- Kelompok Houthi meluncurkan rudal balistik ke arah Riyadh dan sejumlah kota lainnya di Arab Saudi.
- Negara-negara Arab dan dunia Islam menyatakan solidaritas serta dukungan penuh terhadap keamanan dan kedaulatan Arab Saudi.
- Berbagai negara mengecam serangan tersebut dan mendesak masyarakat internasional mengambil sikap tegas demi stabilitas kawasan.
Suara.com - Gelombang kecaman dari negara-negara Arab dan dunia Islam mengalir setelah Arab Saudi menyatakan kelompok Houthi meluncurkan rudal balistik ke arah Riyadh dan berupaya menargetkan sejumlah kota lainnya.
Kecaman tersebut datang dari negara-negara Teluk hingga Mesir, Yordania dan Lebanon.
Mereka menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi serta mendukung upaya kerajaan menjaga keamanan, kedaulatan, dan keselamatan wilayahnya.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jassem Mohamed Albudaiwi seperti dikutip dari fananews, mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan berkelanjutan Houthi terhadap Arab Saudi.
Dalam pernyataannya, Albudaiwi menyoroti peluncuran rudal balistik ke arah Riyadh serta upaya serangan terhadap sejumlah wilayah Saudi lainnya.
Ia menilai upaya menargetkan warga sipil dan infrastruktur membutuhkan sikap tegas dari masyarakat internasional.
![Laporan gambar dan rekaman asap yang membumbung dari fasilitas-fasilitas di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangan rudal balistik [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/71973-serangan-houthi-di-arab-saudi.jpg)
Kuwait, Yordania hingga Bahrain Mengecam
Kementerian Luar Negeri Kuwait turut mengecam upaya serangan terhadap Riyadh, Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu.
Kuwait menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi serta hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Pemerintah Kuwait juga menegaskan solidaritasnya kepada Riyadh dan mendukung langkah yang diambil untuk menjaga keamanan negara.
Kecaman serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Yordania.
Amman menyebut upaya serangan rudal balistik ke Riyadh dan kota-kota Saudi lainnya sebagai ancaman terhadap keamanan serta stabilitas kerajaan.
Yordania juga menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dari Manama, Bahrain mengecam upaya serangan terhadap Riyadh, Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu.
Bahrain menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil sikap tegas untuk menghentikan serangan semacam itu.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Lebanon menyebut penargetan Riyadh sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Beirut juga menilai serangan terhadap kota dan fasilitas sipil dapat mengancam keamanan serta stabilitas kawasan.
Mesir dan Liga Dunia Islam Nyatakan Solidaritas
Mesir juga menyatakan penolakan terhadap serangan yang disebut menargetkan Riyadh.
Kementerian Luar Negeri Mesir menegaskan dukungan terhadap keamanan dan kedaulatan Arab Saudi.
Sikap serupa disampaikan Liga Dunia Islam. Sekretaris Jenderal Liga Dunia Islam, Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, kembali menegaskan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi.
Liga Dunia Islam juga menyatakan dukungan terhadap langkah yang diambil pemerintah Saudi untuk menjaga keamanan warga negara maupun penduduk yang tinggal di wilayah kerajaan.