Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Mensos Gus Ipul memastikan tiga siswa Sekolah Rakyat korban penganiayaan mahasiswa Unhan di Jember sudah pulih dan kembali bersekolah.
  • Kemensos aktif mendampingi korban beserta keluarga serta berkoordinasi dengan pimpinan Unhan guna mencari solusi penyelesaian terbaik.
  • Gus Ipul menilai program pengabdian Unhan tetap bermanfaat sehingga perlu dilanjutkan dengan peningkatan pengawasan dan evaluasi mitigasi.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan tiga siswa Sekolah Rakyat di Jember, Jawa Timur, yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) mulai pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar.

Kementerian Sosial (Kemensos) masih mendampingi para siswa dan keluarga mereka setelah insiden kekerasan yang diduga dilakukan mahasiswa Unhan saat bertugas sebagai pembina kedisiplinan asrama.

"Jadi kita terus dampingi orang tua dan siswanya ya, alhamdulillah. Alhamdulillah kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi," kata Gus Ipul ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Gus Ipul menjelaskan, para siswa sempat mengalami syok setelah kejadian tersebut. Kemensos kemudian memberi mereka waktu untuk beristirahat sebelum kembali menjalani aktivitas sekolah.

"Waktu itu sempat katakanlah mungkin syok ya, atau masih apa? Kaget atau apa, ya. Dia sempat kita beri kesempatan untuk rileks dulu. Nah sekarang alhamdulillah sudah ikut sekolah," tuturnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Lampung yang berada di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, telah menerima 330 siswa baru untuk memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027. [ANTARA]
Ilustrasi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027. [ANTARA]

Selain mendampingi korban, Kemensos terus berkomunikasi dengan orang tua siswa dan pimpinan Unhan untuk mencari penyelesaian terbaik. Gus Ipul berharap insiden serupa tidak kembali terjadi.

"Nah orang tuanya juga kita dampingi, kita ajak diskusi terus. Nah kita juga bicara dengan pimpinan Universitas Pertahanan, ya. Kita cari solusi yang terbaik dan tentu yang paling penting ini menjadi pelajaran untuk tidak terulang lagi," ujarnya.

Meski terjadi insiden tersebut, Gus Ipul menilai program pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat secara umum tetap memberikan manfaat, terutama dalam membentuk kedisiplinan siswa.

Ia berharap program tersebut tetap berlanjut tahun depan, tetapi dengan evaluasi dan pengawasan yang lebih baik.

baca juga

"Saya ingin tegaskan ini bahwa secara umum berjalan dengan baik dan saya berharap tahun depan kita bisa teruskan lagi, ya, kegiatan pengabdian dari Kadet Unhan ini di Sekolah Rakyat. Karena manfaatnya besar sekali, terutama dalam penguatan kedisiplinan siswa," kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga meminta seluruh pihak menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, pengawasan dan langkah mitigasi perlu diperkuat agar kekerasan di lingkungan Sekolah Rakyat tidak terulang.

"Jadi saya ingin ini benar-benar bisa menjadi pelajaran bersama kita, dan tentu sekecil apa pun perlu mendapatkan perhatian kita. Kita ambil hikmahnya, dan kita lakukan mitigasi ke depan lebih kuat lagi, dan tidak terjadi lagi, ya," tegasnya.

Diketahui, dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa terjadi di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Peristiwa itu diduga melibatkan oknum mahasiswa Unhan yang bertugas sebagai pembina kedisiplinan. Dugaan kekerasan disebut dipicu oleh salah seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan asrama.

Akibat kejadian tersebut, salah satu korban harus mendapat perawatan medis di puskesmas karena mengalami luka lebam di bagian dada dan punggung. Pihak keluarga korban kemudian membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis, Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

Kemensos Hadirkan Beragam Layanan Gratis, Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Terkini

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×