- Buku berjudul Islam Ala Prabowo diterbitkan tahun 2025 dan diinisiasi Anwar Iskandar serta Ahmad Muzani.
- Yusril Ihza Mahendra mengklarifikasi pada 8 September 2026 bahwa dirinya hanya bertindak sebagai narasumber wawancara.
- Buku tersebut membahas perspektif keislaman, moral, serta pengaruhnya terhadap perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo Subianto.
Suara.com - Buku "Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" sedang menjadi buah bibir di media sosial.
Buku yang sebenarnya telah diterbitkan sejak 2025 itu menjadi sorotan setelah sejumlah nama yang dikaitkan dengan isinya memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan mereka.
Perhatian publik salah satunya tertuju pada nama Yusril Ihza Mahendra yang disebut dalam pembahasan buku tersebut.
Menurut daftar isi buku "Islam Ala Prabowo" yang beredar di media sosial, nama Yusril Ihza Mahendra muncul dalam "Bagian 1 - Islam Perdamaian dan Keadilan".
Yusril kemudian menegaskan bahwa dirinya bukan penulis buku dan keterlibatannya hanya sebagai narasumber yang diwawancarai oleh tim penyusun.
Beberapa tokoh juga muncul untuk memberikan klarifikasi terkait nama mereka yang dicantumkan dalam buku "Islam Ala Prabowo".
Lalu, siapa sebenarnya penulis buku "Islam Ala Prabowo"? Berikut penjelasannya berdasarkan keterangan resmi.
Siapa Sebenarnya Penulis Buku 'Islam Ala Prabowo'?

Buku "Islam Ala Prabowo" pertama kali diterbitkan pada April 2025. Peluncurannya kemudian dilakukan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025.
Meski namanya ada dalam judul, buku "Islam Ala Prabowo" tidak ditulis oleh Prabowo Subianto. Penuliskan buku ini diinisiasi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani.
Kemudian, jika mengacu pada katalog Gramedia, buku setebal sekitar 300-an halaman itu disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas. Sementara penerbitnya adalah Atmosphere Publishing House.
Selain nama-nama di atas, ada Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Asep Saifuddin Chalim yang turut menulis bagian epilog buku "Islam Ala Prabowo". Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Asep saat peluncuran buku tersebut pada Agustus 2026.
"Sebagai salah seorang yang ikut menulis, epilognya saya yang menulis, kalau buku ini diluncurkan pada bulan Agustus itu tepat sekali karena tekad beliau," kata Asep Saifuddin Chalim, dilansir dari ANTARA pada Selasa, 8 September 2026.
"Bapak Prabowo adalah untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan menjadi sebuah kenyataan," lanjutnya.
Yusril Ihza Mahendra Bantah Menulis Buku 'Islam Ala Prabowo'

Nama Yusril Ihza Mahendra menjadi salah satu yang disorot setelah buku tersebut kembali viral. Namun, Yusril memberikan klarifikasi pada 8 September 2026 bahwa dirinya bukan penulis buku tersebut.
Yusril mengatakan keterlibatannya hanya sebagai salah satu narasumber yang diwawancarai oleh tim penyusun. Ia juga menyebut tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan judul, proses penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku.