17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:19 WIB
17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas
Helikopter Black Hawk VH-UHG milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water boombing) di Desa Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom]
baca 10 detik
  • BNPB mencatat 17.942 hektare lahan di Indonesia masih terbakar akibat karhutla pada 24 Oktober 2026.
  • Kalimantan Tengah menjadi wilayah prioritas utama penanganan karena mencatat lahan belum padam terluas.
  • BNPB bersama unsur terkait mengerahkan pemadaman darat dan udara untuk menuntaskan sisa kebakaran lahan.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 17.942 hektare lahan masih belum padam akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan pemantauan melalui sistem informasi geografis pada Sabtu (24/10) pukul 15.00 WIB, tercatat 13.910 titik panas dengan luas kebakaran mencapai sekitar 25.409 hektare.

"Kalimantan Tengah masih menjadi prioritas utama," kata Berton di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Di provinsi tersebut, BNPB mencatat 8.049 titik panas dengan luas terbakar mencapai 13.944 hektare. Dari total luas tersebut, sekitar 11.786 hektare masih belum padam.

Meski jumlah titik panas di Kalimantan Tengah turun sekitar 52 persen dibandingkan hari sebelumnya, penanganan karhutla masih perlu dilanjutkan. Luas lahan yang belum padam juga tercatat turun sekitar 43 persen.

"Meski menunjukkan penurunan, pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, khususnya di lahan gambut," ucap Berton.

Sementara itu, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat juga masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.

Di Sumatera Selatan, tercatat 1.335 titik panas dengan luas terbakar 3.429 hektare. Sekitar 2.472 hektare di antaranya masih belum padam.

Adapun di Kalimantan Barat, jumlah titik panas mencapai 1.137 titik dengan luas terbakar sekitar 2.500 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.547 hektare masih belum padam.

baca juga

Di Kalimantan Selatan, BNPB mencatat 362 titik panas dengan luas terbakar 526 hektare. Sekitar 317 hektare di antaranya masih belum padam.

Sementara di Papua Selatan, terdapat 487 titik panas dengan luas terbakar 310 hektare, dengan sekitar 117 hektare masih belum padam.

Selain provinsi tersebut, titik panas dan kebakaran juga masih tercatat di Sulawesi Tenggara, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.

"Penurunan jumlah titik panas tidak selalu berarti luas kebakaran ikut menurun, sehingga evaluasi harus melihat jumlah titik panas, luas terbakar, dan luas yang masih belum padam secara bersamaan," imbuh Berton.

Pemadaman Darat dan Udara Terus Dilakukan

Berton mengatakan, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan karhutla serta menyesuaikan penanganan berdasarkan tingkat risiko dan kebutuhan di lapangan.

Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel gabungan, pemadaman darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi atmosfer.

"Khusus di lahan gambut, pemadaman darat dan pembasahan berulang tetap penting karena api dapat membara di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, keberhasilan tidak hanya diukur dari penurunan titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan tidak munculnya kembali titik api," jelas Berton

Selain itu, reposisi armada udara antardaerah dilakukan berdasarkan kebutuhan operasi dan kondisi lapangan, dengan tetap mempertimbangkan kecukupan dukungan di wilayah asal serta keselamatan penerbangan.

BNPB juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan kemunculan api kepada petugas dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB Geser Armada Pemadam Karhutla dari Kalimantan ke Jawa Timur, Ini Alasannya

BNPB Geser Armada Pemadam Karhutla dari Kalimantan ke Jawa Timur, Ini Alasannya

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Massa Demo di Patung Kuda Tuntut Prabowo Stop MBG, Dananya Kasih ke Korban Karhutla!

Massa Demo di Patung Kuda Tuntut Prabowo Stop MBG, Dananya Kasih ke Korban Karhutla!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Terkini

17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

17.942 Hektare Lahan Karhutla Masih Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Apa Itu Cut-Off Point dalam Event Lari? Istilah yang Disorot usai Insiden JRF 2026

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Ulasan Pirunduk: Kisah Tragis Siti dan Teror Ilmu Hitam Kalimantan Selatan!

Ulasan Pirunduk: Kisah Tragis Siti dan Teror Ilmu Hitam Kalimantan Selatan!

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

Bedah Buku Herbert Feith, Bonnie Triyana Pertanyakan Kondisi Demokrasi Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Jadi Satu-satunya di Asia Tenggara, Konser Kanye West di Jakarta Dipadati Bule

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

Isu Tokoh Oposisi Temui Dubes Singapura Viral, Gerindra Turun Tangan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Indonesia dan Tiga Krisis: BBM, Air Bersih, dan Integritas

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×