Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Bella

Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB
Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang
Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang. [Ist]
baca 10 detik
  • Sebanyak 36 mantan pekerja industri asbes menjalani pemeriksaan kesehatan pada September 2026 di Karawang.
  • Hasil pemeriksaan menemukan 10 mantan pekerja menderita asbestosis dan lima orang mengalami silikosis akibat paparan.
  • LBH LION melaporkan kasus tersebut agar mantan pekerja memperoleh pengakuan Penyakit Akibat Kerja serta hak jaminan.

Suara.com - Paparan asbes di tempat kerja tidak selalu langsung menimbulkan gangguan kesehatan. Penyakit yang berkaitan dengan paparan bahan tersebut dapat baru muncul atau terdeteksi bertahun-tahun setelah pekerja meninggalkan tempat kerja.

Kondisi itu dialami sejumlah mantan pekerja industri pengolahan bahan baku asbes yang kini tengah mengupayakan pengakuan atas penyakit yang mereka alami sebagai Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Sebanyak 36 mantan pekerja telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 10 orang ditemukan mengalami asbestosis, lima orang mengalami silikosis, sementara 21 lainnya masih memerlukan penelusuran atau pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kasus tersebut kembali dilaporkan ke UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Karawang pada Senin (28/9/2026). Sebelumnya, para mantan pekerja juga melaporkan kasus tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang pada 21 September 2026.

Kuasa hukum para mantan pekerja dari Legal Information and Advocacy Network (LBH LION), Subono, mengatakan pelaporan dilakukan untuk memperoleh perlindungan serta kepastian atas hak pekerja yang diduga mengalami penyakit akibat paparan asbes.

“Kami ingin negara memberikan perlindungan kepada warganya. Kami ingin penyakit yang dialami teman-teman mantan pekerja asbes ini ditetapkan sebagai penyakit akibat kerja, sehingga mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja yang menjadi hak mereka,” ujar Subono, S.H., dari Legal Information and Advocacy Network (LBH LION), selaku kuasa hukum para mantan pekerja.

Salah seorang mantan pekerja, Agung, mengatakan dirinya dan rekan-rekannya tidak mengetahui risiko kesehatan dari paparan asbes ketika masih bekerja. Pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan perusahaan juga membuat mereka menganggap kondisi kesehatannya tidak bermasalah.

“Pada saat bekerja kami tidak tahu bahwa asbestos berbahaya. Setiap tahun perusahaan melakukan pemeriksaan medical check-up, namun kami tidak pernah diberitahukan hasilnya, sehingga kami merasa aman-aman saja,” ujar Agung, salah seorang mantan pekerja yang melakukan pelaporan.

Penyakit akibat asbes sendiri memiliki karakteristik berbeda dengan penyakit yang langsung muncul setelah seseorang terpapar. Pakar toksikologi okupasi, Dr. Anna Suraya, M.K.K., Sp.Ok., Subsp. ToksiKO (K), Ph.D., menjelaskan penyakit terkait asbes dapat memiliki masa laten hingga puluhan tahun.

baca juga

“Penyakit terkait asbes dapat memiliki masa laten selama puluhan tahun. Penyakit paru akibat asbes menunjukkan bahwa interval antara pajanan dan munculnya penyakit dapat mencapai lebih dari 10 tahun sejak paparan pertama,” ujarnya.

Menurut Anna, seseorang yang sudah lama berhenti bekerja tetap dapat mengalami atau baru mengetahui penyakit yang berkaitan dengan paparan asbes pada masa lalu.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu persoalan dalam penanganan mantan pekerja yang terpapar asbes. Tidak adanya keluhan saat masih bekerja tidak serta-merta menunjukkan pekerja terbebas dari dampak kesehatan akibat paparan.

Direktur Local Initiative for OSH Network Indonesia, Surya Ferdian, mengatakan perlindungan pekerja seharusnya tidak berhenti ketika hubungan kerja berakhir. Menurutnya, masa laten penyakit akibat kerja membuat dampak kesehatan dapat baru diketahui setelah pekerja tidak lagi bekerja.

“Memanusiakan pekerja itu bukan hanya disaat mereka bekerja, tapi juga setelah mereka selesai bekerja. Selama perusahaan berdiri ada sumbangan kesehatan pekerja di dalam setiap keuntungan perusahaan dan pajak yang dibayarkan. Karena itu, mereka berhak dijamin kesehatannya setelah selesai bekerja”

LION Indonesia juga menyoroti ketentuan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi mantan pekerja yang dinilai menjadi tantangan ketika berhadapan dengan penyakit yang memiliki masa laten panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Gampang Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Harus ke Kantor

Cara Gampang Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Harus ke Kantor

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 14:44 WIB

Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini

Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:50 WIB

Apa Itu Silikosis? Waspada, Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru dengan Gejala Ini

Apa Itu Silikosis? Waspada, Abu Vulkanik Tingkatkan Risiko Penyakit Paru dengan Gejala Ini

Health | Senin, 07 September 2026 | 11:51 WIB

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Kena Intimidasi di Karawang, Kaca Bus Pecah Dilempar Batu

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Kena Intimidasi di Karawang, Kaca Bus Pecah Dilempar Batu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang

Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Solusi Gaji PPPK Nunggak: 3 Skema Bantuan Rp18,9 T Wajib Nyata, Jangan Cuma di Atas Kertas

Solusi Gaji PPPK Nunggak: 3 Skema Bantuan Rp18,9 T Wajib Nyata, Jangan Cuma di Atas Kertas

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:13 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek

Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan

Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:05 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Fire Walk dalam OPK Didampingi Instruktur Kompeten

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Fire Walk dalam OPK Didampingi Instruktur Kompeten

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

×