Dibangun dari Atas, KDMP Dinilai Rentan Bangkrut saat Tak Lagi Disokong Negara

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:08 WIB
Dibangun dari Atas, KDMP Dinilai Rentan Bangkrut saat Tak Lagi Disokong Negara
Ilustrasi - Koperasi Merah Putih (Kopdes) Melawai, Jakarta Selatan. Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Pakar UGM Agustinus Subarsono menyatakan Koperasi Desa Merah Putih terancam gulung tikar akibat tidak berakar pada kebutuhan masyarakat.
  • Dominasi intervensi politik, lokasi gedung yang tidak praktis, serta sistem komando militer melemahkan fondasi bisnis koperasi.
  • Pengawasan dan pelatihan manajerial oleh instansi pertahanan dikhawatirkan memicu ketidaksesuaian kompetensi serta inefisiensi anggaran negara.

Suara.com - Keberlanjutan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai menghadapi ancaman kebangkrutan. Program ini dianggap tidak didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah, melainkan sekadar menjadi instrumen kebijakan dari pemerintah pusat.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menegaskan bahwa ketiadaan akar sosiologis membuat keberadaan unit usaha tersebut rentan.

"KDMP tidak lahir dari bawah sesuai kebutuhan masyarakat tetapi sebagai pelaksana kebijakan negara. Sehingga berpotensi akan gulung tikar ketika intervensi negara hilang," tegas Subarsono kepada Suara.com, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, dominasi kepentingan politik dan elite dalam program ini menjadi salah satu penyebab rapuhnya fondasi bisnis koperasi tersebut.

Potensi kebangkrutan juga dinilai meningkat akibat penerapan budaya militer dan sistem komando yang tidak melibatkan pemangku kepentingan lokal. Dampaknya, penentuan lokasi gedung dinilai tidak praktis dan berpotensi menyulitkan warga mengakses layanan koperasi.

"Bukti ini bisa kita sakasikan bahwa lokasi KDMP beberapa jauh dari tempat tinggal penduduk, bahkan ada yang di perbukitan dan dekat hutan. Tentu saja ini akan menyulitkan masyarakat untuk mendapat layanan dari KDMP," cetusnya.

Dari sisi tata kelola, Subarsono menyoroti kewenangan pengawasan yang menurutnya lebih banyak dipegang instansi pertahanan ketimbang kementerian yang membidangi koperasi. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian kompetensi dalam pembinaan manajerial maupun pembangunan sarana.

Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)
Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)

"Demikian juga pelatihan calon manajer koperasi ditangani oleh kementerian pertahanan yang tupokksi utamanya pertahanan keamanan bukan koperasi," paparnya.

Persoalan lain adalah pembiayaan program yang dinilai menyimpang dari nilai dasar koperasi, yakni gotong royong dan kekeluargaan sebagaimana digagas Bung Hatta.

baca juga

Penggunaan dana publik, termasuk Dana Desa, serta keterlibatan perbankan dan pihak luar dinilai berisiko menjauhkan koperasi dari masyarakat setempat.

"Bisa jadi kehadiran KDMP akan merupakan barang asing yang hadir di masyarakat lokal dan tidak memiliki akar sosiologis," tambahnya.

Menurut Subarsono, kondisi tersebut berpotensi memicu inefisiensi ekonomi karena anggaran negara terserap untuk pembangunan fasilitas dan pelatihan yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, ia menilai perubahan menyeluruh dalam tata kelola masih dapat membuka peluang bagi keberlanjutan koperasi tersebut.

"Namun, saya masih punya setitik harapan, semoga terjadi perubahan tata kelola KDMP sehingga mampu berjalan bersama rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatan Kritis untuk Program MBG yang Sudah Berjalan 646 Hari Lebih

Catatan Kritis untuk Program MBG yang Sudah Berjalan 646 Hari Lebih

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:24 WIB

LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

LPDB Koperasi Dorong PSN Lewat Penguatan Dana Bergulir dan Modernisasi Teknologi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:42 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Aspek Hukum, Jaga Akuntabilitas Dana Bergulir

LPDB Koperasi Perkuat Aspek Hukum, Jaga Akuntabilitas Dana Bergulir

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Kopdes Dapat Perlakuan Istimewa dari Bulog, Pembelian Beras Tak Terbatas

Kopdes Dapat Perlakuan Istimewa dari Bulog, Pembelian Beras Tak Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Prasmanan MBG Dikritik Pakar: yang Perlu Dibenahi Pengolahan di SPPG, Bukan Penyajian

Prasmanan MBG Dikritik Pakar: yang Perlu Dibenahi Pengolahan di SPPG, Bukan Penyajian

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Gaji PNS dan Pensiunan Dibayar Lewat Koperasi

Wacana Gaji PNS dan Pensiunan Dibayar Lewat Koperasi

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga

Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

Kabut Asap Malaysia Makin Parah, Indonesia Bakal 'Dikeroyok' di Pertemuan Menlu Se-ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:02 WIB

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Pemadaman Listrik Massal Akibat Produsen Batu Bara Enggan Pasok PLN

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

Kebakaran 150 Rumah di Penjaringan Tewaskan Wanita 40 Tahun dan Bocah 6 Tahun

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Bukan Ayam Goreng Biasa, Wingstop Hadirkan Twizty Buzz dengan Sensasi Rasa Berbeda di Tiap Gigitan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Mahakarya Singhasari Dipamerkan di Galeri Prajnaparamita Museum Nasional

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Hampir Gabung ke Persija, Radja Nainggolan: Ternyata Tim Polisi yang Butuh Saya

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×