Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Dicky Prastya

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:42 WIB
Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih
Ilustrasi KDKMP. Foto: Tercatat sebanyak 85 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi penuh di Blitar. [beritajatim.com]
baca 10 detik
  • Pemerintah menerbitkan PMK Nomor 7 dan Nomor 15 Tahun 2026 yang mengalihkan Rp34,57 triliun Dana Desa untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
  • Riset CELIOS menyatakan kebijakan tersebut berisiko mengorbankan program prioritas desa serta mematikan UMKM dan koperasi lokal yang sudah berjalan.
  • Mayoritas masyarakat sebesar 66 persen dan 91 persen ahli menolak program tersebut karena dinilai tidak memadai untuk kemandirian desa.

Suara.com - Kebijakan pemerintah mengalihkan alokasi Dana Desa untuk mendanai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memicu sorotan tajam dari kalangan ekonom dan masyarakat desa.

Riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran mengungkapkan langkah tersebut berisiko mematikan inisiatif ekonomi lokal serta menjadi kanibal bagi usaha masyarakat yang sudah berjalan.

Kebijakan pendanaan Kopdes Merah Putih itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 yang menetapkan penyesuaian sebesar 58,03 persen dari pagu Dana Desa setiap desa, atau secara kumulatif mencapai Rp34,57 triliun di tingkat nasional.

Aturan ini kemudian dipertegas melalui PMK Nomor 15 Tahun 2026 yang mengizinkan penggunaan Dana Desa untuk pembiayaan pembangunan gerai, pergudangan, hingga perlengkapan gerai KDMP.

CELIOS menyoroti bahwa pemotongan atau pengalihan porsi besar Dana Desa demi program top-down tersebut berisiko tinggi mengorbankan program-program prioritas yang sebelumnya telah disepakati masyarakat melalui musyawarah desa.

"Implikasinya, keterbatasan anggaran akibat pengalihan Dana Desa untuk pembangunan dan operasional KDMP berisiko mengorbankan program prioritas yang telah disepakati melalui musyawarah desa, mulai dari pelayanan dasar, pengentasan kemiskinan, hingga perbaikan infrastruktur," tulis CELIOS dalam laporannya, dikutip Senin (12/10/2026).

Selain mengancam kedaulatan fiskal desa, intervensi negara melalui gerai fisik KDMP yang seragam justru berpotensi merusak ekosistem bisnis lokal.

Menurut riset CELIOS, pendekatan top-down ini berisiko menjadi kanibal bagi keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), warung warga, hingga BUMDes dan koperasi eksisting yang selama ini telah melayani kebutuhan ekonomi perdesaan.

Dampak dari penataan skema pendanaan ini tecermin dari rendahnya tingkat penerimaan publik dan ahli terhadap program KDMP. Hasil survei CELIOS mencatat sebesar 66 persen responden masyarakat umum menyatakan tidak setuju dengan program Kopdes Merah Putih.

baca juga

Sementara di tingkat ahli, sebanyak 91 persen responden menyatakan tidak setuju bahwa rancangan dan implementasi KDMP saat ini sudah memadai untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa.

Sebagai bentuk koreksi arah kebijakan, CELIOS mendesak pemerintah untuk segera mencabut aturan pengalihan Dana Desa bagi KDMP dan mengembalikan fungsi Dana Desa sebagai instrumen kedaulatan fiskal yang disesuaikan dengan kebutuhan riil serta potensi lokal masing-masing desa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Proyek Karbon Biru di Indonesia Masih Sulit Mendapatkan Pendanaan?

Mengapa Proyek Karbon Biru di Indonesia Masih Sulit Mendapatkan Pendanaan?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Pemerintah Didesak Tarik Pajak dari Orang Super Kaya Ketimbang UMKM, Potensi Rp 142,2 T per Tahun

Pemerintah Didesak Tarik Pajak dari Orang Super Kaya Ketimbang UMKM, Potensi Rp 142,2 T per Tahun

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Rangkap Jabatan, Bahlil Jadi Menteri Berkinerja Terburuk: Nilainya Minus Ratusan!

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Takut Menikah dan Pilih Childfree: Kebebasan atau Cermin Krisis Ekonomi?

Takut Menikah dan Pilih Childfree: Kebebasan atau Cermin Krisis Ekonomi?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Terkini

BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Sumut | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:41 WIB

John Herdman Jadi Pengibar Bendera Finis MotoGP Mandalika, Mengaku Sempat Deg-degan

John Herdman Jadi Pengibar Bendera Finis MotoGP Mandalika, Mengaku Sempat Deg-degan

Sport | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:41 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal

Sumbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pertamina Mandalika Ride Out Jelajahi 1.400 Kilometer, Peserta Ramaikan MotoGP Mandalika 2026

Pertamina Mandalika Ride Out Jelajahi 1.400 Kilometer, Peserta Ramaikan MotoGP Mandalika 2026

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Masih Pakai Kaos Persija, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18

Masih Pakai Kaos Persija, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:37 WIB

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Ini Penjelasan IDAI

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Ini Penjelasan IDAI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:37 WIB

BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026

BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026

Bali | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Momentum MotoGP Mandalika 2026, BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Sport Tourism

Momentum MotoGP Mandalika 2026, BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Sport Tourism

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Balik Arah, Rupiah Merosot Nyaris Rp18.000/USD

Balik Arah, Rupiah Merosot Nyaris Rp18.000/USD

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Pakar Tegaskan Keppres Gelar Pahlawan Soeharto Cacat Hukum, Terganjal TAP MPR 11/1998

Pakar Tegaskan Keppres Gelar Pahlawan Soeharto Cacat Hukum, Terganjal TAP MPR 11/1998

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:33 WIB

×