-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disorot akibat plesiran ke Singapura saat karhutla.
-
Publik mengkritik anggaran mobil dinas dan renovasi rumah dinas yang fantastis.
-
Sorotan media asing makin memperjelas deretan kontroversi Rudy Mas'ud di Kaltim.
Alih-alih menjawab, agenda doorstop wartawan justru diwarnai aksi penghalangan oleh petugas Satpol PP dan ajudan gubernur.
2. Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
Gebrakan awal kepemimpinan Rudy langsung diwarnai polemik pada Februari 2026. Ia tercatat melakukan pengadaan mobil dinas dengan angka fantastis mencapai Rp8,5 miliar.
Kala itu, ia berdalih kendaraan mewah tersebut mendesak untuk menunjang operasional kepala daerah mengingat status Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN.
Akibat sorotan tajam publik serta teguran keras dari pemerintah pusat dan Partai Golkar, rencana ugal-ugalan ini akhirnya terpaksa dibatalkan.
3. Anggaran Renovasi Rumah Dinas Rp25 Miliar
Belum reda isu mobil dinas, publik kembali dibuat meradang dengan alokasi anggaran renovasi rumah dinas yang menelan biaya hingga Rp25 miliar.
Rudy berdalih anggaran tersebut diperuntukkan bagi renovasi rumah dinas wakil gubernur beserta fasilitas pendukung lainnya.
Ia mengeklaim pengerjaan proyek tersebut kini telah rampung dan siap difungsikan maksimal untuk kepentingan kedinasan.
4. Akuarium Air Laut dan Kursi Pijat
Fasilitas di dalam rumah dinas sang gubernur turut memantik polemik. Keberadaan barang-barang mewah seperti akuarium air laut hingga kursi pijat disorot tajam karena dinilai tidak peka di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
Menanggapi hal ini, Rudy menyatakan siap mengambil tanggung jawab penuh dan menanggung sendiri biaya pengadaan barang-barang yang berada di luar fungsi kedinasan tersebut, meski ia berdalih fasilitas itu sudah ada sebelum dirinya menjabat.
5. Anggaran Makan Pemprov Rp10 Miliar
Sorotan anggaran juga mengarah ke pos konsumsi Pemprov Kaltim yang menyentuh angka Rp10 miliar.
Rudy tidak membantah angka tersebut, tapi ia berupaya membela diri dengan menyebut bahwa anggaran makan itu terus mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, angka tersebut diklaim sempat menyentuh titik puncaknya pada tahun 2024 lalu yang tembus di angka Rp15,89 miliar.