Kapolri Desak Vape Dilarang di Indonesia, Cairan Narkoba Sulit Dibedakan dari Liquid Biasa

Bella, Faqih Fathurrahman

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:25 WIB
Kapolri Desak Vape Dilarang di Indonesia, Cairan Narkoba Sulit Dibedakan dari Liquid Biasa
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menjawab pertanyaan awak media di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/10/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto merekomendasikan pelarangan total vape karena menjadi pintu masuk penyelundupan narkotika cair.
  • Petugas kesulitan membedakan cairan vape biasa dengan narkotika cair yang disamarkan menggunakan pewangi buah-buahan di lapangan.
  • Kapolri meminta MUI Pusat menerbitkan fatwa haram untuk melindungi masyarakat dari kejahatan narkotika jaringan internasional.

Suara.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali menegaskan keinginannya agar penggunaan vape atau rokok elektrik dilarang. Sebab, vape dinilai menjadi pintu masuk penyelundupan narkotika yang disamarkan dalam cairan rokok elektrik.

“Karena kita tahu vape adalah salah satu pintu masuk narkotika,” kata Suyudi saat jumpa pers terkait pengungkapan 1,16 ton narkoba cair di Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (23/10/2026).

“Yang mana evolusi perubahan narkotika dunia, termasuk Indonesia, dari yang bentuknya padat menjadi cair, dan pintu masuknya adalah vape,” tambahnya.

Suyudi, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), telah sejak awal menyuarakan agar peredaran vape dilarang.

“Saya tatkala rapat dengar pendapat di DPR RI bulan Mei lalu, saya sudah menyampaikan dengan tegas merekomendasikan untuk melarang total vape,” kata Suyudi.

Menurut Suyudi, usulan itu bukan tanpa alasan. Ia mengakui petugas di lapangan cukup kesulitan membedakan cairan vape biasa dengan cairan yang mengandung narkotika.

“Isi ulang atau isi cartridge di dalam vape yang tidak bisa kita bedakan, tersamar, sangat terkaburkan lah. Yang wujudnya cair, antara kimiawi biasa dengan kimia narkotika, itu tidak bisa dibedakan. Secara kasat mata tidak bisa membedakan,” bebernya.

Terlebih, cairan atau liquid vape sudah diberi pewangi buah-buahan. Dengan demikian, narkotika jenis ganja yang memiliki aroma khas dapat diekstrak dan dicampur dengan pewangi buah sehingga penyamarannya semakin sulit dikenali.

“Apalagi itu dikemas dengan wangi-wangian, buah-buahan, sehingga ganja pun yang mungkin kita tahu wanginya khas itu berhasil diekstrak oleh kelompok penyelundup. Sehingga dia kelihatannya bisa rasanya seperti buah-buahan,” ujarnya.

baca juga

Suyudi menegaskan, usulan pelarangan vape merupakan bentuk komitmen untuk memberantas peredaran narkoba di masyarakat yang terus berkembang.

“Tentunya sebagai bentuk komitmen nyata negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan transnasional, ya,” ucapnya.

Sebelumnya, Suyudi juga telah berulang kali menyuarakan pelarangan vape atau rokok elektrik. Ia bahkan meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa haram terhadap vape.

Permintaan itu disampaikan Suyudi saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

“BNN dan Polri pun sulit membedakannya secara kasatmata karena bentuk dan wanginya sama, tetapi isinya narkotika cair," kata Suyudi.

Suyudi menambahkan, maraknya penyelundupan sabu cair dan ekstrak ganja cair ke Indonesia merupakan bentuk perang terselubung (proxy war) yang sengaja dirancang jaringan internasional untuk merusak masa depan bangsa Indonesia.

Ia pun mencontohkan sejarah kelam Perang Candu pada abad ke-19 yang sempat meruntuhkan kekuatan besar dunia akibat ketergantungan terhadap zat adiktif. Sementara itu, peredaran narkotika saat ini telah bertransformasi dari bentuk padat menjadi cair.

