiawan," jelasnya.

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Rosario de Marshall alias Hercules. (Dok. Suara.com)
Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Rosario de Marshall alias Hercules. (Dok. Suara.com)

GRIB Jaya Akui Hercules Berada di Lokasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Wamen HAM Bongkar Sosok di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus: Main di Sosmed, Tak Ikut Panas-panasan!

Wamen HAM Bongkar Sosok di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus: Main di Sosmed, Tak Ikut Panas-panasan!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:35 WIB

DPR Desak Polisi Usut Peran Ormas di Balik Pengeroyokan Maut Warga Pejompongan

DPR Desak Polisi Usut Peran Ormas di Balik Pengeroyokan Maut Warga Pejompongan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×