- Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Hafidz Hernanda diserang orang tak dikenal di Tebet Jakarta Selatan pada Minggu 4 Oktober 2026.
- Akibat penyerangan tersebut korban mengalami cedera kepala serta luka lebam dan robek di bagian bibir.
- BEM UI mengungkap berbagai kejanggalan seperti barang pelaku serta fitur FindMy ponsel korban yang dimatikan sebelum kejadian penganiayaan.
Suara.com - BEM Universitas Indonesia (UI) mengungkap sejumlah kejanggalan dalam penyerangan terhadap Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2024, Hafidz Hernanda. Salah satunya barang-barang yang ditemukan milik pelaku yakni sarung tangan latex, lakban hitam, kain putih, sandal jepit, dan korek api.
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra mengatakan Hafidz, yang akrab disapa Bapis, diserang orang tak dikenal (OTK) saat perjalanan pulang usai konsolidasi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Tebet Barat Dalam IX Nomor 21, Tebet, Jakarta Selatan. Akibat penyerangan tersebut, Hafidz mengalami cedera kepala, luka lebam, dan luka robek di bagian bibir.
Legal Consultant BEM UI, Adi, mengatakan terdapat sejumlah fakta yang membuat peristiwa tersebut dinilai janggal jika disebut sebagai pembegalan biasa.
Salah satunya terkait fitur FindMy milik Hafidz yang disebut telah dimatikan pada pukul 23.39 WIB atau sekitar 11 menit sebelum waktu penyerangan.
"Pertama, bahwa ketika diperiksa, FindMy milik Bapis dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Sebuah hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan dan terlihat tidak mungkin ketika serangan baru terjadi pada pukul 23.50 WIB," kata Adi di Polda Metro jaya, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kejanggalan lainnya, kata Adi, terlihat dari tindakan pelaku setelah menendang sepeda motor Hafidz. Pelaku justru memukuli korban dan tidak langsung mengambil motor maupun barang berharga.
Pelaku baru mengambil telepon seluler Hafidz setelah pertikaian selesai. Menurut BEM UI, pola tersebut menjadi janggal apabila sejak awal pelaku memang bermaksud melakukan pembegalan.
Selain itu, BEM UI menyebut menemukan sejumlah barang yang dibawa pelaku.
"Bahwa di antara barang bawaan pelaku, kami juga menemukan sepasang sarung tangan latex, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api," beber Adi.
BEM UI juga menyebut sedikitnya ada dua orang lain di lokasi yang kemudian pergi bersama pelaku.
Fathimah mengatakan pihaknya mengutuk tindakan pelucutan, penganiayaan hingga percobaan kekerasan yang dialami Hafidz. BEM UI meminta rangkaian kejanggalan tersebut diungkap untuk mengetahui motif sebenarnya di balik penyerangan.
"Kami akan tetap berdiri di sini bersama Bapis dan bersama sekian banyak korban represivitas di Indonesia. Dan seranganmu tidak akan mematahkan kami. Kami akan tumbuh dan berlipat ganda," tegas Fatimah.
![Pengurus BEM UI Hafidz Hernanda dikabarkan menjadi korban penganiayaan orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan. [istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/05/38401-hafidz-hernanda.jpg)
Polisi Selidiki
Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan tengah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap Hafidz meski korban belum membuat laporan resmi.
Polisi telah mengetahui informasi mengenai penyerangan di kawasan Tebet Barat Dalam IX tersebut. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan barang bukti dan mendalami peristiwa.
Dugaan penganiayaan terhadap Hafidz sebelumnya beredar di media sosial. Ia disebut ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor sebelum kemudian dipukuli oleh OTK. Identitas dan motif pelaku hingga kini belum diketahui.
Universitas Indonesia sebelumnya juga telah berkomunikasi dengan Hafidz, keluarga, dan pengurus BEM UI serta memberikan pendampingan pengobatan, pemulihan, proses pelaporan, penanganan perkara kepada kepolisian, dan konsultasi hukum.
UI menyerahkan pengungkapan fakta dugaan penganiayaan tersebut kepada aparat penegak hukum dan menyatakan akan mengawal prosesnya.