BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 02 November 2026 | 14:18 WIB
BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul
Atap rumah warga di Dusun Jodog, Kelurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DIY, jebol usai tertimpa bongkahan es berukuran sekitar 20 sentimeter, Senin (2/11/2026) pagi. [Suara.com/istimewa]
baca 10 detik
  • Bongkahan es berukuran sekitar 20 sentimeter menjebol atap rumah Veronika Suharti di Bantul pada Senin pagi.
  • Peristiwa tanpa didahului hujan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian atap galvalum, plafon, serta kursi kayu tamu.
  • BPBD Bantul bersama BMKG hingga kini masih menyelidiki asal-usul jatuhnya bongkahan es yang tergolong sangat langka tersebut.

Suara.com - Bongkahan es berukuran sekitar 20 sentimeter menjebol atap rumah warga di Dusun Jodog, Kelurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (2/11/2026) pagi. Kejadian tersebut membuat warga geger karena tidak didahului hujan.

Bongkahan es itu menghantam rumah milik Veronika Suharti hingga merusak atap galvalum pasir, plafon PVC beserta rangkanya, serta kursi kayu di ruang tamu. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong.

Kepala Dusun Jodog, Bayu Yunarto, mengatakan warga pertama kali mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara dentuman keras.

"Tadi pagi ada warga yang datang ke tempat saya untuk memberitahukan kalau ada benda asing yang masuk ke rumahnya, mendengar suara yang cukup keras tadi dan ternyata itu es. Jatuh dari atas," tutur Bayu saat dihubungi, Senin (2/11/2026).

Bongkahan es menimpa rumah warga di Dusun Jodog, Kelurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (2/11/2026) pagi. [Suara.com/istimewa]
Bongkahan es menimpa rumah warga di Dusun Jodog, Kelurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DIY, Senin (2/11/2026) pagi. [Suara.com/istimewa]

Menurut Bayu, bongkahan es tersebut pecah setelah menghantam atap rumah. Dua pecahan berukuran sekitar 20 sentimeter ditemukan bersama banyak serpihan kecil.

"Dua bagian yang agak besar tadi itu ya sekitar 20 sentian, terus yang lain kecil-kecil tuh banyak. Jadi kayaknya setelah nabrak atap rumah itu pecah itu kayaknya, esnya itu. Wong yang kecil-kecil tuh banyak pecahannya itu," ujarnya.

Bayu menyebut kejadian hanya terjadi di satu titik. Rumah-rumah di sekitarnya tidak mengalami hal serupa dan tidak turun hujan saat peristiwa berlangsung.

"Enggak ada hujan, enggak ada apa-apa, cuman satu titik itu tok," imbuhnya.

BPBD Telusuri Asal Usul Bonglahan Es

baca juga

BPBD Bantul kemudian berkoordinasi dengan BMKG untuk mencari tahu asal-usul bongkahan es tersebut. Namun, hingga kini penyebabnya belum diketahui.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan pihaknya belum menemukan petunjuk mengenai peristiwa tersebut.

"Jadi memang tidak ada sesuatu, misalnya ada hujan atau apa, tidak ada. Tau-tau kita mendapatkan informasi kok rumah itu ada kena bongkahan es itu. Kita coba tanyakan ke BMKG, BMKG juga tidak tahu. Tidak ada seperti sesuatu peristiwa atau apa, ada awan apa, tidak," ujar Antoni.

Antoni menambahkan, ukuran bongkahan es tersebut jauh lebih besar dibandingkan butiran es yang biasanya ditemukan saat hujan es.

"Hujan itu es itu kalau pengalaman-pengalaman itu paling besarnya ya seperti es-es itu paling besar pun seperti bola pingpong, sebesar itu. Jadi kalau ini pun makanya juga saya melihat ini, wah ini kok, kok lebih besar dari bola pingpong. Saya juga enggak pernah, kami enggak pernah mendengar," ungkapnya.

Ia menyebut kejadian tersebut tergolong langka jika benar merupakan fenomena alam.

"Nah iya, ini langka ini makanya. Kalau bener-bener fenomena alam itu berarti sesuatu yang langka ini pasti," tandasnya.

Kekinian BPBD Bantul bersama instansi terkait masih berkoordinasi untuk menelusuri penyebab jatuhnya bongkahan es tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Terkini

BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul

BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 14:18 WIB

New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan

New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan

News | Senin, 02 November 2026 | 14:15 WIB

Lenovo Yoga Tab Gen 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Pena Digital dengan Kontrol Gestur AI

Lenovo Yoga Tab Gen 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Pena Digital dengan Kontrol Gestur AI

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 14:15 WIB

Bahlil Murka, Ekspor Batu Bara hingga LNG Tak Boleh Mampir Singapura Lagi

Bahlil Murka, Ekspor Batu Bara hingga LNG Tak Boleh Mampir Singapura Lagi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:14 WIB

Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit

Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

BEI Optimistis 23 UKM Akan Melantai di Bursa Tahun Depan

BEI Optimistis 23 UKM Akan Melantai di Bursa Tahun Depan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

Perbandingan Sepatu Lari Ortuseight Hyperblast vs Specs Airglide, Mana Lebih Nyaman untuk Jogging?

Perbandingan Sepatu Lari Ortuseight Hyperblast vs Specs Airglide, Mana Lebih Nyaman untuk Jogging?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

Jaksa dan Pengacara Berebut Urutan Saksi di Sidang Febrie, Ada Ferry Boboho

Jaksa dan Pengacara Berebut Urutan Saksi di Sidang Febrie, Ada Ferry Boboho

News | Senin, 02 November 2026 | 14:07 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 14:07 WIB

Sah Secara Hukum, Penyerahan Pataka Jadi Bukti Legitimasi Mutlak Ki Kusumo Pimpin PARFI 2025-2030

Sah Secara Hukum, Penyerahan Pataka Jadi Bukti Legitimasi Mutlak Ki Kusumo Pimpin PARFI 2025-2030

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 14:03 WIB

×