Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Galih Prasetyo, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB
Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034
Wisatawan melintasi lokasi semburan uap belerang yang keluar dari kawah di lereng Gunung Ungaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menargetkan kapasitas panas bumi nasional mencapai 4,1 gigawatt pada tahun 2030 mendatang.
  • PT PLN ditugaskan mengembangkan potensi panas bumi Gunung Ungaran di Jawa Tengah berkapasitas 55 megawatt.
  • Pengembangan energi panas bumi bertujuan memperkuat kelistrikan nasional sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Suara.com - Kapasitas pembangkit panas bumi di Indonesia ditargetkan mencapai sekitar 4,1 gigawatt (GW) pada 2030 dan bertambah menjadi sekitar 7,5 GW pada 2034.

Dalam jangka panjang, pemanfaatan energi terbarukan ini dipatok mencapai sekitar 23 GW pada 2060 guna mendukung target Net Zero Emission.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, menyatakan bahwa panas bumi merupakan sumber energi andal karena dapat menjadi base-load atau beroperasi secara berkelanjutan selama 24 jam untuk mendukung sistem kelistrikan.

"Panas bumi ini merupakan salah satu energi terbarukan yang handal karena dapat menjadi base-load, sehingga dapat beroperasi secara berkelanjutan untuk mendukung sistem kelistrikan," ujar Hadi lewat keterangannya yang dikutip pada Minggu (20/9/2026).

Rencana pengeboran panas bumi di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, membuka satu pertanyaan yang lebih besar dari sekadar urusan energi terbarukan. Untuk siapa listrik baru itu dibangun ketika pasokan listrik di Pulau Jawa justru berlebih? Desain Suara.com/AI
Rencana pengeboran panas bumi di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, membuka satu pertanyaan yang lebih besar dari sekadar urusan energi terbarukan. Untuk siapa listrik baru itu dibangun ketika pasokan listrik di Pulau Jawa justru berlebih? Desain Suara.com/AI

Pernyataan tersebut mengemuka dalam Dialog Stakeholders Panas Bumi Gunung Ungaran yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Kamis (17/9).

Dalam forum tersebut, dibahas pula rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran berkapasitas hingga 55 megawatt (MW) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Pemerintah sendiri telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk menggarap potensi panas bumi di Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Kendati demikian, Hadi mengingatkan bahwa proses pembuktian potensi hingga penentuan titik sumur eksplorasi memerlukan tahapan kajian yang cermat dan waktu yang tidak sebentar.

"Untuk membuktikan potensinya membutuhkan waktu. Ini proses yang tidak mudah, sampai kemudian menentukan titik sumur dan melakukan pengeboran eksplorasi," katanya.

baca juga

Dari sisi operator, Executive Vice President Panas Bumi PLN John Rembet menyatakan pihaknya siap menjalankan penugasan tersebut secara bertahap.

Saat ini, PLN masih berada pada tahap studi pendahuluan, analisis lingkungan, hingga pemenuhan perizinan sebelum melangkah ke tahap eksplorasi.

Selain memperkuat bauran energi bersih nasional, pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran juga diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan sosial.

"Pada prinsipnya, pengembangan panas bumi bukan hanya mengenai tujuan mendukung transisi energi maupun penyediaan tenaga listrik, tetapi bagaimana juga berdampak untuk masyarakat sekitar. Karena itu, kami akan melakukan social mapping dan berdiskusi dengan seluruh stakeholder,” kata John.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Haji Isam Masuk BYAN, RKAB 3 Tambang Dikabarkan Segera Terbit

Haji Isam Masuk BYAN, RKAB 3 Tambang Dikabarkan Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 11:28 WIB

Investasi PLTB Mandek 4 Tahun, ESDM Ungkap Tawaran Utang Murah

Investasi PLTB Mandek 4 Tahun, ESDM Ungkap Tawaran Utang Murah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:43 WIB

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi

ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 14:33 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

Terkini

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:25 WIB

×