- Pramono meninjau normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol pada Kamis, 29 Oktober 2026.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengerukan endapan lumpur dan perbaikan turap guna meredam ancaman banjir.
- Langkah penanganan terpadu ini berhasil mengangkat ribuan meter kubik sedimentasi dari Kali Mampang dan Kali Krukut.
Suara.com - Warga di kawasan rawan genangan Jakarta Selatan mendapat secercah asa setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol di Kuningan Barat, Kamis (29/10/2026).
Langkah penanganan ini digencarkan guna memperlancar aliran air sekaligus meredam ancaman banjir yang kerap menghantui warga Mampang Prapatan, Pasar Minggu, hingga Pancoran.
Secara khusus, ikhtiar tersebut ditujukan untuk melindungi permukiman warga yang bertempat tinggal di kawasan Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat.
Pramono menjelaskan, kontur tanah wilayah Mampang dan sekitarnya tergolong cekungan sehingga curahan hujan berintensitas 100 milimeter per hari saja sudah sanggup memantik genangan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lantas menerapkan skema terpadu dengan merajut sistem aliran air mulai dari waduk embung, Kali Mampang, dan Kali Krukut menuju Kanal Banjir Barat.
“Di musim kemarau panjang ini, kami melakukan pembenahan dari ujung, dimulai dengan embung-embung yang kemarin kami bangun. Kemudian, pertemuan antara Kali Mampang dan Kali Krukut juga kami lakukan perbaikan. Saya yakin nantinya masih ada banjir, tetapi volumenya akan berkurang secara signifikan karena sekarang ditangani secara serius,” ujar Pramono.
Hingga saat ini, petugas telah berhasil mengeruk endapan lumpur sebanyak 4.393 meter kubik di Kali Mampang, dari total target sisa pekerjaan sekitar 14.727 meter kubik.
Sementara itu, pengerukan di Kali Krukut sudah mengangkat 8.507,3 meter kubik sedimentasi, dengan sisa volume yang harus dibersihkan masih mencapai 142.692,7 meter kubik.
Tidak sekadar mengeruk lumpur, perbaikan dinding turap juga dipercepat di Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter, serta Kompleks Canadiyanti sepanjang 241,7 meter agar bantaran kali makin kokoh.
“Targetnya bukan sekadar memperbaiki satu titik, tetapi memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan. Pemeliharaan turap dan pengerukan harus dilakukan berkelanjutan agar aliran dari Kali Mampang menuju Kali Krukut dan Kanal Banjir Barat lebih lancar, terutama menghadapi musim hujan,” tegas Pramono.
Eks Sekretaris Kabinet tersebut menegaskan, perlindungan bagi warga akan kian optimal melalui penataan lingkungan, perumahan, dan perbaikan infrastruktur jalan yang digarap beriringan.