Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

Muhamad Yasir

Rabu, 02 September 2026 | 15:58 WIB
Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo
Proses ekshumasi jenazah Sutrimo (42) di Pemakaman Umum Bantaragung, Desa Wlahara, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026). [Istimewa]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya akan mendalami keterlibatan staf Kejagung Febrio Adiono di balik kematian Sutrimo.
  • Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik setelah melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo.
  • Keluarga menemukan transaksi mencurigakan Rp5 juta direkening korban untuk memintanya kembali ke Jakarta dari Banyumas.

Suara.com - Polda Metro Jaya akan mendalami keterlibatan staf administrasi Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrio Adiono, dalam penyidikan kasus kematian Sutrimo.

Pendalaman dilakukan setelah nama Febrio masuk dalam daftar pihak yang diminta keluarga Sutrimo untuk diperiksa sebagai saksi.

Kabid Humas Podla Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan permintaan tersebut akan ditindaklanjuti meski penyidik belum memastikan jadwal pemeriksaannya.

“Pasti salah satunya akan kita dalami,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Budi penyidik kekinian masih menunggu hasil penelitian laboratorium forensik setelah melakuakan ekshumasi jenazah Sutrimo. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu bahan penyidik dalam mengungkap penyebab kematian korban.

"Dalam dekat ini hasilnya dari labfor akan keluar,” katanya.

Kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo, Aan Rohaeni saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan surat permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Senin (31/8/2026). ANTARA/Ilham Kausar
Kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo, Aan Rohaeni saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan surat permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Senin (31/8/2026). ANTARA/Ilham Kausar

Keluarga Soroti HP hingga Peran Febrio

Kasus kematian Sutrimo hingga kini masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satunya mengenai telepon genggam (HP) milik korban yang belum ditemukan.

Keluarga kemudian meminta penyidik memeriksa Febrio karena menduga dia mengetahui rangkaian peristiwa sebelum hingga setelah Sutrimo ditemukan meninggal dunia.

baca juga

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, menyebut Febrio diduga memiliki informasi penting karena disebut sebagai orang yang mengantar jenazah Sutrimo serta pihak yang mengambil keputusan agar korban tidak dilakukan autopsi.

"Febrio Adiono sebenarnya dalam hal ini saksi kunci karena memang beliau juga orang yang mengantar jenazah dan yang memutuskan agar Sutrimo tidak dilakukan autopsi," kata Aan.

Keluarga Sutrimo juga menyoroti transaksi Rp5 juta yang masuk ke rekening korban pada 15 Juli 2026.

Aan menyebut informasi tersebut diperoleh dari adik Sutrimo, Anis dan Shoim. Uang tersebut disebut berasal dari seorang perempuan berinisial YLD yang diduga merupakan ajudan eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Menurut Aan, transfer tersebut diduga berkaitan dengan permintaan agar Sutrimo kembali ke Jakarta dari Banyumas.

Keluarga menduga Sutrimo sebelumnya memilih pulang kampung karena khawatir dengan proses penggeledahan di kediaman mantan majikannya Febrie Adriansyah terkait penyidikan dugaan korupsi dan pencucian uang.

Saat meninggalkan Jakarta, Sutrimo disebut hanya membawa ponsel dan dompet. Ia juga disebut mengenakan celana pendek dan tidak membawa tas.

"Dia istilahnya kaburlah karena ketakutan ya karena proses banyak proses penggeledahan dan lain-lain," ujar Aan.

Sesampainya di kampung halaman, Sutrimo disebut kembali mendapat telepon dari majikannya untuk segera ke Jakarta. Febrie juga disebut menyiapkan tiket perjalanan dan orang yang akan mendampingi Sutrimo dari Stasiun Purwokerto.

Namun, Sutrimo disebut tidak memiliki ongkos dari Wlahar, Wangon, Banyumas, menuju Purwokerto.

Tak lama kemudian, transfer Rp5 juta masuk ke rekening Sutrimo. Bagi keluarga, transaksi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang dinilai penting untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum kematian korban.

Aan menduga transfer tersebut berkaitan dengan permintaan agar Sutrimo kembali ke Jakarta. Bukti transaksi itu juga akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari bahan penyelidikan.

"Selain keterangan itu dikuatkan oleh keterangan bukti transfer ternyata benar," ungkap Aan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

Misteri Kematian Sutrimo: Transfer Rp5 Juta, Ponsel Hilang, dan Jejak Terakhir di Jakarta

News | Rabu, 02 September 2026 | 10:56 WIB

Ada Aliran Dana ke Rekening Sutrimo dari Ajudan Febrie Adriansyah Sebelum Ditemukan Tewas

Ada Aliran Dana ke Rekening Sutrimo dari Ajudan Febrie Adriansyah Sebelum Ditemukan Tewas

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Misteri Busa di Mulut dan Ponsel yang Hilang, Keluarga Duga Febrio Adiono Tahu Soal Kematian Sutrimo

Misteri Busa di Mulut dan Ponsel yang Hilang, Keluarga Duga Febrio Adiono Tahu Soal Kematian Sutrimo

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

×