Kenaikan Biaya Hidup Bikin Tabungan Masyarakat Menipis, Saldo Rata-Rata Cuma Rp 1,67 Juta

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:35 WIB
Kenaikan Biaya Hidup Bikin Tabungan Masyarakat Menipis, Saldo Rata-Rata Cuma Rp 1,67 Juta
Ilustradi penurunan kemampuan menabung masyarakat. (Magnific)
baca 10 detik
  • Data LPS menunjukkan saldo rata-rata rekening simpanan di bawah Rp100 juta merosot menjadi Rp1,67 juta pada Juli 2026.
  • Sandy Pramuji di Jakarta menyatakan bahwa kenaikan biaya hidup dan harga beras memicu penurunan kemampuan menabung masyarakat.
  • Tekanan ekonomi rumah tangga berdampak pada perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi serta peningkatan rasio kredit bermasalah perbankan.

Suara.com - Saldo rata-rata rekening simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta tercatat merosot hingga 61,52 persen dalam 13 tahun terakhir, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Saldo rata-rata yang pada Juli 2013 mencapai Rp4,34 juta kini tersisa Rp1,67 juta per Juli 2026.

Menurut Senior Analyst NEXT Indonesia Center Sandy Pramuji, salah satu penyebab menurunnya kemampuan menabung masyarakat akibat kenaikan biaya hidup yang tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu masyarakat terpaksa menguras tabungan atau menambah utang.

"Kenaikan penerimaan PPN memang menjadi kabar baik bagi keuangan negara, tetapi belum cukup untuk menyatakan bahwa daya beli masyarakat secara luas telah membaik. Perbaikan perlu terlihat pula dari kemampuan masyarakat berbelanja dan memenuhi kebutuhan tanpa terus menguras tabungan atau menambah beban utang," ujar Sandy di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Selain penurunan saldo rata-rata rekening simpanan, riset tersebut mencatat sejumlah indikator lain yang menunjukkan tekanan pada kondisi ekonomi rumah tangga.

Salah satunya terlihat dari perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi perbankan. Data yang dianalisis NEXT Indonesia Center mencatat pertumbuhan kredit konsumsi melambat menjadi 5,38 persen pada Juli 2026, turun dari puncaknya sebesar 11,02 persen pada Oktober 2024.

Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kredit konsumsi perbankan meningkat menjadi 2,48 persen. Angka tersebut melampaui level pada Juli 2020, saat NPL kredit konsumsi tercatat 2,29 persen.

Tekanan daya beli juga tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia.

Berdasarkan riset NEXT Indonesia Center, IKK turun dari 127,0 pada Januari 2026 menjadi 118,1 pada September 2026.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) juga mengalami penurunan dari 115,1 pada Januari menjadi 107,5 pada September 2026. Angka terakhir tersebut menjadi level terendah sepanjang tahun ini.

baca juga

Sandy mengaitkan tekanan daya beli dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, yang terjadi di tengah pendapatan masyarakat yang tidak bertambah.

"Tergerusnya daya beli ini juga disebabkan oleh laju inflasi bahan pangan pokok, khususnya beras. Sepanjang April hingga September 2026, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau konsisten berada di atas inflasi umum. Bahkan, pada September 2026, inflasi makanan menyentuh 4,37 persen, berbanding jauh dengan inflasi umum sebesar 3,28 persen," ungkap Sandy.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per September 2026 juga menunjukkan rata-rata harga beras Medium II dan Super II di 32 dari 33 provinsi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, harga beras Medium II tercatat 11,85 persen di atas HET. Sementara di Kalimantan Selatan, harga beras medium mencapai Rp22.650 per kilogram atau 61,79 persen di atas HET.

Ia meminta pemerintah memperhatikan kondisi pendapatan masyarakat, stabilisasi harga pangan, serta kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa bergantung pada utang.

"Ukuran perbaikan ekonomi yang paling berarti adalah ketika masyarakat tidak lagi terjerat utang, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar kewajiban tepat waktu, dan kembali bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk cadangan masa depan," tutup Sandy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Bayar Pinjol Meningkat, Masyarakat Diduga Terpaksa Berutang untuk Biaya Hidup

Gagal Bayar Pinjol Meningkat, Masyarakat Diduga Terpaksa Berutang untuk Biaya Hidup

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Beda Biaya Hidup vs Gaya Hidup: Sindiran Influencer Irenna Kristyn yang Bikin Geram

Beda Biaya Hidup vs Gaya Hidup: Sindiran Influencer Irenna Kristyn yang Bikin Geram

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Gen Z Stres Memikirkan Biaya Hidup dan Bencana Jadi Beban Baru?

Gen Z Stres Memikirkan Biaya Hidup dan Bencana Jadi Beban Baru?

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Review Novel Cinta Lama Karya Puthut EA: Tak Semua Kenangan Ingin Kembali

Review Novel Cinta Lama Karya Puthut EA: Tak Semua Kenangan Ingin Kembali

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:30 WIB

2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bintik Hitam pada Mukena? Ini 5 Bahan Sederhana yang Ampuh

Bagaimana Cara Menghilangkan Bintik Hitam pada Mukena? Ini 5 Bahan Sederhana yang Ampuh

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:21 WIB

4 Tone Up Sunscreen Hyaluronic Acid, Bikin Cerah Seketika Bebas Dehidrasi

4 Tone Up Sunscreen Hyaluronic Acid, Bikin Cerah Seketika Bebas Dehidrasi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Bukan Kopdes, Suahasil Minta Gaji PNS hingga Dana Pensiun Langsung Disalurkan ke Rekening

Bukan Kopdes, Suahasil Minta Gaji PNS hingga Dana Pensiun Langsung Disalurkan ke Rekening

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Kabar Buruk dari Italia, Jay Idzes Kabarnya Masih Absen Bela Timnas Indonesia pada November

Kabar Buruk dari Italia, Jay Idzes Kabarnya Masih Absen Bela Timnas Indonesia pada November

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Apakah Sekolah Libur? Begini Ketentuan Resminya

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Apakah Sekolah Libur? Begini Ketentuan Resminya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Festival Gandrung Sewu 2026, Siswi Sekolah Rakyat Tampil Memukau Bersama Ribuan Penari

Festival Gandrung Sewu 2026, Siswi Sekolah Rakyat Tampil Memukau Bersama Ribuan Penari

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Investasi Rp1,6 Triliun Kabur, Kok IHSG Malah Ngamuk 4 Hari Beruntun?

Investasi Rp1,6 Triliun Kabur, Kok IHSG Malah Ngamuk 4 Hari Beruntun?

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:06 WIB

×