Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

Bangun Santoso

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:27 WIB
Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?
Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Suara.com/ist)
baca 10 detik
  • BEM UI melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pencurian terhadap Hafidz Hernanda ke Polda Metro Jaya pada Selasa.
  • Korban diserang tiga orang tidak dikenal di Jalan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, pada Minggu malam.
  • Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami berbagai luka fisik serta kehilangan telepon seluler dan tas pribadinya.

Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) resmi mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan penganiayaan, pencurian dengan kekerasan, serta pengancaman terhadap Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2024, Hafidz Hernanda.

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menerangkan bahwa pelaporan ini merupakan tindak lanjut atas insiden penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap Hafidz di Jalan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/10) sekitar pukul 23.50 WIB.

Peristiwa terjadi ketika korban sedang dalam perjalanan pulang mengendarai sepeda motor usai menghadiri kegiatan konsolidasi organisasi.

"Menimbang urgensi dari kasus ini, BEM UI dengan persetujuan korban telah menaruh laporan kepada pihak kepolisian atas delik pencurian disertai kekerasan di jalan umum, penganiayaan terencana, dan pengancaman," kata Fathimah di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026).

Akibat tindak kekerasan tersebut, Hafidz mengalami sejumlah luka fisik, meliputi cedera kepala, luka memar pada bagian wajah, luka robek di bibir, serta lecet di punggung dan kaki.

Dalam laporan ke pihak berwajib, BEM UI menyertakan sejumlah berkas pendukung, termasuk hasil pemeriksaan medis dan forensik dari Rumah Sakit Tebet serta Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Korban saat ini menjalani masa pemulihan setelah sempat mendapatkan penanganan medis.

Konsultan Hukum BEM UI Adi Luhung memaparkan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan peristiwa tersebut bukan peristiwa pembegalan biasa.

Salah satunya, fitur pelacak lokasi pada ponsel korban terpantau dimatikan beberapa menit sebelum serangan terjadi.

baca juga

"Pelaku memukuli korban terlebih dahulu tanpa ada upaya awal untuk mengambil sepeda motor atau barang berharga. Barang-barang baru diambil setelah pertikaian selesai. Di lokasi juga ditemukan barang bawaan pelaku berupa sarung tangan lateks, lakban hitam, kain putih, dan korek api," ujar Adi sebagaimana dilansir Antara.

Berdasarkan keterangan Adi, insiden penyerangan tersebut melibatkan sedikitnya tiga orang pelaku.

Pelaku utama mengeksekusi penganiayaan terhadap korban, sedangkan dua pelaku lainnya membantu merampas telepon seluler serta tas milik Hafidz sebelum melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Wakil Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM UI Muhammad Abid Assa Al Ghadzali menambahkan bahwa salah satu pelaku turut melayangkan ancaman pembunuhan secara verbal serta berpura-pura mengarahkan senjata dari balik saku jaketnya ketika berhadapan dengan korban.

BEM UI mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penyerangan ini secara cepat, tegas, dan imparsial, sekaligus menyerukan penghentian segala bentuk intimidasi serta tindakan represif terhadap pegiat demokrasi dan hak asasi manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sunyinya Lokasi Dugaan Penyerangan Pengurus BEM UI di Tebet

Sunyinya Lokasi Dugaan Penyerangan Pengurus BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:16 WIB

Eks Kapolda Maluku yang Kini Pimpin Polda Metro, Ini Profil Dadang Hartanto!

Eks Kapolda Maluku yang Kini Pimpin Polda Metro, Ini Profil Dadang Hartanto!

Video | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Dugaan Teror ke Pengurus BEM UI di Tebet Sempat Disangka Aksi Begal Jalanan

Dugaan Teror ke Pengurus BEM UI di Tebet Sempat Disangka Aksi Begal Jalanan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Puan Desak Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

Puan Desak Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Koordinator BEM UI Diserang di Tebet, Amnesty International Duga Terkait Rencana Aksi 20 Oktober

Koordinator BEM UI Diserang di Tebet, Amnesty International Duga Terkait Rencana Aksi 20 Oktober

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

Anggota DPRD Bekasi Dituntut 10 Bulan, Keluarga Korban Pengeroyokan: Tidak Masuk Akal!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo

Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

Uji Coba MBG Prasmanan di Yogyakarta: Siswa Puas, tapi Masih Ada Sisa Makanan 3,3 Kg

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:24 WIB

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

×