-
LTA Singapura menguji coba robot humanoid Olly di Stasiun MRT Little India hingga 11 September.
-
Robot Olly bertugas memberikan informasi jadwal kereta dan memandu rute pintu keluar stasiun.
-
Uji coba jam non-sibuk ini bertujuan mengevaluasi penerapan AI dalam mendukung layanan transportasi publik.
Suara.com - Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) resmi menguji coba robot humanoid bernama Olly di Stasiun MRT Little India untuk membantu navigasi penumpang. Uji lapangan ini menjadi langkah awal LTA dalam mengukur potensi integrasi teknologi robotik pada layanan operasional transportasi publik sehari-hari.
Uji coba berlangsung di area rute Downtown Line sejak Senin hingga 11 September pada jam kerja pukul 10.00 sampai 12.00 waktu setempat. Pengunjung stasiun kerap berhenti sejenak untuk berinteraksi langsung maupun sekadar mengambil dokumentasi visual robot berrompi reflektif tersebut.
Sistem kecerdasan buatan pada Olly membutuhkan pelafalan kata yang lantang dan jelas dari pengguna sebelum memberikan tanggapan berupa suara pria. Robot ini membutuhkan jeda beberapa detik untuk memproses instruksi audio serta menyaring suara latar stasiun yang cukup bising.
Penguji mencatat Olly sangat sigap saat menjawab jadwal kedatangan kereta paling awal maupun jadwal perjalanan kereta terakhir. Namun, respons robot mengalami sedikit kendala ketika dimintai petunjuk arah menuju pusat perbelanjaan Tekka Centre.
Pada percobaan awal, Olly merespons dengan petunjuk lisan namun belum bisa berjalan mengantar langsung ke pintu keluar terdekat. Pada percobaan selanjutnya, perangkat pemroses audio sempat keliru menangkap frasa kata hingga mengarahkan pengguna ke lokasi lain.
Bagaimana Robot Olly Memandu Penumpang di Area Stasiun?
Performa berbeda ditunjukkan saat pengguna meminta navigasi menuju Rumah Sakit Wanita dan Anak-anak KK. Olly langsung mengidentifikasi rute secara akurat dan menawarkan bantuan fisik untuk berjalan menuju pintu keluar tujuan.
“Hai, silakan lanjutkan ke pintu keluar F dan ikuti papan petunjuk ke Rumah Sakit KK,” kata Olly, sebelum berbalik menghadap ke arah pintu keluar.
“Apakah Anda ingin saya mengantar Anda ke sana? Katakan ya atau tidak.”
Setelah pengguna mengonfirmasi bantuan, Olly berjalan secara perlahan mengarahkan rombongan menuju gerbang pembayaran terdekat dari pintu keluar F. Langkah fisiknya bergerak secara bertahap dan hati-hati, berbeda dari aksi robot atraktif di ajang perlombaan.
Pergerakan robot di tengah lalu lalang stasiun ini dengan cepat memancing perhatian para pengguna jasa MRT. Saat beberapa orang berdiri terlalu dekat dan menghalangi langkahnya, sensor robot akan mengaktifkan peringatan otomatis.
"Tolong menjauh dari robot, terima kasih," kata Olly saat seseorang menghalangi jalannya.
Mengapa Stasiun Little India Dipilih Sebagai Lokasi Uji Coba?
Setibanya di depan pembatas gerbang tiket, Olly menghentikan langkah lalu memberikan instruksi lanjutan secara rinci. Olly memastikan penumpang memahami rute sambungan berikutnya sebelum mereka keluar dari area berbayar stasiun.
“Setelah melewati gerbang pembayaran, belok kiri terlebih dahulu, lalu naik eskalator kemudian lewati pintu masuk F untuk mencapai tujuan Anda,” katanya saat mencapai gerbang pembayaran.
Robot pemandu ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok, Unitree Robotics. Tim teknis LTA terus mendampingi seluruh aktivitas robot di lapangan untuk memastikan peranti keras dan lunak berjalan tanpa kendala teknis.
LTA melalui unggahan di media sosial pada 20 Agustus menyatakan bahwa uji coba ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi berbasis AI dapat mendukung operasional transportasi umum dan membuat pengalaman perjalanan Anda menjadi lebih baik.
Pihak otoritas sengaja mengoperasikan Olly pada jam longgar guna mengamati interaksi alami publik di lingkungan stasiun yang aktif.
"Tidak ada rencana segera untuk menugaskannya," sembari menambahkan bahwa Stasiun Little India dipilih karena lokasinya yang berdekatan dengan kantor pusat LTA.
Bagaimana Tanggapan Para Penumpang MRT Terhadap Robot Olly?
Presensi robot humanoid ini menarik minat anak-anak serta pengunjung yang memadati area stasiun. Seorang manajer konstruksi, Liu Hai Rui, menceritakan pengalaman putrinya yang berusia enam tahun saat memberanikan diri mendekati robot tersebut untuk berfoto bersama.
Mr Liu menyampaikan bahwa putrinya sempat ragu mendekati robot tersebut pada awalnya, setelah melihat robot humanoid memperagakan gerakan seni beladiri di televisi.
Sementara itu, seorang pensiunan asal Amerika Serikat berusia 69 tahun, Steve Walker, sengaja mendatangi lokasi karena memiliki latar belakang minat di bidang robotika. Walker mencoba berinteraksi langsung dan berhasil dipandu Olly menuju area eskalator arah North East Line.
Satu-satunya catatan evaluasi dari Walker terletak pada kepekaan mikrofon robot saat menangkap gelombang suara di tengah keramaian stasiun.
"Mikrofon searah yang mengarah ke orang yang berbicara akan lebih baik," katanya.
Meskipun demikian, Walker menyatakan kekagumannya bisa menyaksikan pergerakan fisik robot humanoid secara langsung di ruang publik.
"Untuk dapat melihat robot seimbang dan berjalan secara real-time, tanpa ada rasa goyah, saya sangat terkesan dengan hal itu," katanya.