62 Ribu Balita Terserang ISPA di Tengah Karhutla, Orang Tua Diminta Batasi Anak Keluar Rumah

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:44 WIB
62 Ribu Balita Terserang ISPA di Tengah Karhutla, Orang Tua Diminta Batasi Anak Keluar Rumah
Orang tua dari pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 62.400 kasus ISPA pada anak balita hingga 12 Oktober 2026.
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi mengimbau orang tua membatasi aktivitas anak di luar rumah pada 15 Oktober 2026.
  • Kementerian PPPA berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menyalurkan bantuan masker dan menyediakan layanan kesehatan.

Suara.com - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak. Kementerian Kesehatan mencatat 62.400 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok usia 0-5 tahun hingga 12 Oktober 2026.

Di tengah kondisi tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengimbau orang tua di wilayah terdampak karhutla untuk membatasi aktivitas anak di luar rumah, terutama balita, guna mengurangi risiko paparan asap.

"Kami memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga paling tidak anaknya tidak diajak untuk bepergian," kata Arifah Fauzi di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurut Arifah, perlindungan anak dari dampak karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah muncul gangguan kesehatan.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]

Upaya pencegahan di lingkungan keluarga juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan asap.

"Jadi upaya preventif di keluarga masing-masing itu sangat penting," ujarnya.

Kementerian PPPA, lanjut Arifah, telah berkoordinasi dengan dinas setempat untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan yang diupayakan antara lain masker, disertai layanan kesehatan dan imbauan agar masyarakat disiplin menggunakan masker.

"Selama ini kita melakukan koordinasi dengan dinas setempat ya untuk memberikan salah satu bantuan yang paling cepat, masker," katanya.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan beban gangguan pernapasan di tengah karhutla tidak hanya terjadi pada anak-anak. Hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus ISPA secara kumulatif, termasuk 62.400 kasus pada kelompok usia 0-5 tahun.

baca juga

Jumlah tersebut memperlihatkan besarnya kasus gangguan pernapasan yang tercatat selama periode pemantauan. Namun, data kumulatif tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh kasus ISPA disebabkan oleh paparan asap karhutla.

Ancaman kesehatan juga tergambar dari hasil pemantauan kualitas udara. Sebanyak 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.

Dari jumlah tersebut, 13 daerah berada dalam kategori berbahaya, 11 daerah masuk kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi itu membuat perlindungan kelompok rentan, termasuk anak-anak, menjadi penting selama karhutla masih berlangsung. Selain membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara buruk, masyarakat juga perlu mengikuti informasi kualitas udara setempat dan arahan petugas kesehatan.

Bagi orang tua, langkah pencegahan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi udara di lingkungan masing-masing, terutama saat asap pekat menyelimuti permukiman dan berpotensi meningkatkan paparan polutan pada anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ustaz Abdul Somad: Pembakar Hutan Masuk Neraka Jahanam, Petugas Damkar yang Gugur Insyaallah Syahid

Ustaz Abdul Somad: Pembakar Hutan Masuk Neraka Jahanam, Petugas Damkar yang Gugur Insyaallah Syahid

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Benarkah Imbas Asap Karhutla?

Udara Jakarta Memburuk, Benarkah Imbas Asap Karhutla?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Terkini

Nelayan Roban Barat Terima 11 Mesin Kapal Baru, Bhimasena Power Dukung Efisiensi Biaya Melaut

Nelayan Roban Barat Terima 11 Mesin Kapal Baru, Bhimasena Power Dukung Efisiensi Biaya Melaut

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Ustaz Abdul Somad: Pembakar Hutan Masuk Neraka Jahanam, Petugas Damkar yang Gugur Insyaallah Syahid

Ustaz Abdul Somad: Pembakar Hutan Masuk Neraka Jahanam, Petugas Damkar yang Gugur Insyaallah Syahid

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:40 WIB

9 Sunscreen Mengandung Formula Anti Aging untuk Wajah Awet Muda dan Glowing

9 Sunscreen Mengandung Formula Anti Aging untuk Wajah Awet Muda dan Glowing

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:40 WIB

3 Rekomendasi Sunscreen Stick Lokal untuk Kulit Berminyak Tanpa Lengket

3 Rekomendasi Sunscreen Stick Lokal untuk Kulit Berminyak Tanpa Lengket

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Benarkah Imbas Asap Karhutla?

Udara Jakarta Memburuk, Benarkah Imbas Asap Karhutla?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:36 WIB

KPK Sita Rp1,9 Miliar dalam OTT Bupati Klaten, Tong Biru Diduga Jadi Tempat Simpan Uang

KPK Sita Rp1,9 Miliar dalam OTT Bupati Klaten, Tong Biru Diduga Jadi Tempat Simpan Uang

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Menang di MK, Keluarga Korban Kekerasan TNI: Perjuangan Belum Berakhir!

Menang di MK, Keluarga Korban Kekerasan TNI: Perjuangan Belum Berakhir!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Peringati 1 Tahun Mageri Segoro, DLHK Jateng dan Bhimasena Power Tanam Ribuan Bibit Mangrove

Peringati 1 Tahun Mageri Segoro, DLHK Jateng dan Bhimasena Power Tanam Ribuan Bibit Mangrove

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Bukan Tablet Biasa! iQOO Pad Pro Andalkan Layar OLED 165Hz dan Kipas Pendingin Aktif

Bukan Tablet Biasa! iQOO Pad Pro Andalkan Layar OLED 165Hz dan Kipas Pendingin Aktif

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Diduga Microsleep, Sopir Truk Tangki Meninggal Dunia usai Tabrak Trailer di Tol Cibitung-Cilincing

Diduga Microsleep, Sopir Truk Tangki Meninggal Dunia usai Tabrak Trailer di Tol Cibitung-Cilincing

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:26 WIB

×