-
Prabowo melantik Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB baru di Jakarta.
-
Kristomei Sianturi merupakan jenderal bintang tiga berlatar belakang lulusan Akmil 1997.
-
Kepala BNPB baru Kristomei Sianturi fokus mempercepat penanganan bencana karhutla.
Suara.com - Perombakan atau reshuffle kabinet kembali dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Kali ini, Prabowo Subianto turut mengganti kursi kepemimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di tengah bencana Karhutla di Kalimantan.
Presiden Prabowo menunjuk sekaligus melantik Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB yang baru di Istana Negara, Jakarta.
Kristomei Sianturi mengemban amanah strategis ini untuk menggantikan pejabat sebelumnya, Letjen TNI Suharyanto, yang telah memimpin sejak akhir 2021.
Sebelum resmi memegang tongkat komando lembaga penanggulangan bencana nasional dan mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi bintang tiga, Kristomei tercatat mengemban tugas sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten.
Berikut adalah profil lengkap dan rekam jejak perjalanan karier Letjen TNI Kristomei Sianturi.

Latar Belakang dan Pendidikan Militer
Kristomei Sianturi lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976. Ia menempuh masa remaja dengan disiplin tinggi sebagai siswa SMA Taruna Nusantara dan lulus pada tahun 1994.
Selepas itu, ia melanjutkan langkahnya ke Akademi Militer (Akmil) dan resmi lulus pada tahun 1997 dari kecabangan Infanteri.
Tak berhenti sampai di situ, deretan pendidikan kemiliteran bergengsi berhasil ia taklukkan, mulai dari Sesarcab Infanteri, Diklapa I & II, hingga Seskoad—di mana ia sukses menyabet penghargaan sebagai penyusun Taskap Karya Tulis Terbaik pada 2012.
Ia juga merupakan lulusan terbaik Kursus Operasi Gabungan TNI, lulusan Sesko TNI, serta menempuh studi lanjut di Universitas Pertahanan (Unhan).
Rekam Jejak Karier Cemerlang di TNI
Sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat, Kristomei memiliki pengalaman luas yang merentang dari penugasan teritorial, operasional tempur, hingga bidang komunikasi publik.
Ia pernah memimpin sejumlah satuan elite, di antaranya dipercaya sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak (2013–2014) serta memimpin Komando Distrik Militer (Dandim) 0424/Tanggamus.
Namanya juga lekat dengan bidang kehumasan dan strategi komunikasi institusi pertahanan.
Kristomei pernah mengemban tugas sebagai Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya (2017–2019), Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) pada 2023–2024, hingga dipercaya menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI pada awal tahun 2025.
Selain itu, ia sempat menduduki posisi strategis lain seperti Wakil Gubernur Akademi Militer (2024–2025) sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Pangdam XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.
Pengalaman Internasional dan Misi Perdamaian PBB
Tak hanya berkiprah di dalam negeri, perwira tinggi TNI ini juga memiliki pengalaman penugasan di kancah internasional.
Kristomei pernah dikirim menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bawah panji United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Atas dedikasinya dalam misi perdamaian tersebut, ia diganjar penghargaan UNIFIL Medal serta Military Valour Medal dari pemerintah Lebanon.
Kini, di bawah kepemimpinan baru hasil reshuffle kabinet, Kristomei Sianturi dihadapkan pada pekerjaan rumah dan tantangan besar di bidang kemanusiaan serta mitigasi bencana.
Dalam pidato awal jabatannya, Kristomei menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang ia analogikan seperti sehelai tali tambang untuk merangkul kementerian, lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Fokus mendesak yang langsung disasarnya meliputi percepatan penanganan darurat bencana di berbagai wilayah di tanah air, termasuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, serta pemulihan tata kelola dan transparansi lembaga.