Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB
Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis
Close-up gajah Asia di habitat alaminya, dikelilingi oleh kehijauan yang subur, di luar ruangan. (dok.Pexels/Constanze Marie)

Suara.com - Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga habitat gajah Sumatra yang populasinya kian terdesak.

Ribuan titik panas terdeteksi di kawasan yang telah menjadi rumah bagi satwa tersebut sepanjang musim kebakaran tahun ini.

Kelompok konservasi Indonesia, Geopix, mencatat lebih dari 4.500 titik panas atau hotspot terdeteksi di 21 habitat gajah Sumatra sejak Juni hingga awal September. Bahkan dalam periode yang sama, lebih dari 560.000 hektare lahan ikut terbakar.

Kondisi tersebut berubah menjadi ancaman serius bagi gajah Sumatra, mengingat statusnya terancam punah membuat spesies gajah ini merupakan spesies paling langka di dunia. World Wildfire Fund (WWF) memproyeksikan hanya sekitar 2.400 hingga 2.800 gajah Sumatra yang tersisa hidup di alam liar.

Habitat Gajah Terus Terkikis

Rusaknya habitat gajah akibat kebakaran hutan membuat satwa tersebut kehilangan ruang hidup dan berkembang biak. Geopix menyorot kebakaran hutan ini mengakibatkan kehilangan, degradasi, serta fragmentasi habitat gajah Sumatra.

Senior wildfire campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, mendefinisikan dampak kebakaran terhadap habitat gajah Sumatra tahun ini sebagai kondisi yang "brutal".

Annisa melihat permasalahan tersebut bukan sekadar berhubungan erat dengan luas kawasan yang terbakar. Kebakaran turut mengubah kondisi ekologis yang dibutuhkan gajah untuk bertahan hidup.

"Secara ekologis, kebakaran menyebabkan hilangnya habitat, degradasi, dan fragmentasi," kata Annisa dikutip dalam laman resmi Phys.org, Selasa, (22/9).

baca juga

Bahkan terfragmentasinya habitat ini membuat ruang hidup gajah menjadi semakin terdesak. Kondisi itulah yang kemudian berdampak pada berbagai kebutuhan dasar satwa, termasuk ketersediaan makanan dan air.

Annisa menambahkan bahwa kebakaran menyebabkan berkurangnya sumber makanan dan air bagi gajah. Perubahan kondisi habitat juga memengaruhi cara satwa tersebut beraktivitas di lingkungan alaminya.

"Berkurangnya sumber makanan dan air memengaruhi pola pergerakan gajah," imbuhnya.

Perubahan pola pergerakan ini telah menjadi persoalan tersendiri. Sebab, gajah membutuhkan habitat yang cukup luas untuk mencari sumber makanan dan air.

Ketika diketahui bahwa kawasan tersebut rusak atau terfragmentasi, satwa jadi harus menghadapi lingkungan yang tidak lagi sama dengan kondisi sebelumnya.

Banyaknya Hotspot Ditemukan di Habitat Gajah

Tekanan terhadap habitat gajah ikut tersorot dari adanya peningkatan jumlah hotspot dalam beberapa waktu terakhir.

Geopix melaporkan lebih dari 2.800 hotspot terdeteksi di habitat gajah pada minggu pertama September. Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan 1.300 hotspot yang tercatat sepanjang Agustus.

Apabila dihitung sejak Juni hingga awal September, jumlah hotspot yang terdeteksi di 21 habitat gajah ini telah melampaui 4.500 titik.

Lonjakan tersebut terjadi ketika Indonesia masih mengalami gelombang kebakaran dan kabut asap di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Asapnya bahkan ikut menyebar hingga ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Hal ini berarti tekanan terhadap habitat gajah Sumatra terjadi ketika populasi tersebut sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Ancaman terhadap gajah tidak berhenti pada hilangnya habitat dan sumber makanan. Asap akibat kebakaran juga menjadi persoalan bagi satwa yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Annisa bahkan memperingatkan bahwa paparan asap beracun dari kebakaran bisa memperparah tekanan fisiologis pada gajah.

"Paparan asap beracun dari kebakaran dapat meningkatkan stres fisiologis pada hewan," tekannya.

Selain hilangnya ruang hidup, gajah juga menghadapi tekanan terhadap sumber daya dan meningkatnya paparan asap dari kebakaran.

El Nino dan Degradasi Hutan

Kebakaran hutan di Indonesia biasanya mengalami peningkatan ketika memasuki musim kemarau yang berlangsung sekitar Juli hingga Oktober. Namun, kebakaran hutan tahun ini diperparah oleh fenomena El Nino.

Tak hanya kondisi cuaca, para pakar juga mengaitkan kebakaran dengan fenomena perubahan iklim, degradasi hutan selama beberapa dekade, serta praktik pembukaan lahan dengan cara ditebang dan dibakar.

Pemerintah Indonesia melaporkan lebih dari 202.000 hektare lahan terbakar secara nasional sepanjang Januari hingga Juli.

Sementara, Proyek Nusantara Atlas memprediksi luas lahan terbakar pada periode yang sama mendekati 300.000 hektare.

Bahkan pada pekan sebelumnya, Nusantara Atlas juga memperkirakan total area terdampak kebakaran hingga Agustus telah mendekati 896.000 hektare.

Bagi gajah Sumatra, semakin luasnya area yang terbakar berarti besar pula tekanan terhadap habitat mereka yang digunakan untuk memperoleh makanan, air, dan ruang beraktivitas.

Hutan terus terdegradasi dan terfragmentasi, satwa yang sudah berada dalam kondisi tertekan ini harus bertahan di habitat yang semakin terbatas.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

Karhutla Picu 151 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 1.898 Tenaga Kesehatan

News | Senin, 21 September 2026 | 15:32 WIB

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

News | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

×