ASN hingga Warga Dibebani Target Iuran, PMI DKI: Kembalikan Bulan Dana ke Ruh Kemanusiaan

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:38 WIB
ASN hingga Warga Dibebani Target Iuran, PMI DKI: Kembalikan Bulan Dana ke Ruh Kemanusiaan
ilustrasi gedung Palang Merah Indonesia
baca 10 detik
  • Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani menyesalkan viralnya edaran target nominal sumbangan Bulan Dana.
  • Edaran menetapkan besaran donasi paksa Rp30 ribu hingga Rp2,5 juta bagi berbagai kelompok masyarakat.
  • Beky menegaskan pelaksanaan Bulan Dana harus dikembalikan pada prinsip dasar sukarela tanpa paksaan.

Suara.com - Penetapan target sumbangan berkala Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) menuai kritik karena menyasar sejumlah kelompok, mulai dari pegawai honorer hingga pengurus rukun tetangga (RT) di Jakarta.

Dalam lembaran edaran yang viral, tercantum nominal sumbangan mulai dari Rp30 ribu bagi tenaga kontrak, Rp150 ribu bagi calon aparatur sipil negara (CASN), hingga Rp2,5 juta bagi wali kota per bulan.

Penetapan nominal tersebut dinilai tidak etis karena berpotensi membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan.

Menanggapi hal itu, Ketua PMI DKI Jakarta H. Beky Mardani menyampaikan penyesalannya. Ia menegaskan, praktik penetapan nominal sumbangan tidak sesuai dengan prinsip Bulan Dana PMI.

"Tentu saja masukan ini sangat penting, berharga buat kami, karena memang itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kami di dalam Bulan Dana," ujar Beky saat dikonfirmasi Suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026).

Lembaran edaran target sumbangan berkala Bulan Dana Palang Merah Indonesia (dok. ist)
Lembaran edaran target sumbangan berkala Bulan Dana Palang Merah Indonesia (dok. ist)

Beky pun mengingatkan seluruh jajaran PMI di tingkat kota dan kabupaten agar mengembalikan pelaksanaan Bulan Dana pada prinsip dasarnya, yakni sukarela dan tanpa paksaan.

"Saya juga meminta kepada jajaran PMI di kota, kabupaten untuk melaksanakan Bulan Dana ini dikembalikan kepada ruh daripada PMI itu sendiri, yakni sukarela dan tanpa paksaan," tegasnya.

Menurut Beky, donasi untuk kegiatan kemanusiaan semestinya diberikan berdasarkan keikhlasan masyarakat, bukan melalui penetapan nominal yang dapat menimbulkan tekanan bagi pihak tertentu.

Ketika ditanya mengenai kepastian agar praktik pematokan nominal tersebut tidak kembali terjadi, baik kepada warga maupun pegawai, Beky menegaskan hal itu tidak boleh terulang.

baca juga

"Betul, ini tidak boleh terulang kembali," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulan Dana PMI Disorot soal Target Iuran, Pramono Anung Minta Pengetatan Aturan

Bulan Dana PMI Disorot soal Target Iuran, Pramono Anung Minta Pengetatan Aturan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Patokan Iuran Bulan Dana ke ASN Jakarta Bikin Gaduh! PMI DKI Panggil Seluruh Pimpinan Wilayah

Patokan Iuran Bulan Dana ke ASN Jakarta Bikin Gaduh! PMI DKI Panggil Seluruh Pimpinan Wilayah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Soal Nominal Sumbangan ASN yang 'Dipatok', PMI DKI Tegaskan Bulan Dana Bersifat Sukarela

Soal Nominal Sumbangan ASN yang 'Dipatok', PMI DKI Tegaskan Bulan Dana Bersifat Sukarela

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Sentil Nusron Wahid Mangkir Pemeriksaan: Harusnya Bisa Atur Waktu!

KPK Sentil Nusron Wahid Mangkir Pemeriksaan: Harusnya Bisa Atur Waktu!

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Dikecam usai Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Balas Santai: Mantan Masih Mantau

Dikecam usai Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Balas Santai: Mantan Masih Mantau

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:29 WIB

4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Forum Purnawirawan TNI Akan Surati DPR: Desak Pemakzulan Gibran

Forum Purnawirawan TNI Akan Surati DPR: Desak Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Fashion Pria Punya Cerita Panjang, Pakar Mode Ichwan Thoha Soroti Pentingnya Memahami Sejarah Busana

Fashion Pria Punya Cerita Panjang, Pakar Mode Ichwan Thoha Soroti Pentingnya Memahami Sejarah Busana

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:23 WIB

79 Persen Pesanan GrabFood Diawali Browsing, Konsumen Makin Suka Eksplor Sebelum Beli

79 Persen Pesanan GrabFood Diawali Browsing, Konsumen Makin Suka Eksplor Sebelum Beli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini

Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:20 WIB

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

×