Wamen HAM Bongkar Sosok di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus: Main di Sosmed, Tak Ikut Panas-panasan!

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Wamen HAM Bongkar Sosok di Balik Kerusuhan Demo 27 Agustus: Main di Sosmed, Tak Ikut Panas-panasan!
Massa membuat barikade di Jalan Palmerah Utara, Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026) malam Pukul 23.00 WIB, untuk menghadapi tembakan gas air mata dari polisi. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyoroti demonstrasi berujung kekerasan di Gedung DPR RI Jakarta pada 27 Agustus 2026.
  • Kericuhan tersebut dipicu oleh hasutan dan provokasi pihak tidak bertanggung jawab melalui media sosial demi menciptakan kekacauan.
  • Demonstrasi awalnya berlangsung damai untuk menyampaikan aspirasi RUU Perampasan Aset namun memburuk pada malam hari.

Suara.com - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto, menyoroti adanya provokasi di media sosial yang dinilainya ikut memperkeruh situasi dalam demonstrasi pada Jumat, 27 Agustus 2026, di depan Gedung Parlemen DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Ia menyayangkan adanya kelompok yang melakukan tindakan kekerasan dalam rangkaian peristiwa tersebut. Menurutnya, ada pihak tertentu yang justru menginginkan situasi menjadi kacau dalam aksi yang semula berlangsung tentram.

"Ada kelompok-kelompok yang tidak jelas mau ngapain, melakukannya dengan cara-cara kekerasan. Itu yang kami menyayangkan," kata Mugiyanto kepada wartawan, Senin (31/8/2026).

Kekisruhan di lapangan, menurut Mugiyanto, berawal dari provokasi yang ada di media sosial.

Mugiyanto bahkan menduga aktivitas di media sosial tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap aksi, melainkan ada pihak yang memang ingin memperburuk keadaan.

“Saya juga menyayangkan adanya hasutan-hasutan, provokasi yang dilakukan melalui media sosial. Saya menyesalkan kenapa harus seperti itu. Jadi kok sepertinya ada orang-orang yang bermain di media sosial ini yang ingin situasi chaos, karena saya bacanya seperti itu,” kata dia.

Menurutnya, pihak yang menyebarkan provokasi di media sosial belum tentu berada di tengah massa atau merasakan langsung situasi di lapangan ketika demonstrasi berlangsung.

“Padahal saya yakin mereka sedang menikmati privilege mereka. Beberapa itu, saya yakin mereka sedang ngopi-ngopi. Mereka tidak sedang berada di lapangan, berpanas-panas bersama dengan para demonstran, saya membayangkan mereka sedang rebahan,” ujarnya.

Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc]
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc]

Mugiyanto mengakui bahwa penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan hal yang sah selama dilakukan sesuai ketentuan.

baca juga

Ia menilai demonstrasi pada 27 Agustus lalu itu juga pada awalnya memiliki aspirasi yang jelas. Salah satunya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang disampaikan kepada DPR.

“Kemarin jelas, RUU perampasan aset, ada aspirasi dan diterima oleh DPR. Dan demonya peaceful,” ujarnya.

Namun, Mugiyanto menyoroti aktivitas yang berlangsung setelah demonstrasi tersebut, terutama pada malam hari.

Menurut dia, kegiatan tersebut sudah sulit disebut sebagai penyampaian aspirasi karena tidak lagi terlihat jelas tuntutan yang hendak disampaikan.

Mugiyanto menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tetap merupakan bagian dari hak masyarakat. Namun, ia menilai proses tersebut seharusnya diarahkan pada dialog dan pencapaian kesepakatan, bukan berujung pada kekerasan maupun situasi yang semakin tidak terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pigai Wanti-wanti Efek Samping AI dan Pembangunan: Jangan Cuma Hitung Pertumbuhan Ekonomi

Pigai Wanti-wanti Efek Samping AI dan Pembangunan: Jangan Cuma Hitung Pertumbuhan Ekonomi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Takziah ke Rumah Duka Bambang Setiawan, Aliansi 40 Ormas Islam Tawarkan Bantuan Hukum

Takziah ke Rumah Duka Bambang Setiawan, Aliansi 40 Ormas Islam Tawarkan Bantuan Hukum

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Tak Gentar Hadapi Kelompok Mana Pun, Bahar bin Smith Pasang Badan untuk Keadilan Bambang Setiawan

Tak Gentar Hadapi Kelompok Mana Pun, Bahar bin Smith Pasang Badan untuk Keadilan Bambang Setiawan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Dari Ketegangan Massa Hingga Desakan RUU Perampasan Aset saat Demo 27 Agustus

Dari Ketegangan Massa Hingga Desakan RUU Perampasan Aset saat Demo 27 Agustus

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×