Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Bangun Santoso

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB
Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor
Banjir rob masih menjadi persoalan yang dihadapi warga RT 06 RW 022, Muara Angke, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. [Suara.com/Agustin]
baca 10 detik
  • Banjir rob di Muara Angke, Jakarta Utara, pada Jumat, 30 Oktober 2026, menghambat aktivitas ekonomi warga nelayan kerang hijau.
  • Genangan air memaksa warga menunggu air surut dan memikul atau mendorong hasil panen karena akses jalan terganggu.
  • Dampak banjir tersebut membuat waktu kerja warga bertambah lama dari jadwal normal tanpa menyebabkan kerugian pendapatan finansial.

Suara.com - Banjir rob yang menggenangi kawasan RT 06 RW 022, Muara Angke, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, turut menghambat aktivitas ekonomi warga.

Genangan air mengganggu proses pengolahan kerang hijau, mulai dari aktivitas perebusan hingga pengangkutan kerang menuju tempat pengolahan.

Ketua RT 06 RW 022 Muara Angke, Warya, mengatakan mayoritas warga di wilayah tersebut bekerja sebagai nelayan kerang hijau.

Dalam aktivitasnya, terdapat sejumlah tahapan pengolahan yang harus dilakukan, mulai dari perebusan hingga pengupasan kerang.

"Di sini mayoritas nelayan kerang hijau nih, nah itu kan untuk nelayan kerang hijau itu kan banyak prosesnya tuh, dari mulai apa, perebusan, pengupasan," kata Warya kepada Suara.com saat ditemui di wilayah RT 06, Jakarta Utara, Jumaat (30/10/2026).

Namun, genangan banjir rob membuat aktivitas di tempat perebusan kerang tidak bisa langsung dilakukan.

Warga harus menunggu air surut terlebih dahulu sebelum kembali menjalankan proses pengolahan.

"Nah, itu ketika tempat perebusannya itu mengalami banjir atau tergenang banjir, otomatis kan waktunya kan diundur tuh kan, nunggu surut dulu baru bisa beraktivitas," ujarnya.

Selain menghambat proses perebusan, banjir rob juga menyulitkan warga mengangkut kerang menuju tempat pengolahan.

baca juga

Akses jalan yang tergenang membuat kendaraan seperti gerobak, mobil, maupun sepeda motor tidak bisa masuk seperti biasanya.

"Nah, terus untuk pengirimannya juga, yang seharusnya ada gerobak, ada mobil atau motor ke sini bisa masuk, ini aksesnya karena banjir akhirnya di, didorong-dorong atau dipikul, gitu," tutur Warya.

Kondisi tersebut membuat proses pengolahan kerang membutuhkan waktu lebih lama.

Warya mengatakan, aktivitas perebusan yang biasanya dapat dimulai sekitar pukul 11.00 atau 12.00 WIB siang harus mundur hingga pukul 14.00 atau 15.00 WIB sore karena genangan banjir.

"Memakan waktu. Jadi yang seharusnya misalnya merebus kerang itu di jam 11.00 jam 12.00 itu bisa nyampe jam 15.00 atau jam 14.00 sore di situ," kata Warya.

Warya menjelaskan, dampak yang dirasakan warga bukan berupa kerugian pendapatan, melainkan bertambahnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Aktivitas yang biasanya selesai sekitar pukul 17.00 WIB bisa melewati waktu istirahat.

"Ya, kalau kerugian ekonomi sih enggak, cuma apa, kerugian di waktu di situ, yang seharusnya jam 17.00 sore sudah selesai, sudah waktunya istirahat, mandi istirahat, ini masih melakukan aktivitas di situ," pungkasnya. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

Buntut Nelayan Tewas Janggal di Sel Tahanan, 4 Anggota Polsek Kajang Diperiksa dan Dipatsus

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes

Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:19 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Nelayan Teluk Kelabat Gugat Izin Tambang Timah, Tuntut Pemulihan Laut

Nelayan Teluk Kelabat Gugat Izin Tambang Timah, Tuntut Pemulihan Laut

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×