- Prabowo mengaku dipesan untuk tidak lagi berjoget di depan publik.
- Ia menyebut pakar menilai pemimpin negara tak pantas berjoget.
- Prabowo menilai rakyat justru menyukai gaya joget tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya sempat mendapat pesan agar tidak lagi berjoget di depan publik. Namun, Prabowo justru menilai kebiasaan tersebut tidak menjadi persoalan karena masyarakat menyukainya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (18/9/2026).
"Saya sudah dipesen saya tidak boleh joget," kata Prabowo.
Pesan tersebut berkaitan dengan kritik dari sejumlah pakar yang menilai seorang pemimpin negara maupun pemerintah tidak semestinya berjoget di depan publik.
Prabowo kemudian menanggapi pandangan tersebut dengan mempertanyakan apakah gaya tersebut benar-benar tidak disukai masyarakat.
"Jadi pakar-pakar itu mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana rakyat kita suka joget kok," ujar Prabowo.
Joget memang menjadi salah satu gestur yang lekat dengan Prabowo sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Ia beberapa kali berjoget mengikuti irama musik, baik setelah menyampaikan pidato maupun di sela-sela acara.
Kali ini, Prabowo menunjukkan bahwa dirinya mengetahui adanya kritik terhadap kebiasaan tersebut. Namun, ia memilih mempertentangkan pandangan para pakar dengan respons masyarakat yang menurutnya justru menikmati gaya tersebut.
Sebelum membahas soal joget, Prabowo sempat berinteraksi dengan kader PAN dan tamu undangan mengenai pidato yang tengah disampaikannya.
"Bener ini? Lu, lu orang belum bosen lu denger gue? Hah? Presiden jangan ngomong lu gue dong," ucap Prabowo.