- Wakil Menteri Luar Negeri Houthi, Abdul Wahid Aburas, menuding kebijakan Arab Saudi mengancam tempat suci Islam.
- Aburas menyoroti penyelenggaraan konser hiburan, hubungan diplomatik, serta kehadiran warga Israel di Arab Saudi.
- Jutaan warga Yaman diklaim secara konsisten turun ke jalan untuk membela tempat-tempat suci umat Islam.
Suara.com - Pejabat Houthi di Yaman kembali melontarkan tudingan keras terhadap Arab Saudi.
Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Houthi, Abdul Wahid Aburas, menilai sejumlah kebijakan Riyadh menjadi ancaman terhadap tempat-tempat suci umat Islam.
Dalam pernyataan kepada media, Aburas menyoroti penyelenggaraan konser hiburan di Arab Saudi serta kehadiran warga Israel di negara tersebut.
Aburas juga menyinggung hubungan Saudi dengan Israel yang menurutnya menjadi persoalan serius bagi kawasan.
Aburas menyebut kondisi tersebut sebagai ancaman langsung dan terang-terangan terhadap Makkah, Masjid Al-Aqsa, serta tempat-tempat suci umat Islam lainnya.

Houthi Klaim Rutin Gelar Aksi Bela Tempat Suci
Aburas juga mengeklaim masyarakat Yaman memiliki sikap konsisten dalam membela tempat-tempat suci umat Islam.
Ia menyebut jutaan warga Yaman terus turun ke berbagai lokasi untuk menyuarakan penolakan terhadap tindakan yang dianggap menghina Al-Qur'an, Nabi Muhammad, Makkah, maupun Masjid Al-Aqsa.
"Di antara masalah kami dengan rezim Saudi adalah penodaan tempat-tempat suci Islam dan dukungannya terhadap musuh-musuh umat," kata Aburas dinukil dari Masirahtv
Ia juga mengeklaim tidak ada masyarakat lain yang memiliki kepedulian terhadap isu penodaan tempat-tempat suci Islam seperti masyarakat Yaman.
Pernyataan tersebut merupakan sikap dari pejabat pemerintahan Houthi dan mencerminkan posisi politik kelompok tersebut terhadap Arab Saudi.
Tidak ada bukti yang disampaikan dalam pernyataan itu untuk mendukung tuduhan bahwa kebijakan Saudi secara langsung mengancam Makkah atau Masjid Al-Aqsa.
Singgung Israel dan Konflik Kawasan
Aburas turut menanggapi narasi yang dikaitkan dengan Israel mengenai kelompok Houthi.
Ia meminta pihak yang disebutnya sebagai corong Zionis mencari alasan lain untuk menyerang kelompok yang mengklaim sebagai keturunan kaum Ansar tersebut.
"Carilah alasan lain untuk menyerang keturunan Ansar selain klaim yang bertentangan dengan posisi saat ini dan bukti-bukti sejarah," ujarnya.