Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Bella, Faqih Fathurrahman

Senin, 02 November 2026 | 21:17 WIB
Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia
Ilustrasi - Patroli tentara Rusia di Mariupol Ukraina. (Foto: AFP)
baca 10 detik
  • Bareskrim Polri bersama jajarannya menetapkan 13 tersangka dalam kasus tindak pidana perdagangan orang perekrutan tentara bayaran Rusia.
  • Para tersangka merekrut warga negara Indonesia melalui media sosial sejak Maret hingga Oktober 2026 dengan iming-iming gaji besar.
  • Para korban yang tergiur tawaran tersebut diberangkatkan menggunakan visa turis untuk langsung diturunkan ke medan perang.

Suara.com - Polisi membongkar dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap warga negara Indonesia (WNI) dalam perekrutan tentara bayaran untuk Rusia. Total, ada 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Direktur Tindak Pidana Perlindungan Anak dan Perempuan serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, mengatakan pihaknya bersama Ditres PPA-PPO Polda Metro Jaya dan Polres Bogor telah menerima lima laporan polisi terkait kasus tersebut.

"Perekrutan warga negara Indonesia untuk diberangkatkan dan dipekerjakan sebagai tentara bayaran di negara Rusia yang dilakukan melalui media sosial dengan iming-iming gaji besar dan bonus yang sangat besar," kata Nurul di Bareskrim Polri, Senin (2/11/2026).

Salah satu laporan polisi tersebut teregistrasi dengan Nomor LPA 8/X/2026/SPKT/Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri tertanggal 21 Oktober 2026. Dalam perkara ini, polisi menetapkan satu orang tersangka dengan jumlah korban sebanyak lima orang.

Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri, Kombes Yolanda Evalyn Sebayang, mengatakan tersangka berinisial MI diduga berperan sebagai penanggung jawab perekrutan.

"MI berperan sebagai pelaku penanggung jawab memberikan informasi lowongan kerja, rekrut hingga mengarahkan dan memproses keberangkatan daripada korban yang memperoleh keuntungan sebesar 1.000 rubel yang diterima melalui dompet aset kripto," kata Yolanda.

Yolanda mengatakan, lima korban telah terdata. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena polisi telah menerima laporan dari korban lain yang direkrut oleh orang yang sama. Peristiwa tersebut terjadi dalam rentang Maret hingga Oktober 2026.

Para korban tertarik bergabung karena dijanjikan bonus sekitar Rp620 juta atau 2.600 rubel, gaji bulanan, serta biaya perjalanan gratis ke Rusia. Dalam perjalanan menuju Rusia, para korban juga hanya menggunakan visa turis, bukan visa untuk bekerja.

"Mereka hanya dilakukan tes kesehatan, tanpa pandang umur, yang penting sehat. Setelah di sana sampai, mereka sehat, mereka akan langsung tanda tangan kontrak, dilatih selama 1 bulan, dan langsung diturunkan ke medan perang," ujar Yolanda.

baca juga

Tersangka diduga melakukan perekrutan secara berjenjang dengan komisi sebesar 500 hingga 1.000 rubel untuk setiap kandidat. Komisi tersebut dibayarkan melalui transfer bank dan aset kripto.

Sementara itu, dalam kasus kedua, yang tercatat dengan Nomor LPA 6/IX/2026/SPKT/Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri tertanggal 25 September 2026, polisi menetapkan dua orang tersangka berinisial IG dan HS.

Korban dari kedua tersangka tersebut berjumlah tujuh orang laki-laki. Empat orang telah diberangkatkan, sementara tiga lainnya berhasil dicegah keberangkatannya oleh petugas di Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Ketiga, terdapat laporan polisi dari Polda Metro Jaya dengan Nomor LPA 10/X/2026/SPKT/Satres PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya tertanggal 23 Oktober 2026. Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan lima tersangka yang terdiri dari dua warga negara Rusia dan tiga warga negara Indonesia. Jumlah korban tercatat sebanyak 12 orang.

Sementara itu, laporan polisi lainnya bernomor LP/B/8198/X/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 28 Oktober 2026 menetapkan dua tersangka, masing-masing seorang warga negara Indonesia dan seorang warga negara Ukraina. Dalam perkara ini, terdapat 12 korban yang seluruhnya merupakan warga negara Indonesia.

Terakhir, terdapat laporan polisi Nomor LP/A/5/X/2026/SPKT/Satres PPA PPO Polres Bogor Polda Jawa Barat tertanggal 20 Oktober 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

Pernah Kerja di AS dan Eks Manajer, Jejak Hidup Taufiq Muhammad Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 10:42 WIB

Sosok Taufiq Muhammad WNI Tentara Bayaran Rusia Baru Tewas di Perang Ukraina

Sosok Taufiq Muhammad WNI Tentara Bayaran Rusia Baru Tewas di Perang Ukraina

News | Senin, 02 November 2026 | 10:28 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

Nasib Tragis WNI Muhammad Taufiq Eks Sopir Taksi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Kasus 1,16 Ton Ketamin: 7 WNI ABK Kapal MT Global 168 Dibebaskan karena Tak Tahu Angkut Narkoba

Kasus 1,16 Ton Ketamin: 7 WNI ABK Kapal MT Global 168 Dibebaskan karena Tak Tahu Angkut Narkoba

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Skema Baru Pengembalian Pajak Belanja Bagi Turis di Jepang

Skema Baru Pengembalian Pajak Belanja Bagi Turis di Jepang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 21:17 WIB

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

News | Senin, 02 November 2026 | 20:49 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

×