- Pekerja lab Rusia bernama Daria Shipilova meninggal di Shelekhov pada September akibat paparan bakteri Yersinia pestis.
- Otoritas kesehatan Rusia menempatkan hampir 200 orang dalam pengawasan medis setelah melakukan kontak dengan korban tersebut.
- Para ahli menilai kemungkinan kasus ini memicu pandemi baru sangat rendah karena penularannya terbatas.
Suara.com - Kematian misterius pekerja lab asal Rusia, Daria Shipilova di Institut Antipes Siberia dan Timur Jauh pada awal September lalu baru terkuak.
Kematian Daria memunculkan kekhawatiran munculnya kembali wabah Black Death seperti pada abad ke-14.
Hal ini lantaran Daria meninggal misterius akibat terpapar bakteri Yersinia Pestis yang bocor.
Korban dirawat di rumah sakit pada akhir September dan meninggal beberapa hari kemudian di Shelekhov, wilayah dekat Irkutsk.
![Ilustrasi Black Death. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/05/08/49336-ilustrasi-black-death.jpg)
Awalnya, sejumlah pejabat Rusia menyebut korban meninggal akibat penyakit pes.
Namun, otoritas kesehatan Rusia kemudian membantah adanya hubungan tersebut dan menyatakan penyebab kematiannya adalah pneumonia yang belum diketahui sumbernya.
Kasus ini berkembang setelah hampir 200 orang yang pernah melakukan kontak dengan Shipilova dilaporkan berada dalam pengawasan medis.
Surat kabar Rusia Izvestia menyebut sekitar 197 orang menjalani observasi sebagai langkah pencegahan.
Apa itu Bakteri Yersinia Pesti
Pes disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.
Bakteri tersebut dikenal sebagai penyebab wabah Black Death yang menewaskan sebagian besar penduduk Eropa pada abad ke-14.
Bakteri pes secara alami dapat ditemukan pada sejumlah populasi hewan pengerat liar.
Penularan kepada manusia paling sering terjadi melalui gigitan kutu yang telah terinfeksi, tetapi manusia juga dapat tertular melalui kontak dengan hewan sakit atau material yang terkontaminasi.
Khusus pes paru, penularan dapat terjadi melalui percikan droplet dari orang yang terinfeksi ketika batuk.
Karakteristik inilah yang membuat pes paru mendapat perhatian lebih besar dalam penanganan kesehatan masyarakat.