Botoh Pilkades Tak Lagi Judi Biasa, Jaringannya Lintas Provinsi dan Bisa Atur Kemenangan

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:09 WIB
Botoh Pilkades Tak Lagi Judi Biasa, Jaringannya Lintas Provinsi dan Bisa Atur Kemenangan
Tiga botoh Pilkades Jombang saat digelandang polisi menuju ruang pemeriksaan, Minggu (3/11/2019). [Beritajatim.com]
baca 10 detik
  • Dosen UGM Mada Sukmajati menyatakan jaringan botoh Pilkades lintas provinsi aktif mengatur kemenangan sejak Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Ketiadaan regulasi dan kewenangan KPU serta Bawaslu membuat pergerakan botoh ilegal ini sulit dikendalikan oleh pemerintah daerah.
  • Polres Purbalingga mewaspadai praktik taruhan tersebut demi mengamankan Pilkades serentak di 184 desa pada 10 Desember 2026.

Suara.com - Fenomena taruhan atau botoh dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) dinilai bukan lagi sekadar perjudian lokal. Praktik ini disebut menjadi ancaman serius bagi demokrasi di tingkat akar rumput hingga nasional.

Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Mada Sukmajati, menyebut praktik perjudian politik ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi juga melibatkan jaringan yang beroperasi lintas provinsi.

"Ini fenomena lama yang berkembang di Pilkades bahkan ada beberapa pemain itu yang lintas provinsi ya. Jadi tidak hanya misalnya di Jawa Tengah gitu ya, tapi juga dia bekerja untuk Pilkades di Jawa Timur," kata Mada kepada Suara.com, Kamis (22/10/2026).

Menurut Mada, pergerakan para pelaku perjudian atau botoh mengalami pergeseran peran yang signifikan dalam panggung politik lokal.

Jika dahulu para botoh cenderung pasif dan menyerahkan hasil pada jalannya kompetisi, kini mereka dinilai mulai aktif ikut campur untuk memengaruhi dinamika pemenangan di lapangan.

"Sekarang sepertinya mulai berkembang mereka (botoh) kemudian ikut cawe-cawelah untuk menentukan kemenangan dan kemudian memastikan pertaruhan mereka gitu. Nah ini yang saya kira akan sangat problematik ya bagi demokrasi lokal kita di desa," tuturnya.

Pengaruh jaringan botoh dinilai semakin berbahaya karena tidak hanya terbatas pada kontestasi di tingkat desa, tetapi juga berpotensi merambah pemilu pada tingkatan yang lebih tinggi.

Mada mengatakan, meskipun dalam pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres) para botoh tidak selalu berjudi secara langsung, infrastruktur dan jaringan yang mereka miliki kerap dimanfaatkan sebagai jalur distribusi politik uang.

Maraknya praktik ilegal ini dinilai semakin sulit dikendalikan karena belum adanya tindakan konkret maupun regulasi tegas dari otoritas terkait untuk meredam pergerakan para pelaku.

baca juga

Lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu tidak memiliki kewenangan formal dalam Pilkades. Sementara itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait dinilai belum menunjukkan peran strategis yang berdampak nyata.

"Praktis tidak ada upaya konkret dari pihak manapun ya untuk meminimalisir berkembangnya botoh ini," tegasnya.

Penataan demokrasi di tingkat lokal menjadi hal yang perlu dibenahi jika ingin mewujudkan demokrasi nasional yang bersih dan berintegritas.

Praktik taruhan dengan menjagokan calon kepala desa atau botoh juga menjadi perhatian aparat kepolisian. Salah satunya Polres Purbalingga yang mewaspadai praktik tersebut menjelang Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Polisi mewaspadai praktik tersebut karena berpotensi mengganggu pelaksanaan pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026 di 184 desa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:51 WIB

Bungkam Cibiran Tanpa Dendam, Ini Wejangan Sejuk Kades Pemilah Sampah di Bekasi kepada Sang Anak

Bungkam Cibiran Tanpa Dendam, Ini Wejangan Sejuk Kades Pemilah Sampah di Bekasi kepada Sang Anak

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:53 WIB

Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:42 WIB

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Pilkades Serentak Bekasi Digelar, Polisi Buru Para Botoh Judi

Pilkades Serentak Bekasi Digelar, Polisi Buru Para Botoh Judi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 19:18 WIB

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

Demi Hemat Anggaran, 36 Ribu Kades Minta Jabatan Diperpanjang, DPR: Ancam Demokrasi

Demi Hemat Anggaran, 36 Ribu Kades Minta Jabatan Diperpanjang, DPR: Ancam Demokrasi

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:16 WIB

Terkini

Botoh Pilkades Tak Lagi Judi Biasa, Jaringannya Lintas Provinsi dan Bisa Atur Kemenangan

Botoh Pilkades Tak Lagi Judi Biasa, Jaringannya Lintas Provinsi dan Bisa Atur Kemenangan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen Untuk Para Jobseekers

Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen Untuk Para Jobseekers

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka

Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Persib Bandung Apes, Peluang Bertubi-tubi Berakhir Kekalahan dari Madura United

Persib Bandung Apes, Peluang Bertubi-tubi Berakhir Kekalahan dari Madura United

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada

Santri Bogor Dituntut Melek AI, Kemenag: Program Khusus Belum Ada

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Nostalgia Masa Kecil, Indra Bekti Comeback Jadi Host Cerdas Cermat Versi Modern

Nostalgia Masa Kecil, Indra Bekti Comeback Jadi Host Cerdas Cermat Versi Modern

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta

Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa

Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa

Banten | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:41 WIB

KPK Masih Tunggu Balasan Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus DSP BNPB

KPK Masih Tunggu Balasan Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus DSP BNPB

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39 WIB

×