Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 17 September 2026 | 15:19 WIB
Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil
Menteri HAM Natalius Pigai. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menteri HAM Natalius Pigai melarang TPNPB-OPM membunuh atau menyandera warga sipil di Jakarta pada Kamis (17/9/2026).
  • Pigai meminta aparat keamanan Indonesia agar tidak melibatkan masyarakat sipil dalam operasi pengamanan di wilayah Papua.
  • Konflik di Papua dinilai telah bergeser menjadi kekerasan berbasis identitas yang dapat memecah belah masyarakat.

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) tidak boleh membunuh maupun menyandera warga sipil dalam konflik di Papua.

Pigai meminta warga sipil tidak dijadikan sasaran dalam konflik bersenjata. Menurutnya, jika ada warga yang dianggap melakukan pelanggaran, mereka harus ditangkap dalam keadaan hidup dan diproses sesuai hukum.

"TPN-OPM tidak boleh membunuh warga sipil, tidak boleh, tidak boleh. Masalahnya mereka ini mungkin ada penasehatnya," kata Pigai di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Pigai kemudian mengungkap dugaan adanya pihak yang memberikan nasihat kepada kelompok tersebut untuk mengidentifikasi warga sipil berdasarkan identitas sebelum melakukan eksekusi.

"Masalahnya, penasehatnya bahwa warga sipil identitasnya mereka pegang dulu baru orangnya dieksekusi. Tapi tidak boleh. Sandera tidak boleh ya, saya larang ya, tidak boleh. Maksudnya jangan hilangkan nyawa. Ditangkap hidup-hidup baru dikasih hukuman," ujarnya.

Dia menegaskan larangan tersebut berlaku terhadap tindakan penyanderaan maupun pembunuhan warga sipil.

"Saya larang disandera ya. Larang, larang, jangan bunuh. Nyawa manusia itu tidak boleh bunuh. Kita nggak mau," tegas Pigai.

Pigai mengatakan perlindungan terhadap warga sipil tidak hanya ditujukan kepada TPN-OPM.

Dia juga meminta aparat RI tidak melibatkan masyarakat sipil dalam operasi pengamanan yang dilakukan di wilayah konflik Papua.

baca juga

"Jadi ini saya sampaikan bahwa TPN juga tidak boleh bunuh warga sipil. Tapi aparat juga jangan melibatkan warga sipil dalam operasi," kata Pigai.

Pernyataan Pigai tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap rentetan kekerasan yang menimpa warga sipil di Papua dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Pigai juga menyoroti perubahan pola konflik di Papua. Dia mengatakan konflik tidak lagi hanya berupa perlawanan bersenjata antara OPM dan TNI-Polri, tetapi menurutnya mulai bergeser ke persoalan identitas, termasuk ras, etnik, suku, dan agama.

Pigai mengingatkan agar kekerasan terhadap warga berdasarkan identitas tidak dianggap sebagai persoalan biasa. Dia khawatir pola tersebut semakin mengakar dan membuat hubungan antara masyarakat asli Papua dan warga pendatang semakin terpecah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Kena Reshuffle: Bangun Bangsa Harga Mati

Natalius Pigai Tegaskan Tak Takut Kena Reshuffle: Bangun Bangsa Harga Mati

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:59 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

Terkini

AI Mulai Bawa Kreator Digital ke Layar Lebar, CapCut Dorong Cara Baru Bikin Film

AI Mulai Bawa Kreator Digital ke Layar Lebar, CapCut Dorong Cara Baru Bikin Film

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 15:17 WIB

Harga Cabai Merah-Rawit di Sumut Semakin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu per Kg

Harga Cabai Merah-Rawit di Sumut Semakin Pedas, Tembus Rp 80 Ribu per Kg

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 15:16 WIB

5 Sunscreen Korea Terbaik untuk Kulit Berminyak sesuai Review dan Harga

5 Sunscreen Korea Terbaik untuk Kulit Berminyak sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 15:15 WIB

Destined with You: Kisah Cinta yang Terhalang Kutukan dan Rahasia Masa Lalu

Destined with You: Kisah Cinta yang Terhalang Kutukan dan Rahasia Masa Lalu

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:15 WIB

Viral Penipuan Jual Beli Emas Modus Transaksi Segitiga di Medan

Viral Penipuan Jual Beli Emas Modus Transaksi Segitiga di Medan

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 15:15 WIB

Sering Dianggap Sama, Ini 4 Perbedaan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau

Sering Dianggap Sama, Ini 4 Perbedaan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'

FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Yamaha Garap Motor Plug-in Hybrid Proto PHEV dan Skutik Hybrid Canggih

Yamaha Garap Motor Plug-in Hybrid Proto PHEV dan Skutik Hybrid Canggih

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Tercatat Desil 1 tapi PKH Tak Cair, Farida: Saya Tidak Bekerja, Anak Saya Empat

Tercatat Desil 1 tapi PKH Tak Cair, Farida: Saya Tidak Bekerja, Anak Saya Empat

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:12 WIB

×