-
Topan Dujuan mengancam pesisir timur Jepang dengan angin kencang dan potensi rekor curah hujan.
-
Transportasi penerbangan dan kereta api lumpuh total di tengah periode libur panjang masyarakat Jepang.
-
Konser musik, pameran game, hingga jumlah penonton pembukaan Asian Games terdampak Badai Dujuan.
Suara.com - Ancaman badai besar memaksa otoritas Jepang menghentikan operasional transportasi publik darat dan udara di sepanjang wilayah pesisir timur. Siklon tropis Dujuan bergerak cepat mendekati Semenanjung Boso di Prefektur Chiba dengan kecepatan angin konstan mencapai 126 km/jam serta hempasan hingga 180 km/jam.
Lumpuhnya akses penerbangan udara dan lintasan kereta api utama langsung menghentikan mobilitas masyarakat di tengah momen libur panjang lima hari. Penerbangan dari dan menuju Pulau Hachijo resmi dihentikan oleh maskapai All Nippon Airways akibat hempasan angin kencang dan hujan lebat.
Langkah serupa diambil JR East yang membekukan sejumlah rute kereta di Chiba guna mengantisipasi risiko keselamatan penerbangan di Bandara Narita. Siklon ke-25 yang melanda Jepang sepanjang tahun ini turut memicu pembatalan massal panggung hiburan hingga pameran teknologi berskala internasional.
Penyelenggara festival musik Rock in Japan merilis pembatalan seluruh agenda konser, disusul penutupan pameran Tokyo Game Show pada hari yang sama. Panitia pesta olahraga Asian Games di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya bahkan melaporkan penurunan drastis jumlah penonton akibat kekhawatiran masyarakat terhadap cuaca buruk.
Dampak penurunan pengunjung terlihat nyata saat ribuan kursi kosong menghiasi kapasitas 30.000 tempat duduk stadion dalam upacara pembukaan. Wilayah pemukiman di sepanjang pesisir timur kini berada dalam status siaga tinggi terhadap potensi kehancuran infrastruktur akibat luapan air.
Dikutip dari BBC, Badan Meteorologi Jepang merilis peringatan dini mengenai ancaman curah hujan ekstrem yang diprediksi memecahkan rekor hingga hari Selasa. Lembaga tersebut mengimbau warga pesisir untuk waspada penuh karena Dujuan dapat membawa rekor curah hujan hingga Selasa dan mendesak penduduk di daerah pesisir untuk tetap waspada terhadap tanah longsor.
Proyeksi akumulasi air diperkirakan menembus 350 mm di kawasan Tokai serta 300 mm untuk Kanto dan Kepulauan Izu. Sementara itu, wilayah Tohoku diprediksi menerima guyuran hujan hingga 200 mm dalam durasi yang hampir bersamaan.
Kondisi tersebut memperbesar risiko bencana lanjutan di daratan yang berpotensi merendam area permukiman. Pihak berwenang memperingatkan bahwa "topan tersebut dapat menyebabkan banjir parah di daerah rendah."
Pergerakan badai ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga mengingat intensitas hujan lebat dapat memicu pergerakan tanah secara mendadak. Seluruh elemen masyarakat diminta terus memantau arahan evakuasi darurat dari pemerintah setempat.
- Semarak Pembukaan Asian Games 2026
Baca Juga
Jepang merupakan salah satu negara di kawasan Pasifik Barat yang rutin dilintasi badai tropis saban tahunnya, terutama pada periode musim panas hingga awal gugur. Kedatangan Topan Dujuan menjadi fenomena badai ke-25 yang menghantam daratan Jepang sepanjang tahun berjalan.
Kemunculan badai kali ini berdampak sangat fatal karena bertepatan langsung dengan periode libur nasional lima hari yang biasanya dipadati aktivitas pariwisata. Gangguan cuaca ekstrem ini tak hanya merusak iklim pariwisata lokal, tetapi juga mengganggu agenda olahraga multievent internasional yang sedang berlangsung di Jepang.