- Seorang pegawai SPBU wanita di Denpasar meluapkan emosi kepada Gubernur Wayan Koster pada Rabu malam, 14 Oktober.
- Aksi protes tersebut terjadi akibat kelelahan luar biasa menghadapi antrean panjang BBM di berbagai wilayah Bali.
- Antrean kendaraan mencapai satu kilometer yang dipicu gangguan distribusi, lonjakan permintaan, serta kepanikan masyarakat setempat.
Suara.com - Video seorang pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali yang meluapkan keluh kesah di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster viral di media sosial.
Pegawai perempuan itu terlihat emosional saat menyampaikan kelelahan akibat situasi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah SPBU.
Peristiwa tersebut terekam saat Wayan Koster memantau salah satu SPBU di Denpasar pada Rabu (14/10) malam.
Dalam video yang beredar, pegawai perempuan itu tampak maju ke arah Koster sambil menyampaikan keluhannya dengan suara lantang.
“Saya bukan robot,” teriak pegawai tersebut.
Ia juga berulang kali mengungkapkan kelelahan yang dirasakannya saat menghadapi situasi antrean masyarakat mengisi BBM.
Wajahnya terlihat letih ketika menyampaikan keluhan secara langsung kepada orang nomor satu di Bali itu.
“Saya capek, Pak. Capek, Pak,” ujarnya.
Pegawai tersebut kemudian mempertanyakan kepedulian terhadap kondisi yang harus dihadapinya selama bekerja. “Bapak enggak kasihan sama saya, Bapak enggak kasihan sama saya,” katanya.
Ia juga meminta agar pihak yang mengambil kebijakan melihat langsung situasi yang dialami petugas SPBU. “Coba Bapak yang di lapangan,” lanjutnya.
Dalam rekaman itu, Wayan Koster terlihat memandangi pegawai yang sedang menyampaikan keluhan.
Gestur wajah dan tubuh Koster juga menjadi perhatian warganet, yang menilai responsnya tidak bersahabat ketika mendengarkan protes tersebut.
Seorang pria yang berada di lokasi kemudian berusaha menenangkan pegawai perempuan itu.
Sementara itu, Koster terlihat menggerakkan tangannya ke arah orang-orang di sekitarnya, seolah meminta mereka membantu menenangkan situasi.
Antrean BBM di Bali Belum Terurai
Peristiwa tersebut terjadi ketika antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali masih menjadi persoalan dalam sepekan terakhir.
Kelangkaan atau keterlambatan pasokan BBM dilaporkan mengganggu mobilitas masyarakat dan wisatawan di sejumlah wilayah.
Hingga Rabu (14/10), antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite dan Pertamax masih terlihat di sejumlah SPBU.
Sehari sebelumnya, antrean di wilayah Denpasar, Badung, hingga Gianyar dilaporkan mencapai sekitar 700 meter hingga lebih dari satu kilometer di beberapa lokasi.
Antrean panjang juga terjadi di kawasan wisata Kuta dan Seminyak.
Situasi tersebut menambah tekanan bagi warga, pelaku usaha, wisatawan, serta petugas SPBU yang harus melayani tingginya permintaan BBM.
Pemerintah Provinsi Bali dan Pertamina menyebut gangguan distribusi serta lonjakan permintaan menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
Kepanikan masyarakat juga disebut mendorong warga mengisi BBM secara bersamaan sehingga antrean semakin panjang.
Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya menyatakan stok BBM di depo utama Bali masih tersedia.
Namun, penyaluran ke sejumlah SPBU mengalami hambatan sehingga ketersediaan BBM di tingkat penjualan belum sepenuhnya mengimbangi kebutuhan masyarakat.