- Arab Saudi menyatakan berhasil menghancurkan sebuah drone Houthi di selatan Makkah pada Selasa malam tanpa menimbulkan korban.
- Kelompok Houthi dengan tegas membantah tuduhan Arab Saudi dan menyebut klaim penargetan kota suci tersebut sebagai kebohongan.
- Eskalasi konflik bersenjata ini memicu peringatan udara di berbagai kota serta memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman.
Suara.com - Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman menuju Makkah.
Namun, Houthi membantah telah menargetkan kota suci tersebut dan menyebut klaim Arab Saudi sebagai kebohongan.
Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara negaranya mencegat drone tersebut pada Selasa malam.
Drone disebut dihancurkan di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar kota suci.
Menurut al-Maliki, tidak ada laporan mengenai korban maupun kerusakan akibat insiden tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa drone tidak sampai memasuki wilayah udara terlarang Makkah.

Al-Maliki menyebut peluncuran drone tersebut sebagai upaya agresif terbaru yang menurut pihak Saudi ditujukan ke Makkah.
Ia kemudian mengingatkan bahwa keamanan Makkah dan dua Masjid Suci merupakan “garis merah”.
Arab Saudi juga mengaitkan insiden terbaru tersebut dengan kejadian pada 2017.
Saat itu, pemerintah Saudi mengklaim berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan menuju wilayah Makkah.
Houthi Bantah Targetkan Makkah
Kelompok Houthi langsung membantah tuduhan tersebut.
Anggota biro politik Houthi, Hazam al-Asad seperti dikutip dari Arab48.com, menyebut klaim mengenai serangan terhadap Makkah sebagai kebohongan.
Ia menegaskan bahwa kelompoknya tidak menargetkan tempat-tempat suci umat Islam.
Bantahan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Perselisihan mengenai tujuan drone tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.
Arab Saudi dan koalisi militernya menyatakan drone mengarah ke Makkah, sementara Houthi menyangkalnya.
Peringatan Udara Muncul di Sejumlah Kota
Insiden drone tersebut terjadi bersamaan dengan serangkaian peringatan udara di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Peringatan dilaporkan muncul di Jeddah, Taif dan Makkah sebelum kemudian dicabut.
Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk Khamis Mushait, Abha dan wilayah Jazan.
Situasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan antara Arab Saudi dan Houthi.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi disebut melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk pangkalan militer di Khamis Mushait.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebelumnya menyatakan bahwa serangkaian serangan di Abha, Khamis Mushait, Jazan dan Najran menyebabkan 73 warga sipil terluka.
Data tersebut mencakup perempuan dan anak-anak, berdasarkan informasi yang disampaikan OKI pada 8 September.
Konflik Meluas ke Yaman dan Laut Merah
Di sisi lain, Houthi menuding Arab Saudi melakukan serangan udara di wilayah Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim puluhan serangan udara dilancarkan ke sejumlah provinsi Yaman, termasuk Taiz, Al Jawf, Al Bayda, Saada dan Amran.
Perkembangan tersebut berlangsung bersamaan dengan laporan mengenai pergerakan Houthi di pesisir barat Yaman.
Wilayah di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb menjadi perhatian karena memiliki posisi strategis bagi jalur perdagangan internasional.
Pertempuran yang kembali meningkat juga dilaporkan menyebabkan puluhan ribu warga Yaman mengungsi.
Eskalasi tersebut menambah kekhawatiran terhadap kondisi kemanusiaan di negara yang telah lama dilanda konflik.
OKI pada Rabu turut mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan Houthi terhadap Makkah dan wilayah Madinah.
Organisasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap serangan yang menargetkan tempat suci maupun fasilitas sipil.