El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

Vania Rossa

Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB
El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu
Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Sudarsono Soedomo. (ANTARA)
baca 10 detik
  • Guru Besar IPB Sudarsono Soedomo menyatakan puncak El Nino ekstrem akhir 2026 berpotensi meningkatkan ancaman karhutla dan kebakaran berskala besar.
  • Penurunan curah hujan drastis akibat anomali suhu laut membuat lahan gambut sangat kering dan sulit dipadamkan.
  • Sudarsono menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak serta penegakan hukum yang tepat demi mencegah dan mengendalikan karhutla secara efektif.

Suara.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi meningkat menjelang puncak El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada akhir 2026.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah kondisi lahan gambut yang semakin kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran berskala besar atau megafire.

Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Sudarsono Soedomo menjelaskan, penurunan curah hujan akibat El Nino dapat membuat lahan gambut semakin kering, termasuk lapisan organik yang berada di bawah permukaan tanah.

Kondisi tersebut menjadi semakin berisiko ketika disertai kelembapan udara yang rendah dan angin kencang. Kombinasi faktor alam ini dapat membuat api lebih mudah berkembang dan menyulitkan proses pemadaman.

"El Nino ekstrem dapat menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan, terutama di wilayah rawan karhutla," ujar Sudarsono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) sebelumnya memperingatkan fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai intensitas ekstrem pada akhir 2026 berpotensi menjadi salah satu yang terkuat sejak 1950.

Anomali suhu permukaan laut di Pasifik tropis bahkan diproyeksikan mencapai 3,7 derajat Celsius di atas normal.

Menurut Sudarsono, kondisi alam yang semakin ekstrem membuat kebakaran hutan dan lahan jauh lebih sulit dicegah maupun dikendalikan. Risiko kebakaran besar juga perlu diantisipasi karena api dapat berkembang melampaui kapasitas pemadaman yang tersedia di lapangan.

Karena itu, upaya menghadapi karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Strategi pencegahan dan penanganan perlu disiapkan dengan melibatkan berbagai pihak.

baca juga

Sudarsono menilai, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi penting untuk menghadapi ancaman tersebut. Penanganan karhutla juga tidak semestinya hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap perusahaan yang wilayah konsesinya ditemukan titik api.

Ia menegaskan, prinsip strict liability atau pertanggungjawaban mutlak tidak boleh ditafsirkan secara sederhana bahwa setiap kebakaran di wilayah konsesi otomatis membuktikan kesalahan perusahaan.

Penegakan hukum tetap diperlukan, tetapi harus diarahkan secara tepat kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Ketegasan hukum dan kolaborasi bukan dua hal yang saling bertentangan," katanya.

Lebih lanjut, Sudarsono mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah perusahaan yang dikenai sanksi atau besarnya denda.

Kemampuan mencegah kebakaran, mempercepat pemadaman, melindungi masyarakat, serta memulihkan ekosistem yang terdampak juga perlu menjadi indikator keberhasilan.

"Dalam kondisi alam yang sangat ekstrem seperti ini, kebakaran hutan dan lahan menjadi jauh lebih sulit dicegah dan dikendalikan. Karena itu, yang perlu kita gelorakan adalah semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi untuk menghadapi bencana ini bersama-sama," ujar Sudarsono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

News | Senin, 02 November 2026 | 10:38 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Terkini

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

El Nino Ekstrem Ancam Picu Megafire, Lahan Gambut Kering Bisa Jadi Pemicu

News | Senin, 02 November 2026 | 11:02 WIB

Bukan Sekadar Lahan Pertanian, Terasering Sawah Gowa Disulap Jadi Destinasi Wisata

Bukan Sekadar Lahan Pertanian, Terasering Sawah Gowa Disulap Jadi Destinasi Wisata

Foto | Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer

Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:00 WIB

Minta Kubu Gibran Tak Takut Wacana Pemakzulan, Pakar: Proses di DPR Justru Bikin Terang Benderang

Minta Kubu Gibran Tak Takut Wacana Pemakzulan, Pakar: Proses di DPR Justru Bikin Terang Benderang

News | Senin, 02 November 2026 | 10:56 WIB

Banjir dan Longsor di Sejumlah Desa di Trenggalek, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

Banjir dan Longsor di Sejumlah Desa di Trenggalek, Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

News | Senin, 02 November 2026 | 10:54 WIB

Jadi Pemain Kunci Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Dipuji Legenda Timnas Jerman

Jadi Pemain Kunci Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Dipuji Legenda Timnas Jerman

Bola | Senin, 02 November 2026 | 10:52 WIB

Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara

Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:50 WIB

Di Balik Kesiapan Jokowi Duduk di Kursi Saksi Sidang Roy Suryo

Di Balik Kesiapan Jokowi Duduk di Kursi Saksi Sidang Roy Suryo

News | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 10:42 WIB

×