Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Pebriansyah Ariefana

Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB
Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api
ILUSTRASI badai (istimewa)
baca 10 detik
  • Topan Dujuan mengancam pesisir timur Jepang dengan angin kencang dan potensi rekor curah hujan.

  • Transportasi penerbangan dan kereta api lumpuh total di tengah periode libur panjang masyarakat Jepang.

  • Konser musik, pameran game, hingga jumlah penonton pembukaan Asian Games terdampak Badai Dujuan.

Suara.com - Ancaman badai besar memaksa otoritas Jepang menghentikan operasional transportasi publik darat dan udara di sepanjang wilayah pesisir timur. Siklon tropis Dujuan bergerak cepat mendekati Semenanjung Boso di Prefektur Chiba dengan kecepatan angin konstan mencapai 126 km/jam serta hempasan hingga 180 km/jam.

Lumpuhnya akses penerbangan udara dan lintasan kereta api utama langsung menghentikan mobilitas masyarakat di tengah momen libur panjang lima hari. Penerbangan dari dan menuju Pulau Hachijo resmi dihentikan oleh maskapai All Nippon Airways akibat hempasan angin kencang dan hujan lebat.

Langkah serupa diambil JR East yang membekukan sejumlah rute kereta di Chiba guna mengantisipasi risiko keselamatan penerbangan di Bandara Narita. Siklon ke-25 yang melanda Jepang sepanjang tahun ini turut memicu pembatalan massal panggung hiburan hingga pameran teknologi berskala internasional.

Penyelenggara festival musik Rock in Japan merilis pembatalan seluruh agenda konser, disusul penutupan pameran Tokyo Game Show pada hari yang sama. Panitia pesta olahraga Asian Games di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya bahkan melaporkan penurunan drastis jumlah penonton akibat kekhawatiran masyarakat terhadap cuaca buruk.

Dampak penurunan pengunjung terlihat nyata saat ribuan kursi kosong menghiasi kapasitas 30.000 tempat duduk stadion dalam upacara pembukaan. Wilayah pemukiman di sepanjang pesisir timur kini berada dalam status siaga tinggi terhadap potensi kehancuran infrastruktur akibat luapan air.

Dikutip dari BBC, Badan Meteorologi Jepang merilis peringatan dini mengenai ancaman curah hujan ekstrem yang diprediksi memecahkan rekor hingga hari Selasa. Lembaga tersebut mengimbau warga pesisir untuk waspada penuh karena Dujuan dapat membawa rekor curah hujan hingga Selasa dan mendesak penduduk di daerah pesisir untuk tetap waspada terhadap tanah longsor.

Proyeksi akumulasi air diperkirakan menembus 350 mm di kawasan Tokai serta 300 mm untuk Kanto dan Kepulauan Izu. Sementara itu, wilayah Tohoku diprediksi menerima guyuran hujan hingga 200 mm dalam durasi yang hampir bersamaan.

Kondisi tersebut memperbesar risiko bencana lanjutan di daratan yang berpotensi merendam area permukiman. Pihak berwenang memperingatkan bahwa "topan tersebut dapat menyebabkan banjir parah di daerah rendah."

Pergerakan badai ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga mengingat intensitas hujan lebat dapat memicu pergerakan tanah secara mendadak. Seluruh elemen masyarakat diminta terus memantau arahan evakuasi darurat dari pemerintah setempat.

baca juga

Jepang merupakan salah satu negara di kawasan Pasifik Barat yang rutin dilintasi badai tropis saban tahunnya, terutama pada periode musim panas hingga awal gugur. Kedatangan Topan Dujuan menjadi fenomena badai ke-25 yang menghantam daratan Jepang sepanjang tahun berjalan.

Kemunculan badai kali ini berdampak sangat fatal karena bertepatan langsung dengan periode libur nasional lima hari yang biasanya dipadati aktivitas pariwisata. Gangguan cuaca ekstrem ini tak hanya merusak iklim pariwisata lokal, tetapi juga mengganggu agenda olahraga multievent internasional yang sedang berlangsung di Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

News | Senin, 21 September 2026 | 09:02 WIB

Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix

Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 07:05 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Terkini

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Persib Bandung Berpeluang Hadapi Wakil Australia hingga Korea Selatan di Babak 16 Besar ACL 2

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng

Kaltim | Kamis, 05 November 2026 | 11:02 WIB

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

Pakar UGM Soroti Ketidakadilan Fiskal: PPh DPR Ditanggung Negara, Kenapa Pembalut Dipajaki?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

Ferry Boboho Putus Rantai Aliran Uang, Jaksa Hadapi Beban Ganda Buktikan Kasus Febrie?

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:01 WIB

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

5 Tersangka Korupsi Pembangunan Senilai Rp7,6 Miliar Ditahan

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:59 WIB

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:54 WIB

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:49 WIB

×