DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB
DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]
baca 10 detik
  • DPR AS resmi menolak resolusi pemakzulan Presiden Donald Trump melalui pemungutan suara parlemen.

  • Fraksi Demokrat memilih abstain karena menunggu hasil penyelidikan komprehensif dari Kongres AS.

  • Inisiatif pemakzulan diajukan Al Green atas tuduhan penyalahgunaan wewenang penegakan hukum imigrasi.

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat DPR Amerika Serikat resmi menghentikan langkah pemakzulan Presiden Donald Trump setelah mayoritas anggota parlemen menolak usulan tersebut. Pemungutan suara berakhir dengan 232 suara menentang, 147 mendukung, dan 47 anggota memilih abstain.

Sikap abstain dari puluhan politikus Partai Demokrat menjadi kunci utama yang menggagalkan manuver politik ini. Mereka sengaja menahan dukungan formal karena menilai proses pemakzulan harus didahului oleh investigasi Kongres yang mendalam.

Langkah hukum ini berawal dari inisiatif politikus Demokrat asal Texas, Al Green, yang mengajukan draf resolusi sejak Agustus. Green secara terbuka menuduh sang presiden menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan politik personal.

Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]
Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]

Politikus Partai Demokrat asal Texas itu menuding "Trump telah mengubah lembaga penegak hukum imigrasi menjadi pasukan polisi paramiliter miliknya sendiri yang tidak bertanggung jawab kepada siapa pun."

Pimpinan Fraksi Demokrat di DPR AS memilih opsi memilih hadir tanpa menentukan sikap atas mosi penangguhan tersebut. Pendekatan hati-hati ini diambil guna memastikan seluruh bukti pelanggaran terkumpul secara kuat sebelum menggelar sidang pemakzulan resmi.

Strategi internal Partai Demokrat yang belum bulat menjadi alasan utama resolusi ini kandas di tingkat voting. Banyak anggota memilih fokus memenangkan pemilu paruh waktu mendatang ketimbang memaksakan pemakzulan yang prematur.

Donald Trump sendiri sudah mengantisipasi serangan politik ini sejak jauh-jauh hari melalui berbagai pernyataan publiknya. Ia menilai dinamika di parlemen sangat bergantung pada peta kekuatan partai pascapemilu November.

Trump pun berulang kali mengatakan "akan menghadapi pemakzulan jika Partai Demokrat memenangkan pemilihan paruh waktu pada November mendatang dan menguasai Kongres AS."

Upaya pemakzulan presiden di Amerika Serikat membutuhkan koridor hukum yang amat ketat serta dukungan mayoritas mutlak. Tanpa hasil penyelidikan komprehensif dari komite Kongres, setiap draf pemakzulan rentan patah di tengah jalan.

baca juga

Isu penyalahgunaan wewenang penegakan hukum imigrasi kini tetap menjadi komoditas politik panas menjelang pemilu paruh waktu. Penolakan resolusi ini sekaligus mempertegas peta persaingan sengit antara kubu Republik dan Demokrat di parlemen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×