-
AS siap menggunakan senjata nuklir demi menjamin keselamatan Jepang dan Korea Selatan.
-
Aliansi trilateral ini menyepakati penghentian total pendanaan siber untuk nuklir Korea Utara.
-
Kerjasama tiga negara turut mencakup penguatan rantai pasok, semikonduktor, dan kecerdasan buatan.
Suara.com - Amerika Serikat secara mengejutkan menegaskan kesiapan penuh untuk mengerahkan seluruh kekuatan militer termasuk senjata nuklir demi melindungi Jepang dan Korea Selatan. Sinyal tegas ini disepakati langsung oleh ketiga negara dalam pertemuan tingkat tinggi di New York.
Langkah mengejutkan ini menjadi pemicu babak baru peta kekuatan militer Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan regional. Penggunaan jaminan nuklir secara terbuka membuktikan betapa krusialnya eskalasi ancaman di kawasan Asia Timur saat ini.
Kesepakatan tersebut sekaligus mengukuhkan koordinasi trilateral paling solid yang pernah digalang Washington bersama dua sekutu utamanya. Keputusan krusial ini dicapai seusai Menlu AS Marco Rubio, Menlu Jepang Toshimitsu Motegi, dan Menlu Korea Selatan Cho Hyun bertemu di sela Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB.

“Amerika Serikat menegaskan kembali komitmen yang tak tergoyahkan terhadap pertahanan Jepang dan Republik Korea, yang didukung oleh kekuatan militer Amerika yang tak tertandingi, termasuk kemampuan nuklirnya, serta menegaskan kembali komitmen pencegahan yang diperluas bagi Jepang dan Republik Korea,” demikian pernyataan dikutip dari dokumen Departemen Luar Negeri AS.
Komitmen bersama ini bertujuan utama untuk mengunci stabilitas keamanan di kawasan yang kian bergejolak.
“Menteri Luar Negeri AS dan para menteri luar negeri mitra menekankan komitmen mereka terhadap kerja sama keamanan yang kokoh,” tambah pernyataan tersebut.
Ketiga pejabat negara sepakat mendesak penghapusan total senjata nuklir Korea Utara tanpa syarat. Fokus utama mereka tertuju pada pemutusan jalur dana ilegal yang menyokong program rudal Pyongyang, termasuk aksi kejahatan siber.
Pintu diplomasi tetap dibuka lebar agar otoritas Korea Utara mau kembali berunding demi kedamaian bersama. Semenanjung Korea dinilai memerlukan kepastian stabilitas tanpa dibayang-bayangi ancaman senjata pemusnah massal.
Selain urusan militer, ketiga negara memperluas persekutuan mereka ke sektor benteng ekonomi dan teknologi masa depan. Langkah ini mencakup antisipasi gejolak rantai pasok global hingga pengembangan kecerdasan buatan serta semikonduktor.
Kemitraan strategis ini juga membidik kerja sama komersial dalam mempromosikan reaktor nuklir modular kecil ke pasar dunia.
Pertemuan di New York ini berlatar belakang meningkatnya ancaman kejahatan siber dan pengayaan nuklir Korea Utara yang kian mengkhawatirkan. AS bersama sekutu dekatnya bertekad membangun benteng pertahanan terpadu untuk meredam potensi konflik terbuka di Pasifik.