- Bus Transjakarta Damri kode DMR-721 mengeluarkan asap pekat di kawasan Senen pada Jumat, 16 Oktober 2026.
- Insiden asap tebal dari bagian mesin tersebut disebabkan oleh adanya kendala pada komponen mesin turbo bus.
- Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat dan armada tersebut langsung menjalani pemeriksaan teknis menyeluruh.
Suara.com - Bus Transjakarta Koridor 2 rute Monumen Nasional–Pulo Gadung mengeluarkan asap pekat di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Bus tersebut merupakan armada operator Damri dengan kode DMR-721.
Bus itu melaju ke arah Pulo Gadung saat asap tebal tiba-tiba membumbung dari bagian mesin.
Peristiwa ini sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Dalam video itu, kepulan asap putih tampak membubung tinggi di tepi jalan.
Menanggapi insiden tersebut, Transjakarta menyampaikan klarifikasi resmi melalui Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani.
Pihaknya lebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
"Transjakarta memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan akibat timbulnya asap pada bus operator Damri, DMR-721 di Koridor 2 (Monumen Nasional – Pulo Gadung) arah Pulo Gadung," ujar Ayu dalam keterangan yang diterima Suara.com melalui pesan tertulis.
Setelahnya, Ayu baru memaparkan penyebab timbulnya asap dari armada tersebut, yang dalam unggahan video viral disebut timbul karena kebakaran.
"Ada kendala di mesin turbo dan mengeluarkan asap pekat," tuturnya.
Mewakili Transjakarta, Ayu juga memastikan bahwa seluruh penumpang berada dalam kondisi selamat.
"Keselamatan pelanggan adalah prioritas utama kami. Seluruh pelanggan telah dievakuasi dengan cepat, aman, dan selamat ke bus berikutnya untuk melanjutkan perjalanan," paparnya
Setelah kejadian, bus DMR-721 tidak lagi dioperasikan untuk sementara waktu.
"Armada DMR-721 sedang menjalani pemeriksaan dan evaluasi teknis secara menyeluruh. Transjakarta juga terus berkoordinasi dengan pihak operator untuk memperketat perawatan rutin seluruh armada demi menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan pelanggan," ucap Ayu.
Hingga berita ini ditulis, hasil pemeriksaan teknis terhadap bus tersebut belum disampaikan.