- Prabowo berkomitmen menindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan dalam pidatonya di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
- Kapolri melaporkan kepada presiden bahwa terdapat 95 korporasi yang diduga terlibat dan bertanggung jawab atas bencana karhutla tersebut.
- Presiden menegaskan akan mencabut izin operasional seluruh perusahaan nakal yang terbukti melanggar hukum setelah bukti terkumpul.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pada acara HUT PAN ke-28 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.
Awalnya Prabowo menyampaikan jika dirinya sangat sedih setiap terjadinya kebakaran hutan. Apalagi hal itu diperparah dengan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja melakukan pembakaran.
"Kita sedih tiap kali kebakaran hutan. Benar? Tapi kita menemukan bahwa banyak kebakaran hutan itu diperparah oleh manusia-manusia tertentu," kata Prabowo.
Ia mengungkapkan, bahwa ia telah menerima laporan dari Kapolri mengenai puluhan perusahaan yang diduga menjadi dalang di balik maraknya bencana karhutla di tanah air.

"Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar, mereka ikut bertanggung jawab atas kebakaran-kebakaran itu. Saya sudah kasih petunjuk Kapolri, usut terus. Jangan ragu-ragu," ujarnya.
Kepala Negara menegaskan, tidak akan menoleransi korporasi nakal dan siap mengambil tindakan hukum terberat dengan mencabut izin operasional mereka demi menegakkan amanat konstitusi.
"Begitu bukti sudah kuat, lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu. Saya tidak ragu-ragu karena saya setia kepada Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33. Bumi dan air dan semua kekayaan alam dikuasai negara, apalagi yang melanggar," tegasnya.