-
Ledakan tabung gas elpiji menghancurkan Rumah Makan Nasi Tempong di Pakuwon City Surabaya.
-
Sebanyak lima pegawai mengalami luka bakar dan puluhan ruko sekitar mengalami kerusakan parah.
-
Tim kepolisian dan BPBD masih menginvestigasi penyebab pasti kebocoran instalasi gas tersebut.
Suara.com - Guncangan dahsyat ledakan akibat kebocoran tabung gas elpiji meremukkan puluhan rumah toko di kawasan bisnis Pakuwon City San Antonio, Surabaya, Selasa pagi.
Insiden berdarah yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ini melukai lima pekerja rumah makan serta dua pengunjung di sekitar lokasi.
Dapur Nasi Tempong Sri Dewi disinyalir menjadi titik pusat ledakan yang meruntuhkan tembok, plafon, hingga memecahkan material kaca di sekitarnya.

Dua korban yang mengalami luka bakar parah bahkan sempat berlari menyelamatkan diri ke ruko terdekat di tengah kepulan asap.
Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan tim medis langsung menerjunkan armada darurat guna mengamankan area serta mengevakuasi seluruh korban luka.
Gemuruh keras di area dapur rumah makan mendahului dentuman besar yang menghancurkan struktur bangunan dalam hitungan detik.
Loncatan lidah api sempat menyembur keluar ruangan, meski material bangunan tidak sampai terbakar habis.
Saksi mata di lokasi kejadian menceritakan detik-detik mencekam saat material kaca beterbangan menembus ruang kerja mereka.
Rangga, seorang pekerja kedai bakmi di area tersebut, mengaku sedang menyiapkan pesanan konsumen saat ledakan menghantam.
Seluruh korban luka bakar dari tempat usaha kuliner tersebut kini mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Haji Surabaya.
Aparat kepolisian langsung membentangkan garis pembatas di sekitar area San Antonio Jalan Kalisari Utara untuk mempermudah investigasi.
Dua unit armada pemadam kebakaran beserta tim Inafis disiagakan guna memastikan tidak ada risiko ledakan susulan di lokasi.
Area komersial tersebut kini lumpuh sementara karena puing-puing bangunan dan pecahan kaca masih berserakan memblokir jalan.
Petugas BPBD Surabaya juga terus memantau kelayakan struktur bangunan ruko lain yang ikut terdampak getaran.
Dugaan awal mengarah kuat pada kebocoran jaringan pipa gas elpiji yang mengendap di dalam ruangan tertutup.
Sejumlah pekerja ruko sekitar mengonfirmasi adanya indikasi kebocoran saluran gas sebelum dentuman hebat itu terjadi.
Namun, aparat kepolisian bersama Tim Inafis masih mengumpulkan bukti fisik untuk memastikan pemicu utama peristiwa ini.
Pengurus kawasan dan kepolisian mengimbau para pemilik ruko di sekitar lokasi untuk mematikan seluruh instalasi listrik dan gas.
Hingga saat ini proses olah tempat kejadian perkara masih terus berlangsung guna mengamankan barang bukti di lapangan.
Kawasan San Antonio merupakan pusat kuliner dan bisnis yang padat pengunjung setiap pagi di wilayah Surabaya Timur.
Penggunaan tabung dan saluran gas bertekanan tinggi oleh para pelaku usaha kuliner di area ini memerlukan pengawasan ketat secara berkala.
Peristiwa ini menjadi catatan penting terkait standar keselamatan instalasi gas di kawasan komersial terpadu Kota Surabaya.