Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

Pebriansyah Ariefana

Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB
Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra
Kabut asap kebakaran hutan Sumatra melumpuhkan pendapatan pekerja kecil dan memicu penyakit pernapasan warga. (CNA)
baca 10 detik
  • Kebakaran hutan Sumatra memicu kabut asap pekat yang merusak kesehatan dan melumpuhkan ekonomi warga.

  • Pendapatan pedagang dan pekerja informal di Palembang merosot tajam akibat sepinya aktivitas masyarakat.

  • Pemerintah menyediakan fasilitas pengobatan gratis di tengah ancaman kemarau panjang akibat super-El Nino.

Sektor pendidikan ikut terdampak parah hingga memaksa proses belajar mengajar dialihkan penuh secara daring dari rumah. Reuters mencatat lebih dari 1,4 juta siswa di enam provinsi terdampak terpaksa belajar jarak jauh demi menghindari paparan asap.

Krisis lingkungan ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan kesehatan nasional hingga 123 triliun rupiah berdasarkan perhitungan Center for Economic and Law Studies (Celios). Oktarina juga mengkhawatirkan kondisi keselamatan orang tuanya yang tinggal di area pelosok dekat titik kebakaran.

“Saya sangat mengkhawatirkan mereka. Kabut asap di sana jauh lebih parah dibandingkan di kota,” kata Oktarina.

“Tapi apa boleh buat? Saya juga harus bekerja supaya bisa mengirimkan uang untuk mereka,” ujar Oktarina.

Ancaman bencana asap diprediksi bertahan lebih lama akibat masuknya fenomena iklim "super-El Nino" yang memperpanjang masa kemarau. Musim penghujan diperkirakan baru akan masuk secara merata di sebagian besar wilayah Indonesia pada Desember.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan bahwa puncak krisis masih berpotensi terjadi mengingat curah hujan signifikan baru diprediksi turun awal Oktober. Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian nasib para pekerja informal yang menggantungkan hidup di jalanan.

Sebagai langkah penanganan emergency, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan rumah sakit daerah dan puskesmas untuk menyediakan layanan oksigen serta pengobatan gratis. Posko kesehatan bergerak juga dibangun untuk menjangkau korban di wilayah terpencil yang minim stasiun pemantau kualitas udara.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terjadi hampir setiap musim kemarau akibat praktik pembukaan lahan pertanian serta perkebunan. Lahan gambut yang mengering memperparah situasi karena api mudah menyebar di bawah permukaan tanah dan membara selama berminggu-minggu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 21:43 WIB

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:35 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

×