Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB
Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988
Ilustrasi Salju Abadi. Sumber: BMKG
baca 10 detik
  • Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan salju abadi Papua tersisa dua persen pada 2025 dan diprediksi punah tahun 2027.
  • Kawasan Pasifik Barat Daya mengalami tahun terpanas kedua pada 2025 dengan kenaikan suhu rata-rata 0,37 derajat Celsius.
  • Siklon Senyar menewaskan lebih dari 1200 orang di Indonesia dan Malaysia setelah mendarat pada November 2025.

Suara.com - Salju abadi di Papua terus menyusut di tengah pemanasan yang melanda kawasan Pasifik Barat Daya. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat luas es yang tersisa di Papua pada 2025 diperkirakan hanya sekitar 2 persen dari luas yang teramati pada 1988.

WMO memperkirakan gletser tropis terakhir di kawasan tersebut dapat menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027.

Penyusutan salju abadi Papua menjadi salah satu gambaran perubahan iklim di kawasan tersebut. Dalam laporan State of the Climate in the South-West Pacific 2025, WMO mencatat 2025 sebagai tahun terpanas kedua yang pernah tercatat di Pasifik Barat Daya, setelah 2024.

Pada saat yang sama, kawasan ini menghadapi pemanasan laut, gelombang panas laut, kenaikan muka air laut, pengasaman laut, serta cuaca ekstrem.

Laporan tersebut disusun WMO bersama badan meteorologi dan hidrologi nasional, pakar iklim dan kelautan, serta lembaga PBB dan mitra internasional lainnya.

“Bagi banyak negara dan wilayah di Pasifik Barat Daya, laut menjadi pusat kehidupan, perekonomian, dan ketahanan,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.

Salju abadi Papua di ambang penyusutan

Di Papua, penyusutan gletser menjadi salah satu perubahan yang paling mudah terlihat. Es tropis yang tersisa pada 2025 hanya sekitar 2 persen dari luas yang tercatat pada 1988.

Jika tren tersebut berlanjut, WMO memperkirakan gletser tropis terakhir di kawasan Pasifik Barat Daya akan menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027. Hilangnya gletser ini bukan hanya menandai berkurangnya lapisan es di pegunungan Papua, tetapi juga menjadi indikator perubahan kondisi iklim di kawasan tropis.

baca juga

Secara lebih luas, suhu rata-rata permukaan udara di Pasifik Barat Daya pada 2025 tercatat sekitar 0,37 derajat Celsius di atas rata-rata 1991-2020.

Kondisi laut juga menunjukkan pemanasan yang kuat. Kandungan panas laut hingga kedalaman 700 meter mencapai rekor di sejumlah wilayah, termasuk selatan Australia, Laut Tasman bagian selatan, sebagian Pasifik Utara tropis, serta wilayah selatan Sumatra.

Pemanasan tersebut berkontribusi terhadap semakin sering dan lamanya gelombang panas laut. Pada 2025, fenomena itu memengaruhi hampir seluruh wilayah perairan Pasifik Barat Daya.

Meski cakupannya lebih kecil dibandingkan 2024, WMO menyebut luas gelombang panas laut pada 2025 merupakan yang terbesar yang pernah tercatat dalam satu tahun tanpa fenomena El Nino.

Gelombang panas laut dapat memicu pemutihan terumbu karang, kematian ikan, gangguan terhadap budidaya perikanan, kematian hutan kelp, perubahan persebaran spesies, hingga ledakan alga berbahaya.

Muka laut naik, laut makin asam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:42 WIB

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:19 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×