Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:46 WIB
Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil
Inisiator Forum Cik Ditiro yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Guru Besar UII Masduki mengecam dugaan penganiayaan aktivis BEM UI Hafidz Hernanda di Tebet.
  • Peristiwa kekerasan tersebut dinilai sebagai ancaman nyata kemunduran demokrasi serta pelanggaran hak sipil.
  • Masduki mendesak kepolisian segera mengusut tuntas pelaku penganiayaan untuk mencegah normalisasi kekerasan masyarakat.

Suara.com - Inisiator Forum Cik Ditiro yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, mengecam kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda di Tebet pada Minggu (4/10/2026) malam.

Peristiwa ini dinilai sebagai manifestasi nyata dari kemunduran demokrasi serta penyempitan ruang aman bagi warga negara.

Masduki menilai insiden penganiayaan tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa. Melainkan cerminan dari pola kontrol otoritas yang melanggar hak-hak sipil.

"Yang pasti, itu bagian dari gejala istilahnya penggunaan kekerasan, penggunaan norma pendisiplinan, kontrol dari otoritas pemerintah kepada warga negara yang itu tidak benar," kata Masduki, Selasa (6/10/2026).

Kritik mahasiswa seharusnya direspons pemerintah secara konstruktif lewat perbaikan kinerja dan ruang dialog terbuka, bukannya justru dibalas dengan intimidasi fisik.

"Jadi kalau misalnya anak-anak itu memang melakukan kritik lalu itu mestinya konstruktif, ya harus meresponnya dengan juga perbaikan-perbaikan atau dialog, diskusi," ujarnya.

Bercermin pada kasus ini, ia membeberkan setidaknya adanya tiga ancaman bahaya utama yang kini membayangi kehidupan berbangsa, yakni keberadaan militer sebagai institusi maupun individu, praktik militerisasi di sektor publik, serta menguatnya nilai-nilai militerisme dalam merepresi masyarakat sipil.

Pendekatan militeristik yang mengedepankan kekerasan tersebut dinilai sangat berbahaya jika terus diterapkan kepada para aktivis sipil.

Menurutnya tindakan tegas dan nyata dari aparat kepolisian sangat mendesak untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan.

baca juga

"Siapapun pelakunya itu mestinya harus ada tindakan dari aparat kepolisian," tegasnya.

Kekhawatiran mendalam turut dipicu oleh pembiaran yang berpotensi melahirkan penormalan aksi kekerasan di tengah masyarakat. Hal ini diperparah oleh proses penegakan hukum yang terkesan tumpul.

Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Suara.com/ist)
Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Suara.com/ist)

Ia mencontohkan kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus beberapa waktu lalu. Dalam kasus itu oknum aparat yang terlibat diproses melalui mekanisme pengadilan militer dengan vonis sangat ringan.

Masduki menyoroti celah impunitas bagi para aktor intelektual di balik aksi kekerasan.

"Kasus Andrie Yunus, kalau misalnya pelakunya itu kan pelaku lapangan itu ya, dihukum ringan, apalagi otaknya itu kayaknya juga enggak akan tersentuh," kata dia.

Kondisi penegakan hukum dan lemahnya perlindungan terhadap aktivis sipil ini melahirkan pertanyaan besar terkait arah dan reformasi institusi keamanan di tanah air.

Masduki melontarkan sindiran tajam agar institusi pertahanan negara tidak terperosok ke dalam rekam jejak buruk yang merusak profesionalisme serta kepercayaan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koordinator BEM UI Diserang di Tebet, Amnesty International Duga Terkait Rencana Aksi 20 Oktober

Koordinator BEM UI Diserang di Tebet, Amnesty International Duga Terkait Rencana Aksi 20 Oktober

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Polisi Buru OTK yang Aniaya Koordinator BEM UI di Tebet

Polisi Buru OTK yang Aniaya Koordinator BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

Soroti Proyek MBG hingga Militerisasi Sipil, Forum Cik Ditiro Desak Revisi Ulang UU TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

Aktivis BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Amnesty Singgung Kapolri Baru

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:53 WIB

Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB

Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Sinopsis Avatar: Seven Havens, Kisah Petualangan Pavi Sang Pengendali Tanah

Sinopsis Avatar: Seven Havens, Kisah Petualangan Pavi Sang Pengendali Tanah

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Langkah-langkah Metode Ilmiah dalam Eksperimen IPA, Lengkap dan Mudah Dipahami

Langkah-langkah Metode Ilmiah dalam Eksperimen IPA, Lengkap dan Mudah Dipahami

Tekno | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Penjinak Bom Dikerahkan Pasca Ledakan Pakuwon City Surabaya

Penjinak Bom Dikerahkan Pasca Ledakan Pakuwon City Surabaya

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Mengapa Wajah Tetap Terasa Kering dan Tertarik padahal Sudah Rutin Menggunakan Moisturizer?

Mengapa Wajah Tetap Terasa Kering dan Tertarik padahal Sudah Rutin Menggunakan Moisturizer?

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU

Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Jangan Asal Beli Kripto, Investor Bisa Boncos Kalau Abaikan Hal Ini

Jangan Asal Beli Kripto, Investor Bisa Boncos Kalau Abaikan Hal Ini

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Update Ledakan Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan Rusak

Update Ledakan Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Backstreet Rookie: Ketika Dewasa Berarti Berani Perjuangkan Hidup Sendiri

Backstreet Rookie: Ketika Dewasa Berarti Berani Perjuangkan Hidup Sendiri

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Bukan Bom! Gegana Ungkap Biang Kerok Ledakan Pakuwon City yang Hancurkan 41 Bangunan

Bukan Bom! Gegana Ungkap Biang Kerok Ledakan Pakuwon City yang Hancurkan 41 Bangunan

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Di Balik Status Kota Global, Pramono Anung Wanti-Wanti Ancaman Bencana Tersembunyi di Jakarta

Di Balik Status Kota Global, Pramono Anung Wanti-Wanti Ancaman Bencana Tersembunyi di Jakarta

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:26 WIB

×