Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

Bangun Santoso

Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:42 WIB
Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk
Kolase foto Natalius Pigai dan Nusron Wahid
baca 10 detik
  • Matriks Politik Indonesia merilis survei nasional di Jakarta pada Oktober 2026 yang menempatkan Natalius Pigai sebagai menteri berkinerja terburuk.
  • Menteri ATR/BPN Nusron Wahid berada di urutan kedua terburuk karena terseret kasus suap dan mangkir dari panggilan KPK.
  • Sebanyak 52,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap delapan kali perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai catatan kritis publik terhadap kinerja para pembantu presiden di Kabinet Merah Putih.

Temuan survei nasional terbaru yang dirilis Matriks Politik Indonesia menempatkan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di posisi teratas sebagai menteri dengan penilaian terburuk oleh masyarakat.

Dalam rilis survei tersebut, Menteri HAM Natalius Pigai menempati peringkat pertama menteri terburuk dengan angka penilaian mencapai 82,6 persen.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid berada di urutan kedua menteri terburuk dengan perolehan 78,3 persen, disusul oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di posisi ketiga dengan perolehan 75,2 persen.

Sejumlah nama menteri lain di jajaran Kabinet Merah Putih turut tercatat dalam daftar menteri dengan performa terburuk versi responden.

Di urutan berikutnya terdapat nama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto yang meraih persentase 68,2 persen, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebesar 65,7 persen, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sebesar 60,7 persen.

Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi menyampaikan rincian evaluasi publik tersebut dalam keterangan resmi tertulis yang dibagikan kepada awak media di Jakarta.

“Natalius Pigai dan Nusron mendapat penilaian sebagai menteri terburuk di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” ungkap Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).

Selain nama-nama tersebut, Matriks Politik Indonesia memetakan sejumlah menteri lain yang dinilai buruk oleh masyarakat.

baca juga

Di antaranya Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dengan perolehan 55,3 persen, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebesar 50,7 persen, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini sebesar 45,5 persen, serta Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dengan angka 40,3 persen.

Faktor Kasus Hukum dan Tingkat Popularitas

Berdasarkan analisis Matriks Politik Indonesia, tingginya penilaian negatif terhadap figur Nusron Wahid berjalan beriringan dengan tingkat popularitasnya di mata publik yang mencapai 72,9 persen.

Penilaian terhadap Nusron Wahid tidak terlepas dari perkara hukum yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Nama Nusron disebut-sebut dalam perkara suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, yang terungkap setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK,” tandas Supriyadi.

Dalam perkara tersebut, KPK melakukan penangkapan terhadap sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN pimpinan Nusron Wahid, di samping keterlibatan kalangan politisi dan pelaku usaha.

Lembaga antirasuah juga tengah menelusuri penerimaan gratifikasi lainnya hingga indikasi jual-beli jabatan di lingkungan ATR/BPN.

Di sisi lain, Nusron diketahui berkali-kali mangkir dari agenda pemanggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi.

“Kasus ini menyita perhatian publik, di sisi lain profil Nusron sendiri cukup dikenal sebagai politisi dan pejabat dengan rekam jejak panjang,” jelas Supriyadi.

Sementara itu, Menteri HAM Natalius Pigai mengantongi tingkat popularitas publik sebesar 54,3 persen. Penilaian negatif publik terhadap Pigai dipicu oleh berbagai manuver pernyataan dan persoalan di internal kementeriannya.

“Sejak awal menjabat, Natalius Pigai termasuk deretan menteri yang dinilai kontroversial dengan berbagai pernyataannya, hingga digugat oleh pegawainya sendiri di Kementerian HAM,” terang Supriyadi.

Adapun Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tercatat memiliki tingkat pengenalan publik sebesar 27,7 persen dengan persepsi negatif masyarakat pada gaya komunikasi publik serta isu internal kementerian.

“Sebelumnya Dody Hanggodo diterpa berbagai isu seperti bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika membawa keluarga, hingga berujung mutasi sejumlah pegawai Kementerian PU,” lanjut Supriyadi.

Tingkat popularitas menteri lain dalam deretan kinerja terburuk bervariasi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatatkan popularitas tertinggi hingga menyentuh 85,3 persen.

Sementara tingkat popularitas Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto berada di angka 35,1 persen dan Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait sebesar 34,3 persen.

Evaluasi Delapan Kali Reshuffle Kabinet

Selain mengukur persepsi terhadap nama-nama menteri, survei Matriks Politik Indonesia menyoroti respons publik terhadap kebijakan perombakan kabinet (reshuffle).

