Jangkau Tanah Baduy, PNM Tegaskan Komitmen Pemberdayaan hingga Pelosok Kanekes

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Selasa, 01 September 2026 | 14:01 WIB
Jangkau Tanah Baduy, PNM Tegaskan Komitmen Pemberdayaan hingga Pelosok Kanekes
PNM untuk pertama kalinya hadir di tanah Baduy luar dan menyalurkan pembiayaan kepada tiga perempuan asli suku Baduy bernama Saenah, Juni, dan Sarti. (Dok: PNM)

Suara.com - Di ujung kawasan Baduy luar, perjalanan menuju rumah-rumah warga tidak selalu bisa ditempuh dengan kendaraan. Semakin jauh melangkah, jalan berubah menjadi jalur setapak yang membelah rimbunnya hutan. Infrastruktur yang biasa memudahkan layanan keuangan formal terasa begitu jauh. Di kawasan permukiman Lebak 2, rumah-rumah warga berdiri menyatu dengan alam, jauh dari titik-titik yang lazim didatangi wisatawan.

Di tempat seperti inilah, kebutuhan untuk mengembangkan usaha tetap tumbuh. Hasil bumi harus diperjualbelikan ketika musim panen tiba. Warung harus tetap berputar. Kain khas Baduy dan tas koja terus dibuat sebagai bagian dari keterampilan dan sumber penghidupan masyarakat. Namun, ketika modal dibutuhkan, pilihan layanan keuangan formal tidak selalu mudah dijangkau. Jarak dan akses menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha dari rumah.

Keterbatasan akses itulah yang kemudian membawa cerita baru. Bukan masyarakat yang harus berjalan jauh mencari layanan keuangan, tetapi layanan yang datang mendekati mereka.

Melalui program Mekaar, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk pertama kalinya hadir di tanah Baduy luar dan menyalurkan pembiayaan kepada tiga perempuan asli suku Baduy bernama Saenah, Juni, dan Sarti. Ketiganya merupakan warga Lebak 2, yang rumahnya berada jauh di dalam kawasan permukiman dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati jalur hutan.

Perjalanan menuju rumah nasabah bukan sekadar perjalanan menembus jarak. Ada tujuan yang lebih besar yaitu memastikan keterbatasan geografis tidak menjadi alasan bagi perempuan pelaku usaha di wilayah terpencil untuk kehilangan kesempatan mengembangkan penghidupannya.

Saenah menjadi salah satu yang merasakan langsung kehadiran tersebut. Ia menjalankan usaha jual beli hasil bumi, sembari menganyam tas koja dan menenun kain khas Baduy. Pembiayaan pertama sebesar Rp4 juta dari PNM Mekaar digunakannya untuk membeli hasil bumi saat musim panen. Di kelompok yang sama, Juni memperoleh pembiayaan Rp6 juta untuk menopang usaha warungan dan jual beli hasil bumi, sementara Sarti menerima Rp4 juta untuk memperlancar perputaran modal usaha jual beli hasil bumi.

Menariknya, ketiganya tidak serta-merta mengenal layanan keuangan formal. Mereka mengenal PNM Mekaar justru dari lingkungan terdekat yaitu saudara mereka yang lebih dahulu menjadi nasabah dan merasakan manfaatnya. Ketika kebutuhan modal datang, terutama pada musim panen, proses pengajuan yang mereka nilai mudah dan tidak berbelit membuat mereka berani mengambil pembiayaan pertama dalam hidup mereka.

Bagi Saenah, kehadiran modal itu terasa sederhana, tetapi nyata. Ada barang-barang usaha yang kini bisa dibeli, ada kain yang dapat diperoleh, dan ada modal yang kembali berputar. “Dengan Mekaar, alhamdulillah itu dapat gitu ya. Barang-barang bisa kebeli. Sudah beli kain, sudah dapet juga buat usaha,” tuturnya sederhana.

Cerita dari tanah Baduy ini menjadi gambaran bagaimana PNM menjalankan perannya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Bagi PNM, menjangkau wilayah 3T bukan hanya tentang memperluas titik layanan, tetapi tentang mendatangi masyarakat yang membutuhkan akses, bahkan ketika perjalanan menuju mereka membutuhkan usaha lebih besar.

baca juga

Karena itu, di berbagai wilayah dengan tantangan geografis serupa, PNM mengoperasikan ratusan unit layanan yang secara khusus berupaya menjangkau nasabah di titik-titik yang sulit disentuh layanan formal. Kehadiran tersebut juga tidak berhenti pada pembiayaan. Model bisnis PNM Mekaar menggabungkan modal usaha dengan pendampingan, agar nasabah tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memulai atau memperbesar usaha, tetapi juga memiliki ruang untuk terus belajar dan bertumbuh.

Semangat untuk hadir sampai ke titik yang paling sulit dijangkau tersebut sejalan dengan pesan Direktur Utama PNM Kindaris. Menurutnya, ukuran keberhasilan PNM bukan semata-mata pada besarnya pembiayaan yang disalurkan. “Setiap perempuan prasejahtera di Indonesia berhak mendapatkan pembiayaan dan pemberdayaan dimanapun lokasi mereka.  Itu lah yang terus PNM upayakan, sejauh mana perusahaan mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat bahkan yang berada di wilayah paling sulit dijangkau,” jelas Kindaris.

Di Baduy, harapan itu hadir dalam bentuk yang mungkin terlihat sederhana berupa modal untuk membeli hasil bumi, menjaga warung tetap berjalan, atau membuat usaha terus berputar. Tetapi di balik angka tersebut ada keberanian untuk mencoba, kesempatan untuk bertumbuh, dan keyakinan bahwa akses terhadap pembiayaan tidak seharusnya ditentukan oleh seberapa jauh seseorang tinggal dari pusat kota.

Tiga pencairan pertama di tanah Baduy luar akhirnya menjadi lebih dari sekadar catatan penyaluran pembiayaan. Ia menjadi penanda bahwa ketika ada perempuan yang ingin mengembangkan usahanya, PNM bersedia menempuh jalan yang lebih jauh untuk menemuinya.

“Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dihadiri PNM memberikan pembiayaan dan pemberdayaan selama masih ada perempuan yang ingin usahanya tumbuh,” tutup Kindaris. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kehilangan Rumah dan Tempat Usaha, Nasabah PNM Mekaar di Desa Sade Ditemani PNM Lewati Masa Sulit

Kehilangan Rumah dan Tempat Usaha, Nasabah PNM Mekaar di Desa Sade Ditemani PNM Lewati Masa Sulit

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja

Dari Penghasilan Menjadi Harapan, PNM Bantu Tika Gerakkan Ekonomi Keluarga dan Buka Lapangan Kerja

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya

Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:46 WIB

PNM Dorong Semangat dan Daya Juang Karyawan Lewat Grand Final PORSENI 2026

PNM Dorong Semangat dan Daya Juang Karyawan Lewat Grand Final PORSENI 2026

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×