Suyudi berharap MUI Pusat mengikuti langkah MUI Jawa Timur dengan menerbitkan fatwa atau rekomendasi keagamaan serupa guna memperkuat perlindungan moral dan hukum bagi umat Islam di Indonesia.

"Saya terima kasih MUI Jawa Timur sudah melarang vape. Mudah-mudahan nanti MUI Pusat juga melarang total vape. Mohon dukungannya Pak Kiai, Pak Ketua," tandas Suyudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Pinggir Jalan Tanjung Duren

Pengedar Tembakau Sintetis Ditangkap di Pinggir Jalan Tanjung Duren

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Studi Terbaru Ungkap Potensi Vape, Bagaimana Dampaknya bagi Industri Tembakau?

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Pakar Kriminologi Ingatkan Pelarangan Total Vape Bisa Memperluas Pasar Gelap

Pakar Kriminologi Ingatkan Pelarangan Total Vape Bisa Memperluas Pasar Gelap

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:25 WIB

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Pembakaran Hutan, 3 PMA

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Pembakaran Hutan, 3 PMA

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Kapolri Bungkam soal Evaluasi Usai Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Kapolri Bungkam soal Evaluasi Usai Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Kapolri Buka Suara Soal Kasus Polisi Tembak Polisi: Propam Masuk Tahap Penyidikan

Kapolri Buka Suara Soal Kasus Polisi Tembak Polisi: Propam Masuk Tahap Penyidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:51 WIB

98 Kasus Korporasi Karhutla Disidik, Kapolri Suyudi: Kita Telusuri Jejak Pemilik hingga Pihak Asing

98 Kasus Korporasi Karhutla Disidik, Kapolri Suyudi: Kita Telusuri Jejak Pemilik hingga Pihak Asing

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dan Negara Tetangga di Kasus Karhutla

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dan Negara Tetangga di Kasus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Gerebek Lagi Kampung Boncos! Polisi Sita 7 Alat Hisap Sabu hingga Palu

Gerebek Lagi Kampung Boncos! Polisi Sita 7 Alat Hisap Sabu hingga Palu

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih

Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Pengguna Pertamax Beralih, Kuota BBM Pertalite Jebol

Pengguna Pertamax Beralih, Kuota BBM Pertalite Jebol

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Hilirisasi Makin Dominan, Investasi Nasional Tumbuh 7,2 Persen

Hilirisasi Makin Dominan, Investasi Nasional Tumbuh 7,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Ulasan Novel Membunuh Commendatore: Bahasa Simpel, Misteri Berlapis

Ulasan Novel Membunuh Commendatore: Bahasa Simpel, Misteri Berlapis

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:20 WIB

New Normal Jurnalistik: Saat Mesin Pencari dan Media Sosial Rebut Audiens Portal Berita

New Normal Jurnalistik: Saat Mesin Pencari dan Media Sosial Rebut Audiens Portal Berita

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Saiful Mujani Sindir Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menteri Haji: Udah Dekat Kiamat

Saiful Mujani Sindir Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menteri Haji: Udah Dekat Kiamat

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:12 WIB

9 Orang Gugur saat Padamkan Karhutla, Puan Desak Negara Jamin Keselamatan Petugas dan Relawan

9 Orang Gugur saat Padamkan Karhutla, Puan Desak Negara Jamin Keselamatan Petugas dan Relawan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan dan Fasilitas Vokasi di SMKN 2 Pacitan

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan dan Fasilitas Vokasi di SMKN 2 Pacitan

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun

Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun

Sumbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:55 WIB

AI Bikin Pengguna Tak Perlu Klik Berita, Media Online Hadapi Tantangan Traffic

AI Bikin Pengguna Tak Perlu Klik Berita, Media Online Hadapi Tantangan Traffic

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:52 WIB

×