Sejak resmi dilantik pada Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto tercatat telah delapan kali melakukan perombakan susunan Kabinet Merah Putih.

“Banyaknya gelombang reshuffle kabinet ternyata dinilai belum memuaskan bagi publik, hanya 41,3 persen yang merasa puas,” jelas Supriyadi.

Temuan survei mendapati sebanyak 52,4 persen responden menyatakan tidak puas terhadap rangkaian reshuffle kabinet yang dilakukan pemerintahan Prabowo, sedangkan 6,3 persen responden lainnya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Perombakan berulang di pos kementerian strategis turut memicu sentimen ketidakpuasan publik terhadap stabilitas tata kelola pemerintahan.

“Reshuffle paling mencolok pada pos Menteri Keuangan yang masing-masing hanya menjabat satu tahun menunjukkan indikasi permasalahan dalam arah kebijakan ekonomi, dengan tingginya ketidakpuasan publik terhadap pemerintah,” tegas Supriyadi.

Responden dalam survei turut mengutarakan alasan utama yang melandasi pentingnya perombakan menteri dan pejabat strategis.

Alasan terbesar adalah kinerja menteri yang dinilai kurang memuaskan dengan persentase 45,0 persen.

Faktor pemicu berikutnya mencakup:

  • Pernyataan serta sikap kontroversial menteri (31,1%)
  • Keterlibatan pejabat dalam perkara hukum (10,0%)
  • Penempatan posisi jabatan yang dianggap tidak sesuai kapasitas (6,3%)

Alasan lain yang diungkapkan publik meliputi menteri yang jarang turun ke lapangan sebesar 2,7 persen, masalah rangkap jabatan sebesar 1,0 persen, serta sikap dinilai tidak loyal dengan garis kebijakan Presiden sebesar 0,8 persen.

Sebanyak 0,7 persen responden menyebutkan alasan lainnya, dan 2,5 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei Matriks Politik Indonesia ini dilaksanakan pada rentang 10 sampai 15 Oktober 2026 dengan menjaring 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia.

Pengambilan sampel menerapkan teknik acak bertingkat (multistage random sampling) dengan batas toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±2,9 persen pada derajat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK! Nusron Wahid Akhirnya Muncul di Sidang Kabinet Prabowo

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK! Nusron Wahid Akhirnya Muncul di Sidang Kabinet Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Prabowo: Saya Bangga Menjadi Pemimpinmu

Prabowo: Saya Bangga Menjadi Pemimpinmu

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

Pigai Bantah Dino Patti Djalal Soal Presiden Dewan HAM PBB: Mana Ada Kerja Kemlu!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Pigai Klaim Indonesia Surplus Demokrasi, Sebut Hanya Prabowo yang Berani Kecam Teror Aktivis

Pigai Klaim Indonesia Surplus Demokrasi, Sebut Hanya Prabowo yang Berani Kecam Teror Aktivis

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Gejala Keracunan Siswa SMPN 2 Cisarua Muncul Kurang dari 30 Menit Usai Konsumsi MBG

Gejala Keracunan Siswa SMPN 2 Cisarua Muncul Kurang dari 30 Menit Usai Konsumsi MBG

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:40 WIB

BNNP Sumut Gerebek Toko Roti di Medan Diduga Edarkan Sabu, 1 Orang Ditangkap

BNNP Sumut Gerebek Toko Roti di Medan Diduga Edarkan Sabu, 1 Orang Ditangkap

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:37 WIB

4 HP Murah Redmi RAM 8 GB Terbaik, Performa Kencang dan Sudah NFC

4 HP Murah Redmi RAM 8 GB Terbaik, Performa Kencang dan Sudah NFC

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah

Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:31 WIB

32 Perusahaan Terlibat Karhutla! Izin Dibekukan dan Dipaksa Pulihkan Ekosistem Hutan

32 Perusahaan Terlibat Karhutla! Izin Dibekukan dan Dipaksa Pulihkan Ekosistem Hutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

3 Bulan Tambang Emas Milik Kristalin Ekalestari Ditutup Satgas PKH, IUP Dicabut Tanpa Kejelasan ESDM

3 Bulan Tambang Emas Milik Kristalin Ekalestari Ditutup Satgas PKH, IUP Dicabut Tanpa Kejelasan ESDM

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Ulasan Love Between Lines: Ketika Asmara Menembus Batas Fiksi dan Realita

Ulasan Love Between Lines: Ketika Asmara Menembus Batas Fiksi dan Realita

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

×