- Pasukan gabungan Koops Habema TNI mengamankan satu senjata jenis Caracal beserta amunisinya dari gua di Kabupaten Maybrat.
- Keberhasilan penyisiran tersebut bermula dari informasi interogasi terhadap petinggi OPM bernama Zakarias Fatem yang ditangkap aparat pada Rabu (14/10).
- Senjata yang disita sebelumnya dirampas OPM dari personel Satgas Yonif 9 Marinir dalam insiden penyerangan di wilayah Sory pada 22 Maret 2026.
Suara.com - Pasukan gabungan Koops Habema TNI berhasil mengamankan satu pucuk senjata api milik kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang disembunyikan di sebuah gua di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/10).
Berdasarkan siaran pers resmi Koops Habema yang diterima di Jakarta, Sabtu, senjata yang disita tersebut berjenis Caracal lengkap beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm.
Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengungkapkan bahwa senjata tersebut sebelumnya sempat dirampas oleh OPM usai insiden kontak tembak beberapa waktu lalu.
"Senjata tersebut sebelumnya dirampas kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya dalam peristiwa penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory pada 22 Maret 2026," kata Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto.

Operasi penemuan ini melibatkan kolaborasi personel gabungan lintas satuan, di antaranya Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.
Bermula dari Tertangkapnya Petinggi OPM
Titik terang keberadaan senjata tersebut terungkap setelah aparat menginterogasi Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya OPM, Zakarias Fatem, yang berhasil diringkus pada Rabu (14/10).
Bermodal informasi berharga dari tangan kanan OPM tersebut, personel TNI bergerak cepat melakukan penyisiran intensif ke sejumlah koordinat di pedalaman Maybrat hingga akhirnya berhasil melacak persembunyian senjata di dalam ceruk gua.
Brigjen TNI Riyanto menegaskan, pengamanan senjata ini sangat krusial demi memutus potensi eskalasi kekerasan di tanah Papua.
"Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat," kata Riyanto.
Meski senjata Caracal telah diamankan, perburuan belum berakhir. Riyanto menambahkan bahwa pasukannya saat ini tengah memburu satu pucuk senjata api lainnya, yakni jenis K3 Daewoo, yang disinyalir masih disembunyikan di belantara Maybrat.
Ia memastikan jajaran personel Koops Habema TNI akan terus menyisir dan menelusuri jejak senjata-senjata ilegal tersebut demi menjamin stabilitas keamanan serta kenyamanan masyarakat setempat. (Antara)