Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:47 WIB
Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru
Para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pengamat UGM Agustinus Subarsono menyoroti usulan Kepala BGN Sudaryono untuk mengintegrasikan program MBG ke kurikulum sekolah.
  • Rencana MBG sebagai mata pelajaran mandiri dikhawatirkan menambah beban kerja guru serta mengurangi waktu belajar siswa.
  • Kebijakan tersebut dinilai tidak tepat secara substansi pendidikan karena program pemerintah bukan merupakan disiplin ilmu baku.

Suara.com - Pengamat Kebijakan Pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menyoroti rencana pengintegrasian program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam kurikulum sekola.

Usulan itu digulirkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono lewat akun Instagramnya belum lama ini.

Menurutnya usulan itu berpotensi menambah beban sekolah dan guru jika diterapkan sebagai mata pelajaran baru yang berdiri sendiri.

Disebutkan Subarsono, integrasi MBG ke dalam pembelajaran pada dasarnya dapat dilakukan. Namun bukan dalam bentuk mata pelajaran mandiri.

"Menurut saya, Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa saja diintegrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah, tetapi tidak harus menjadi mata pelajaran baru yang berdiri sendiri," kata Subarsono kepada Suara.com, Kamis (29/10/2026)

Ia menjelaskan bahwa pembentukan mata pelajaran baru untuk program MBG akan memberikan implikasi serius terhadap struktur pembelajaran di sekolah.

Penambahan mata pelajaran baru dikhawatirkan dapat memangkas porsi waktu belajar untuk materi-materi mendasar yang sangat krusial bagi siswa.

"Kalau MBG sebagai mata pelajaran baru, maka beban kurikulum bertambah. Ini berimplikasi pada waktu belajar untuk literasi, numerasi, sains, dan kompetensi lainnya bisa berkurang," ujarnya.

Selain persoalan beban kurikulum, kebijakan ini juga berpotensi menambah beban kerja guru di sekolah.

baca juga

Kondisi ini dinilai kurang bijak mengingat adanya dinamika penataan status tenaga pendidik yang berstatus PPPK paruh waktu mulai tahun 2027 mendatang, di mana para guru tersebut sudah memiliki beban mengajar tersendiri.

"Di samping itu, menambah peran guru yang sudah ada, karena mulai Januari 2027 status guru honorer di sekolah negeri secara resmi dihapus berdasarkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026," tuturnya.

Dari kacamata filosofis dan substansi pendidikan, Subarsono menegaskan bahwa sebuah program pemerintah tidak dapat dikategorikan sebagai disiplin ilmu.

Menurutnya, esensi utama dari dunia pendidikan adalah melatih daya pikir kritis siswa melalui taksonomi ilmu yang baku. Bukan kemudian sekadar mengajarkan sebuah program kerja.

"MBG adalah sebuah program oleh karenanya tidak tepat sebagai mata pelajaran tersendiri. Pendidikan bukan sekedar mengajarkan program, namun lebih daripada itu, membuat murid menjasi kritis," tegasnya.

Secara keseluruhan, gagasan menjadikan MBG sebagai mata pelajaran mandiri dinilai membawa konsekuensi berantai yang berdampak pada tiga aspek utama, yakni aspek sumber daya manusia, kurikulum sekolah, hingga beban anggaran negara.

"MBG tidak perlu berdiri sendiri sebagai mata pelajaran karena memiliki konsekuensi pada guru (menambah guru), sekolah (beban kurikulum tambah) dan finansial (pengadaan buku-buku yang berkaitan dengan MBG dan gaji guru)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Viral Bu Riska, Guru di Sulawesi Selatan Inisiatif Masak Sendiri 'MBG' untuk Muridnya

Viral Bu Riska, Guru di Sulawesi Selatan Inisiatif Masak Sendiri 'MBG' untuk Muridnya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu

Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:26 WIB

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

Edukasi Gizi MBG Diusulkan Masuk Kurikulum, Dinilai Berpotensi Bebani Sekolah dan Guru

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:47 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

3 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Recovery Run, Nyaman dengan Bantalan Empuk

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

Terbitkan Sprindik Baru, KPK Panggil Lagi Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin WNA Hari Ini

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

Makna Salib Merah di Demo Jakarta pada 28 Oktober 2026

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Tiba-tiba Menguat, tapi Masih Betah di Level Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

Bantah Isu Penembakan di Kericuhan Malioboro, Polda DIY: Personel Tak Dibekali Senjata Api

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:30 WIB

×