- PT MRT Jakarta meluncurkan desain transformasi kawasan Blok M pada Selasa, 6 Oktober 2026.
- Pembenahan dilakukan karena bangunan berusia 34 tahun guna menjamin keselamatan 25.000 pengunjung harian.
- Proyek renovasi terminal dan area retail ditargetkan selesai serta beroperasi penuh pada tahun 2029.
Suara.com - Kawasan legendaris Blok M di Jakarta Selatan bakal bersolek besar-besaran untuk menyongsong wajah barunya pada 2029.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, resmi meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate, Selasa (6/10/2026).
”Ini merupakan wujud nyata salah satu mandat dari PT MRT Jakarta, yaitu membangun bisnis dan kawasan transit oriented development melalui pengelolaan Blok M Hub,” ujarnya.
Pembenahan menyeluruh dipicu usia fisik infrastruktur yang mulai uzur di tengah padatnya aktivitas masyarakat.
”Usia bangunan Blok M saat ini telah mencapai 34 tahun. Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini. Namun di sisi lain, ada 334 tenant aktif saat ini dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub ini,” jelas Tuhiyat.
Guna menjawab tantangan keselamatan sekaligus mempertahankan daya tarik sentra ekonomi, pihak pengelola telah menyiapkan lima terobosan strategis.
Sektor mobilitas publik menjadi perhatian utama melalui peremajaan fasilitas angkutan umum secara menyeluruh.
”Transformasi yang pertama yaitu revitalisasi terminal. Terminal akan kami jadikan dalam bentuk yang modern dan terintegrasi,” beber Tuhiyat.
Wilayah sekitarnya juga ditata ulang menjadi kawasan serbaguna yang ramah bagi setiap lapisan masyarakat.
”Transformasi yang kedua adalah pengembangan mixed use di mana kawasan ini adalah kawasan Blok M ASEAN yang nantinya akan sangat aksesibel, inklusif, dan dinamis,” lanjut Tuhiyat.
Akses perpindahan antarmoda maupun jalur pejalan kaki dirancang semakin rapi demi kenyamanan komuter harian.
”Transformasi yang ketiga adalah aksesibilitas dan integrasi, di mana kawasan ini akan lebih terhubung, baik antarmoda maupun antarfungsi bagi pejalan kaki,” papar Tuhiyat.
Kawasan transit ini turut disiapkan menjadi magnet gaya hidup baru yang memadukan aneka pusat perbelanjaan modern.
”Yang keempat, transformasi dalam bentuk destinasi komersial yang baru di mana nanti akan ada berbagai retail, F&B, lifestyle, dan ruang publik dalam satu kawasan,” terang Tuhiyat.
Aspek lingkungan hidup juga diperkuat agar warga memiliki sarana interaksi luar ruang yang jauh lebih asri.
”Selanjutnya yang terakhir adalah ruang terbuka publik yang akan lebih hijau, aktif, nyaman untuk berinteraksi dan beraktivitas,” janji Tuhiyat.
Area komunal hijau tersebut bahkan diproyeksikan bakal bertambah luas berkali-kali lipat dibandingkan kondisi yang ada saat ini.
”Lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total sepuluh kali lebih besar dari yang ada,” klaim Tuhiyat.
Seluruh pekerjaan pemugaran ini ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap.
”Terminal dan kawasan retail serta podium, kami targetkan akan selesai dan beroperasi di tahun 2029. Sementara untuk mixed use secara bertahap akan diselesaikan pada tahun berikutnya,” pungkas Tuhiyat.