Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

Muhamad Yasir

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB
Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya. [Suara.com/Alif Bintang]
baca 10 detik
  • Tim Advokasi untuk Demokrasi menyoroti dugaan tindakan represif aparat gabungan terhadap unjuk rasa di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Pengerahan 18.504 personel memicu penyekatan masif serta penggunaan gas air mata yang tidak sesuai prosedur.
  • TAUD mendesak Polda Metro Jaya membebaskan korban penangkapan sewenang-wenang serta meminta lembaga negara menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut.

Suara.com - Sejumlah elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti dugaan tindakan represif aparat kepolisian saat menangani aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026).

TAUD menduga aparat mengerahkan kekuatan secara berlebihan dalam mengendalikan massa hingga berpotensi mengikis prinsip kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM).

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya mengatakan sekitar 18.504 personel gabungan Polri dan TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut.

Jumlah itu disebut meningkat drastis dibandingkan pengamanan aksi BEM UI pada 18 Agustus 2026 yang melibatkan sekitar 9.500 personel.

Menurut Dimas, besarnya kekuatan yang dikerahkan berimbas pada masifnya penyekatan terhadap massa yang hendak menuju titik aksi di depan Kompleks Parlemen, Jakarta. Bahkan, penyekatan disebut meluas hingga wilayah Tangerang.

Selain penyekatan, TAUD juga menyoroti penggunaan kekuatan oleh aparat dalam membubarkan dan mengendalikan massa. Dugaan penggunaan senjata pengendali massa di luar prosedur, penangkapan peserta aksi, hingga dugaan penyiksaan disebut turut memperbesar ketegangan di lapangan.

Salah satu yang disorot adalah penggunaan gas air mata yang dinilai tidak sesuai prosedur.

"Lazimnya gas air mata itu dilontarkan ke atas, tapi di beberapa kesempatan gas air mata yang dilontarkan itu juga mengarah pada kerumunan massa aksi yang mana jelas itu melanggar prosedur," kata Dimas saat konferensi pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat. (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
Antisipasi Demo Besar, 18.504 Personel Disiagakan di Jakarta Pusat. (Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sementara itu, advokat LBH Jakarta Abdul Rahim Marbun menyoroti tindakan penyisiran atau sweeping terhadap warga yang hendak mengikuti demonstrasi.

baca juga

Berdasarkan laporan yang diterimanya, penyisiran tersebut bahkan disebut merambah aktivitas digital.

"Aparat tidak memiliki kewenangan tanpa batas untuk menghentikan, memeriksa, atau mengamankan warga hanya berdasarkan dengan dugaan mengenai tujuan mereka," tutur dia.

Abdul Rahim menilai polisi tidak semestinya melakukan penangkapan atau penahanan tanpa tuduhan maupun dugaan yang jelas. Terlebih jika tindakan tersebut hanya didasarkan pada ciri-ciri tertentu, seperti atribut yang dikenakan seseorang.

Atas dugaan tindakan represif tersebut, TAUD menyampaikan sejumlah desakan kepada aparat dan lembaga negara. Salah satunya, TAUD meminta Polda Metro Jaya segera membebaskan seluruh korban kekerasan dan mereka yang disebut ditangkap secara sewenang-wenang.

Mereka juga mendesak Polri menghentikan pendekatan keamanan yang dinilai berlebihan dalam menangani aksi unjuk rasa serta tetap menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Selain itu, TAUD meminta Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, dan Ombudsman RI menindaklanjuti serta memeriksa dugaan pelanggaran yang melibatkan lembaga negara.

TAUD juga mendesak DPR RI segera memanggil dan memeriksa kepolisian maupun instansi lain yang dianggap bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran tersebut.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen HAM Bongkar Sosok di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus: Main di Sosmed, Tak Ikut Panas-panasan!

Wamen HAM Bongkar Sosok di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus: Main di Sosmed, Tak Ikut Panas-panasan!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:35 WIB

DPR Desak Polisi Usut Peran Ormas di Balik Pengeroyokan Maut Warga Pejompongan

DPR Desak Polisi Usut Peran Ormas di Balik Pengeroyokan Maut Warga Pejompongan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Yusril Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Kericuhan Pejompongan: Tunggu Hasil Penyelidikan

Yusril Minta Warga Tak Terprovokasi Isu Kericuhan Pejompongan: Tunggu Hasil Penyelidikan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×